Bandung (pilar.id) – Film Memory menghadirkan kisah thriller aksi dengan sentuhan psikologis yang kuat, dibintangi Liam Neeson sebagai seorang pembunuh bayaran yang mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer. Film ini disutradarai oleh Martin Campbell dan diadaptasi dari novel karya Jef Geeraerts.
Dirilis pada 29 April 2022 di Amerika Serikat, film ini turut menampilkan Guy Pearce dan Monica Bellucci sebagai bagian dari jajaran pemeran utama.
Kisah berpusat pada Alex Lewis, seorang pembunuh bayaran profesional yang bekerja lintas negara, namun mulai mengalami gangguan memori serius. Kondisi tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya ketika ia menolak sebuah kontrak pembunuhan terhadap seorang anak. Keputusan itu membuatnya menjadi target, sekaligus menyeretnya ke dalam jaringan kejahatan besar yang melibatkan perdagangan manusia dan korupsi.
Di sisi lain, agen FBI Vincent Serra yang diperankan Guy Pearce tengah menyelidiki jaringan eksploitasi anak di wilayah Texas. Dua alur cerita ini kemudian bertemu ketika serangkaian pembunuhan mengarah pada satu konspirasi yang sama.
Seiring kondisi Alex yang semakin memburuk, ia berusaha mengungkap bukti kejahatan yang melibatkan tokoh berpengaruh, termasuk karakter Davana Sealman yang diperankan Monica Bellucci. Namun, ingatan yang terus memudar membuat misinya semakin sulit dan berisiko.
Film ini tidak hanya menampilkan aksi tembak-menembak dan kejar-kejaran khas genre thriller, tetapi juga mengangkat sisi emosional tentang kehilangan ingatan, penyesalan, dan batas moral dalam dunia kriminal.
Secara komersial, Memory mencatat pendapatan global sekitar 14 juta dolar AS, dengan 7,3 juta dolar berasal dari Amerika Utara. Pada akhir pekan pembukaannya, film ini meraih sekitar 3,1 juta dolar dan menempati posisi kedelapan box office.
Meski dibintangi aktor papan atas, film ini menerima ulasan yang cenderung negatif dari kritikus. Beberapa penilaian menyebut alur cerita terasa familiar dan kurang menawarkan inovasi baru dalam genre aksi thriller.
Namun demikian, performa Liam Neeson tetap menjadi daya tarik utama, terutama bagi penonton yang menyukai karakter antihero dengan konflik internal yang kuat. (ret)










