Muscat (pilar.id) – Maskapai bertarif rendah (low-cost carrier) asal Oman, SalamAir, resmi memperluas jaringan internasionalnya ke Asia Tenggara dengan meluncurkan rute penerbangan berjadwal perdana yang menghubungkan Muscat dan Medan. Langkah strategis ini menjadi tonggak sejarah baru karena menandai ekspansi pertama maskapai tersebut ke pasar penerbangan Indonesia. Penerbangan langsung ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi, pariwisata, dan budaya antara Kesultanan Oman dan Republik Indonesia melalui opsi perjalanan yang lebih terjangkau.
Menandai momen krusial tersebut, manajemen SalamAir menggelar seremoni perayaan resmi di Muscat pada Kamis (2/7/2026). Agenda ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pemerintah, pemangku kepentingan sektor penerbangan, mitra pariwisata, serta komunitas diplomatik dan perwakilan media dari kedua negara guna memperingati penguatan konektivitas udara antarnegara tersebut.
Frekuensi Dua Kali Seminggu dan Bidik Pasar Umrah
Layanan penerbangan berjadwal dari Bandar Udara Internasional Muscat menuju Kota Medan ini dijadwalkan beroperasi dua kali seminggu. Dalam melayani koridor baru tersebut, SalamAir mengerahkan armada modern Airbus A321neo, yang diklaim mampu memberikan kenyamanan optimal sekaligus efisiensi biaya bagi para penumpang.
Selain menghubungkan dua kota besar secara langsung, rute baru ini diproyeksikan memegang peranan penting dalam mengakomodasi tingginya pertumbuhan pasar perjalanan ibadah Umrah di Indonesia. Melalui rute ini, para jamaah dan pelancong dari Sumatra Utara dapat menikmati konektivitas terintegrasi satu atap (one-stop connections) menuju Jeddah dan Madinah via transit di Muscat. Di samping itu, koridor udara ini dipercaya akan memicu pertumbuhan eksponensial di sektor hubungan bisnis lintas negara.
Medan sebagai Gerbang Wisata Strategis Sumatra
Keputusan maskapai memilih Medan sebagai destinasi perdana di Indonesia didasari oleh posisi strategis ibu kota Sumatra Utara tersebut sebagai pusat komersial dan gerbang budaya utama. Wilayah ini menawarkan akses langsung ke berbagai destinasi wisata ikonik dunia, termasuk Danau Toba yang merupakan salah satu danau vulkanik terbesar global yang telah menyandang status UNESCO Global Geopark. Daya tarik alam inilah yang menjadi magnet kuat bagi pelancong asal Oman serta kawasan Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) secara keseluruhan.
Pihak maskapai pun menyatakan optimisme tinggi terhadap pembukaan rute ini. Chief Executive Officer (CEO) SalamAir, Adrian Hamilton-Manns, mengutarakan bahwa kehadiran penerbangan ke Indonesia mencerminkan komitmen korporasi dalam menghubungkan Oman dengan pasar-pasar potensial di Asia yang selama ini belum terlayani secara maksimal. Ia turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat serta para mitra industri yang mengawal kolaborasi ini hingga terwujud. Hamilton-Manns meyakini bahwa akses transportasi ini akan berkontribusi signifikan pada peningkatan arus perdagangan dan mempererat hubungan antarwarga (people-to-people connections).
Dukungan Diplomatik dan Dorongan Investasi
Apresiasi senada juga datang dari perwakilan diplomatik Indonesia di Oman. Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Muscat, Heru Budiarso, menilai bahwa peluncuran layanan udara langsung ini adalah pembuktian dari hubungan persahabatan jangka panjang yang erat antara Indonesia dan Oman. Menurutnya, perluasan akses penerbangan harian ini tidak hanya akan mendorong sektor pariwisata, melainkan juga menstimulasi pertumbuhan angka investasi dan pertukaran budaya global.
Menyusul kesuksesan seremoni peluncuran, penerbangan perdana (inaugural flight) SalamAir dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Muscat pada Jumat, 3 Juli 2026. Pesawat perdana ini akan mengangkut penumpang umum, tamu undangan, serta delegasi media untuk menandai dimulainya operasional komersial rute Muscat-Medan secara reguler.
Bagian dari Target Besar Oman Vision 2040
Pembukaan rute ke Sumatra Utara ini melengkapi strategi ekspansi jaringan global SalamAir yang agresif, di mana maskapai kini telah melayani lebih dari 40 destinasi yang tersebar di Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Eropa. Dengan dukungan investasi armada pesawat Airbus yang terus tumbuh, maskapai berkomitmen menyediakan opsi perjalanan udara yang andal, murah, dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Langkah korporat ini juga berjalan selaras dalam mendukung visi makro pembangunan negara, yakni Oman Vision 2040. Target tersebut membidik penguatan sektor pariwisata non-migas, perluasan perdagangan internasional, dan peningkatan konektivitas global Kesultanan Oman. Bagi masyarakat yang ingin melakukan mobilitas, pemesanan tiket penerbangan kini sudah dibuka melalui situs resmi perusahaan, aplikasi seluler, hingga agen perjalanan resmi dengan tarif promosi satu arah yang ditawarkan mulai dari harga 55 Rial Oman (OMR).










