Atlanta (pilar.id) – Tim nasional Argentina menunjukkan mentalitas juara sejati setelah berhasil melakukan salah satu kebangkitan (comeback) paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-79, Sang Juara Bertahan sukses membalikkan keadaan untuk menumbangkan Mesir dengan skor ketat 3-2 di Stadion Atlanta, sekaligus mengamankan tempat di babak perempat final.
Gelandang Chelsea, Enzo Fernández, menjadi pahlawan kemenangan Albiceleste melalui gol sundulannya pada menit kedua masa injury time (92′). Kemenangan ini menjaga asa armada Lionel Scaloni untuk mempertahankan gelar juara demi mewujudkan ambisi ‘bicampeonato’—setelah kesuksesan besar mereka di Qatar pada tahun 2022 lalu.
Kejutan Babak Pertama dan Kegagalan Penalti Lionel Messi
Pertandingan sejatinya berjalan alot sejak peluit pertama dibunyikan. Mesir, yang lolos ke fase gugur setelah melewati drama adu penalti melawan Australia di babak 32 besar, bermain sangat disiplin dan rapat di lini belakang.
Skuad asuhan Rui Vitória justru berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-15. Memanfaatkan umpan silang akurat dari Marwan Attia, bek Yasser Ibrahim berhasil mendahului kawalan Lisandro Martínez untuk menyundul bola ke gawang yang dikawal Emiliano Martínez.
Argentina memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan tak lama setelah itu, ketika Nicolás Tagliafico dijatuhkan oleh Haissem Hassan di kotak terlarang. Namun, eksekusi penalti Lionel Messi yang mengarah ke sisi kiri bawah mampu dibaca dengan sempurna oleh penjaga gawang Mesir,
Mostafa Shobeir. Ketangguhan Shobeir di bawah mistar gawang terus berlanjut hingga akhir babak pertama dengan menggagalkan sejumlah peluang emas dari Alexis Mac Allister dan Julián Álvarez, sementara tendangan bebas jarak jauh Messi hanya membentur tiang gawang.
Drama VAR dan Momentum Kebangkitan Sang Juara Bertahan
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Argentina semakin meningkat, memaksa lini belakang Mesir bertahan sangat dalam.
Melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-58, Mostafa Zico sempat menggetarkan jala Argentina, namun dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena adanya pelanggaran terlebih dahulu terhadap Lisandro Martínez dalam proses membangun serangan.
Kendati demikian, Mesir benar-benar menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-67. Kerja sama apik antara bintang Liverpool, Mohamed Salah, dan Hassan berhasil diselesaikan dengan sepakan akurat oleh Mostafa Zico. Tertinggal 0-2 membuat fans Argentina di stadion sempat terhenyak lesu.
Namun, mentalitas juara berbicara di sisa 11 menit waktu normal. Bek Cristian Romero memicu momentum kebangkitan pada menit ke-79 lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang terukur dari Messi.
Hanya berselang empat menit, Stadion Atlanta bergemuruh ketika Messi membayar kegagalan penaltinya dengan menyambar bola liar di dalam kotak penalti. Gol tersebut menjadi gol ke-8 Messi di turnamen ini sekaligus gol ke-21 sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia.
Puncaknya terjadi pada menit ke-92, saat Lautaro Martínez melepaskan umpan silang lambung ke dalam kotak penalti. Enzo Fernández yang berlari kencang dari lini kedua berhasil menyambut bola dengan sundulan keras ke pojok atas gawang Shobeir, memastikan kemenangan dramatis 3-2 untuk Argentina.
Dominasi Statistik yang Berujung Kemenangan Valid
Secara matematis dan kualitas permainan, kemenangan Argentina ini dinilai sangat layak. Berdasarkan data statistik pascalaga, Albiceleste mencatatkan dominasi yang sangat mencolok sepanjang 90 menit pertandingan dengan nilai Expected Goals (xG) mencapai 2.8, berbanding jauh dengan Mesir yang hanya mengemas 0.98 xG.
Skuad asuhan Lionel Scaloni tersebut juga tampil luar biasa agresif dengan melepaskan total 19 tembakan ke arah gawang, hampir empat kali lipat dari catatan Mesir yang hanya menorehkan 5 tembakan di sepanjang laga.
Meski Mesir tampil sangat efektif dan hampir saja menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen ini, dominasi serangan dan agresivitas Argentina akhirnya membuahkan hasil nyata di menit-menit krusial. Di babak perempat final nanti, Argentina dijadwalkan akan menantang pemenang laga antara Swiss dan Kolombia untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal. (mad/hdl)










