Jakarta (pilar.id) – Persija Jakarta memasuki jeda kompetisi Super League 2025/2026 dengan catatan impresif, setelah menutup periode intens dengan enam kemenangan beruntun. Jeda selama 24 hari tanpa pertandingan pun disambut dengan pendekatan yang lebih menekankan keseimbangan antara pemulihan fisik dan mental.
Pelatih Mauricio Souza memilih memberikan ruang istirahat cukup panjang bagi para pemain sejak kemenangan atas PSIM pada 28 November 2025. Menurutnya, jeda ini bukan sekadar kesempatan memulihkan kondisi tubuh, tetapi juga waktu untuk menjauh sejenak dari tekanan kompetisi yang terus menumpuk.
Dengan gaya bercanda yang kerap ia tunjukkan, Mauricio menyampaikan bahwa ia merasa sudah terlalu sering berjumpa para pemain, sehingga mereka diminta benar-benar memanfaatkan waktu bersama keluarga dan mengambil jeda dari nuansa pertandingan.
Meskipun demikian, Mauricio tetap memastikan pemain menjaga kebugaran. Setiap pemain menerima program latihan individu yang telah disusun oleh pelatih fisik, Vito Branco da Cruz, agar kondisi tetap terkontrol selama masa liburan. Pendekatan ini dianggap penting agar Persija bisa kembali dalam keadaan optimal ketika kompetisi bergulir lagi.
Langkah rehat terukur tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk melanjutkan performa positif yang tengah dibangun Macan Kemayoran sepanjang musim ini.
Kemenangan atas PSIM Jadi Penutup Manis Sebelum Jeda
Persija menutup pertandingan terakhir sebelum jeda dengan kemenangan 2-0 atas PSIM di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Gol pembuka dicetak oleh Emaxwell Souza pada menit ke-77 melalui sontekan presisi setelah situasi sepak pojok yang diawali sundulan awal untuk mengatur posisinya.
Penyelesaian tersebut memecah kebuntuan dan memantik antusiasme ribuan pendukung yang memadati stadion.
Allano Lima kemudian mengunci kemenangan dengan gol tambahan di masa tambahan waktu. Performa solid sepanjang laga membuat Maxwell terpilih sebagai Man of the Match.
Penghargaan itu disambutnya dengan antusias, terlebih kemenangan tersebut bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Persija yang ke-97. Ia menyampaikan rasa bangga dapat menjadi bagian dari klub yang menurutnya memiliki sejarah panjang dan dihormati dalam sepak bola Indonesia.
Dengan momentum positif ini, Persija berharap periode jeda mampu menjadi ruang pemulihan sekaligus persiapan menuju tantangan lanjutan di Super League 2025/2026. (usm/hdl)








