Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • GAPKI Pastikan Pasokan CPO Aman untuk B50, Produksi Sawit Nasional Dinilai Mampu Penuhi Kebutuhan
  • Bank Muamalat Raih Predikat Bank Syariah Terbaik dalam Pengalaman Nasabah Versi BankCX Tracker 2026
  • 19 Tahun PHE, Kontribusi Produksi Migas Nasional Capai 65 Persen dan Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  • Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Baru untuk Pasien Kebocoran Katup Jantung
  • Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

Gaya Hidup Ahmad Zulfikar29 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Medan (pilar.id) – Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada remaja putri menjadi perhatian berbagai kalangan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga gangguan stres pascatrauma dibandingkan remaja putra.

Fenomena tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga tekanan sosial yang semakin kompleks di era digital. Perkembangan media sosial yang masif turut memperkuat berbagai tantangan psikologis yang dihadapi remaja perempuan, mulai dari tekanan terhadap citra tubuh hingga perundungan di ruang digital.

Data dari lembaga kesehatan Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menunjukkan lebih dari separuh remaja putri melaporkan perasaan sedih atau hampa yang berlangsung terus-menerus. Angka tersebut tercatat hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan kelompok remaja putra pada rentang usia yang sama.

Faktor Biologis dan Tekanan Sosial Memperbesar Risiko

Para peneliti menilai kerentanan kesehatan mental pada remaja putri muncul akibat kombinasi faktor biologis dan lingkungan sosial yang saling memengaruhi.

Dari sisi biologis, masa pubertas memicu perubahan hormonal yang signifikan. Fluktuasi hormon estrogen diketahui dapat meningkatkan sensitivitas terhadap stres dan memengaruhi area otak yang berperan dalam pengaturan emosi. Kondisi ini membuat sebagian remaja putri memiliki respons emosional yang lebih intens ketika menghadapi tekanan.

Selain itu, perkembangan otak pada masa remaja juga berperan penting. Area otak yang berkaitan dengan emosi berkembang lebih cepat dibandingkan bagian yang bertanggung jawab terhadap pengendalian diri dan pengambilan keputusan. Ketidakseimbangan perkembangan tersebut dapat membuat pengelolaan emosi menjadi lebih menantang.

Di sisi lain, tekanan sosial yang dihadapi remaja putri juga semakin besar. Standar kecantikan yang terus dipromosikan melalui berbagai platform digital kerap memunculkan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh atau penampilan fisik. Kondisi ini berisiko memengaruhi rasa percaya diri hingga memicu gangguan makan dan kecemasan sosial.

Baca Juga  Sambut Jamaah Haji, Gubernur Khofifah Bagikan Bendera dan Ajak Kirim Doa

Kerentanan tersebut semakin meningkat ketika remaja putri menghadapi pengalaman kekerasan seksual, pemaksaan, atau bentuk kekerasan interpersonal lainnya. Berbagai studi menunjukkan pengalaman traumatis memiliki hubungan kuat dengan penurunan kesehatan mental pada usia remaja.

Media Sosial Jadi Tantangan Baru bagi Kesehatan Mental

Perkembangan media sosial menghadirkan ruang baru bagi interaksi remaja, namun sekaligus menciptakan tantangan psikologis yang tidak sederhana.

Banyak platform digital saat ini didominasi konten visual yang mendorong pengguna untuk membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena yang dikenal sebagai social comparison ini sering kali membuat remaja putri membandingkan kondisi fisik, gaya hidup, maupun pencapaian pribadi dengan konten yang sebenarnya telah melalui proses kurasi dan penyuntingan.

Selain itu, sistem interaksi berbasis jumlah suka, komentar, dan pengikut dapat memengaruhi persepsi terhadap harga diri. Ketika respons yang diterima tidak sesuai harapan, sebagian remaja dapat mengalami kecemasan, rasa tidak percaya diri, hingga tekanan emosional yang berkelanjutan.

Tantangan lainnya adalah meningkatnya kasus cyberbullying yang bersifat relasional, seperti pengucilan dari kelompok pertemanan, penyebaran rumor, atau serangan terhadap reputasi digital seseorang. Berbeda dengan perundungan konvensional, tekanan di media sosial dapat berlangsung tanpa batas waktu dan memasuki ruang pribadi remaja kapan saja.

Penggunaan gawai yang berlebihan juga berpotensi mengganggu kualitas tidur. Padahal, tidur yang cukup memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas emosi dan kesehatan mental. Sejumlah penelitian menemukan hubungan erat antara kurang tidur dengan meningkatnya risiko depresi pada remaja.

Meski demikian, media sosial tidak sepenuhnya berdampak negatif. Bagi sebagian remaja putri, platform digital juga menjadi sarana menemukan komunitas pendukung, mengembangkan kreativitas, hingga memperoleh informasi mengenai kesehatan mental yang sulit diakses melalui lingkungan sekitar.

Baca Juga  Prabowo Subianto Terima Ucapan Selamat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron

Mitigasi Dimulai dari Keluarga, Sekolah, dan Komunitas

Pakar kesehatan mental menilai upaya mitigasi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas. Pendekatan yang hanya berfokus pada pelarangan penggunaan media sosial dinilai kurang efektif karena tidak menyentuh akar persoalan.

Di lingkungan keluarga, orang tua didorong menerapkan pola digital parenting yang lebih partisipatif melalui pendampingan aktif, bukan pengawasan berlebihan. Langkah sederhana seperti membuat kesepakatan zona bebas gawai saat makan bersama atau sebelum tidur dapat membantu menjaga kesehatan mental dan kualitas istirahat remaja.

Sementara itu, sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital yang kritis. Siswa perlu memahami cara kerja algoritma media sosial, penggunaan filter digital, serta risiko manipulasi informasi yang dapat memengaruhi persepsi diri.

Komunitas juga dapat menjadi ruang alternatif bagi remaja untuk memperoleh pengakuan dan dukungan sosial melalui kegiatan olahraga, seni, literasi, maupun kelompok pendamping sebaya. Kehadiran ruang aktualisasi non-digital dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap validasi yang diperoleh dari media sosial.

Yang tidak kalah penting, lingkungan sekitar perlu membangun budaya komunikasi yang terbuka terkait kesehatan mental. Remaja harus merasa aman untuk mengungkapkan perasaan, kecemasan, atau kesulitan yang mereka alami tanpa takut dihakimi.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja putri tidak hanya dipengaruhi faktor internal, tetapi juga kualitas lingkungan tempat mereka tumbuh. Karena itu, membangun ekosistem yang suportif dan sehat menjadi langkah penting untuk membantu generasi muda menghadapi tantangan era digital dengan lebih tangguh dan percaya diri. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
headline kesehatan mental

Berita Lainnya

Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Bank Mandiri

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan Aset Tumbuh Dua Digit

26 Juni 2026
Hi-Tech Mall bakal meluncur dengan wajah baru. Kali ini sebagai pusat industri kreatif, UMKM, komunitas, dan anak muda.

Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya Soft Launching 5 Juli 2026, Disulap Jadi Pusat Industri Kreatif

24 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik 2026 setelah berhasil menuntaskan 98 persen laporan warga melalui sistem CRM.

Pemprov DKI Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola Responsif 2026, Tuntaskan 98 Persen Aduan Warga

24 Juni 2026
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia

AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027

23 Juni 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Stimulus Ekonomi 2026: Bea Masuk LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat Resmi Jadi 0 Persen

22 Juni 2026
Meilinda Istiqomah

Alumnus UNAIR Cetak Wirausahawan Muda Perikanan Lewat Kelompok Usaha Siswa di Pamekasan

21 Juni 2026
Lulusan Teknik Biomedis UNAIR asal Yaman, Muaadh Omar Mohammed Hadi, berkomitmen mengembangkan layanan kesehatan di negaranya usai meraih IPK 3,63.

Lulus Teknik Biomedis UNAIR dengan IPK 3,63, Mahasiswa Asal Yaman Siap Majukan Layanan Kesehatan Negaranya

20 Juni 2026
Arumi Bachsin

Arumi Bachsin Dorong Batik Jawa Timur Mendunia Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

20 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Bank Mandiri

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan Aset Tumbuh Dua Digit

26 Juni 2026
Hi-Tech Mall bakal meluncur dengan wajah baru. Kali ini sebagai pusat industri kreatif, UMKM, komunitas, dan anak muda.

Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya Soft Launching 5 Juli 2026, Disulap Jadi Pusat Industri Kreatif

24 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik 2026 setelah berhasil menuntaskan 98 persen laporan warga melalui sistem CRM.

Pemprov DKI Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola Responsif 2026, Tuntaskan 98 Persen Aduan Warga

24 Juni 2026
Berita Lainnya
Hasil perkebunan sawit (foto: istimewa)

GAPKI Pastikan Pasokan CPO Aman untuk B50, Produksi Sawit Nasional Dinilai Mampu Penuhi Kebutuhan

29 Juni 2026
Bank Muamalat meraih penghargaan The Best Bank in Customer Experience 2026 dengan skor tertinggi di kategori bank umum syariah.

Bank Muamalat Raih Predikat Bank Syariah Terbaik dalam Pengalaman Nasabah Versi BankCX Tracker 2026

29 Juni 2026
PHE memperingati 19 tahun dengan kontribusi 65% produksi minyak nasional dan strategi penguatan ketahanan energi melalui eksplorasi serta inovasi.

19 Tahun PHE, Kontribusi Produksi Migas Nasional Capai 65 Persen dan Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

29 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.