Padang (pilar.id) – PT Brantas Abipraya (Persero) mempertegas perannya sebagai BUMN konstruksi yang aktif hadir dalam situasi kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra, termasuk Kota Padang, Sumatra Barat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan bersama proyek-proyek Abipraya yang berlokasi dekat area terdampak.
Bantuan senilai Rp161 juta disalurkan pada 29 November 2025 dan disebut akan terus ditambah mengikuti kondisi lapangan. Upaya penanganan juga dilakukan melalui sinergi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) Padang di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai langkah memperkuat koordinasi pemerintah dan BUMN dalam penanganan darurat.
Menurut Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, dukungan tersebut telah menjangkau lima titik terdampak, yaitu Nagari Sungai Landai di Kabupaten Agam, Nagari Malalo di Kabupaten Tanah Datar, Lubuk Minturun di Kota Padang, Nagari Tarusan di Kabupaten Pesisir Selatan, serta titik tambahan lain yang disesuaikan dengan hasil koordinasi BNPB dan Kementerian PU.
Dian Sovana menjelaskan bahwa bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan dasar, logistik darurat, perlengkapan posko, serta dukungan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Ia menegaskan bahwa setiap paket yang dikirimkan tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga menjadi bentuk perhatian perusahaan untuk mempercepat pemulihan warga terdampak.
Melalui tim proyek di lapangan, Brantas Abipraya menegaskan langkah penyaluran bantuan ini sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dian Sovana menuturkan bahwa perusahaan berupaya tetap hadir saat negara membutuhkan, termasuk dalam mendukung percepatan penanganan darurat dan membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
Brantas Abipraya turut memastikan bahwa pemantauan kondisi di wilayah terdampak dilakukan secara berkala. Perusahaan juga memperbarui distribusi bantuan dan menjaga koordinasi erat dengan BNPB serta Kementerian PU, agar seluruh dukungan dapat tepat sasaran dan menjadi bagian dari upaya pemulihan yang berkelanjutan. (ret/hdl)










