Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Bocah yang Mencintai Matematika dan Komik

Bocah yang Mencintai Matematika dan Komik

Esai Oryza A. Wirawan29 Desember 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Seorang bocah berusia belasan tahun mencintai matematika dan komik sekaligus. Ia mencintai logika, proposisi-proposisi logis, juga fantasi: kelak menjadi juara matematika tingkat dunia.

Bocah itu, Muhammad Adnan Reza. Ia dilahirkan 19 Januari 1997. Seorang anak yang tumbuh beberapa saat sebelum Orde Baru tumbang, dan gelombang keterbukaan menggulung Indonesia. Internet. Tayangan-tayangan stasiun televisi swasta yang semakin berjibun. Buku-buku komik impor terjemahan dari Jepang. Dunia pendidikan dengan kurikulum yang memaksa anak tumbuh lebih cepat, mempelajari lebih banyak daripada anak-anak usia yang sama pada generasi sepuluh tahun sebelumnya.

Reza sudah mulai menyukai komik saat berusia empat tahun. Menginjak tahun kelima, ia mengenal matematika sederhana: penjumlahan dan pengurangan. 1+1 = 2, 4-1 = 3, 3+3 = 6. Dan, ia jatuh cinta dengan angka-angka itu, dan kelak tak suka dengan pelajaran apapun yang dihapal.

Dari matematika, Reza belajar tentang nalar yang logis dan runtut. Ia menyukai aljabar, bukan geometri yang dipenuhi rumus. Setiap malam selama dua jam, ia berlatih, mendisplinkan diri dengan angka-angka, bilangan-bilangan.

Oryza A. Wirawan
Oryza A. Wirawan
Jurnalis, pegiat literasi Jember Jawa Timur

Ia membayangkan dirinya seorang yang tengah berjuang keras menjadi jawara matematika dunia, kelak. Tidak ada yang lebih memuaskan, selain berhasil menuntaskan soal-soal matematika kompetisi International Wizard Youth Mathematics yang diunduhnya dari internet.

Reza meneruskan tradisi kuno di dunia Matematika. Sejak abad pertengahan, para ahli dan jawara saling tantang saling memecahkan soal yang mereka buat. Steve Olson dalam bukunya, Countdown, menuliskan: “di masa ketika para ahli matematika masih amatir, mereka bisa membangun reputasi dengan memecahkan soal-soal yang tak mampu dijawab orang lain”.

Berkebalikan dengan prasangka orang banyak, para ahli matematika ini, bahkan yang remaja, bukanlah tipe orang dengan penampilan tak menarik, serius, dan kening selalu berkerut. Olson menulis, para siswa anggota tim olimpiade dunia matematika dari Amerika Serikat bukanlah stereorip kutu buku.

Paul Zeitz, anggota tim olimpiade matematika AS yang bertanding di Jerman Timur pada tahun 1974, sampai saat ini adalah seorang pemanjat tebing dan pendaki gunung. Ia kini menjadi guru besar matematika di Universitas San Fransisco. “Agar berhasil baik dalam matematika, orang harus teliti sekaligus petualang yang baik,” katanya.

Baca Juga  Anak Ajaib Asal Bojonegoro Raih Juara Dunia Olimpiade Matematika di Thailand, Emil Dardak Beri Apresiasi

Reza bukan Paul Zeitz atau para jagoan matematika dalam buku Olson. Namun, sebagaimana mereka, Reza mengusir stereotip sosok yang serius dalam diri seorang pecandu matematika. Ia tidak memanjat tebing, namun Reza mencintai komik-komik Jepang (manga), sebagaimana layaknya para remaja lain seusianya yang mungkin membenci matematika.

para guru dan pejabat di dunia pendidikan di Indonesia suka-suka cepat berbangga hati, bahwa anak-anak seperti Reza adalah wujud keberhasilan sistem pendidikan

Ia menyukai Detektif Conan. Ini cerita tentang seorang detektif SMA bernama Sinichi Kudo yang mendadak berubah menjadi bocah usia delapan tahun, karena terkena cairan kimia. Bocah berusia delapan tahun ini menyebut dirinya Conan Edogawa, seorang detektif cilik yang bekerja dengan logika deduksi yang runtut.

Ia sangat menyukai Eyeshield 21: komik tentang sebuah tim olahraga American Football. “Saya suka, karena ada cerita taktiknya,” katanya. Lagi-lagi soal logika.

Kian hari Reza kian jago, dan hari-hari ini menjadi salah satu andalan sekolahnya, SMP Negeri 2 Jember. Namun, Reza tampak tak peduli dengan kejagoannya itu. Ia tak ingat berapa kali menjadi juara kompetisi matematika sejak sekolah dasar. Yang ia ingat, ia butuh mandi jika hendak mengerjakan soal-soal matematika yang rumit dalam sebuah kompetisi.

Medan, suatu hari di awal Agustus 2010. Entah kenapa mendadak air kamar mandi penginapan Reza macet. Gawat juga, karena pagi itu ia harus mengikuti olimpiade sains nasional. Ini sudah hari kedua lomba. Terpaksalah ia hanya mencuci muka alakadarnya saja.

Di ruang ujian, sebelum mengerjakan soal-soal, Reza menelpon kedua orang tuanya dan seorang guru di sekolah. Ia belum mandi, dan ia berharap doa orang-orang yang dihormati dan disayanginya akan membantunya.

Baca Juga  Bet (2025): Adaptasi Manga Populer Kakegurui, Hadirkan Kisah Remaja Penuh Intrik

Hanya lima soal yang perlu dikerjakan olehnya. Tapi otaknya serasa berkabut. “Saya tidak bisa berkonsentrasi,” katanya. Gara-gara tak mandi, ia pun cukup merasa beruntung dengan raihan medali perunggu, setelah bersaing dengan 98 orang pelajar lainnya dari seluruh Indonesia.

Ada banyak siswa seperti Reza di Indonesia. Tapi yang jelas mereka minoritas. Sementara, para guru dan pejabat di dunia pendidikan di Indonesia suka-suka cepat berbangga hati, bahwa anak-anak seperti Reza adalah wujud keberhasilan sistem pendidikan. Lalu anak-anak seperti itu biasanya mendapat perlakuan lebih khusus dibanding siswa lain yang ‘biasa-biasa saja’.

Saya sendiri masuk dalam kelompok orang yang ragu, bahwa Reza adalah bentuk keberhasilan sistem pendidikan. Jangan-jangan Reza memang punya gen dan bakat alam untuk menjadi jenius di bidang matematika. Lagipula, ada berapa banyak sih siswa yang bisa menjadi juara matematika walaupun mandi belasan kali sehari di rumah.

“Di Rumania, ketika orang tahu kau seorang jago matematika, mereka akan berkata, ‘aku dulu pintar matematika’. Dan yang bicara begitu adalah para supir taksi. Itulah sebabnya tim-tim (olimpiada matematika) dari Eropa Timur berhasil baik, karena matematika adalah bagian dari budaya mereka,” kata Titu Andreescu, Direktur Kompetisi Matematika Amerika Serikat.

Saya tidak sedang ingin berdebat tentang kapan atau bagaimana Matematika bisa menjadi bagian dari budaya kita. Mungkin jika kita sudah bisa memahami bahwa matematika bukanlah sekadar angka, tapi seperti kata Zeitz: matematika adalah kegiatan yang amat sosial, tentang bagaimana kita merenung dan memecahkan persoalan sehari-hari dengan runtut, logis, dan sistematis.

Mungkin, kita membutuhkan anak-anak seperti Reza, yang sampai kapanpun, tetap membawa semangat seorang bocah yang mencintai matematika dan komik.

Catatan : Esai ini ditulis saat Reza berusia 13 tahun.

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

manga olimpiade matematika

Berita Lainnya

Anak Ajaib Asal Bojonegoro Raih Juara Dunia Olimpiade Matematika di Thailand, Emil Dardak Beri Apresiasi

6 Juni 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.