Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Kendaraan Pribadi Menumpuk, Surabaya jadi Kota Termacet

Kendaraan Pribadi Menumpuk, Surabaya jadi Kota Termacet

Peristiwa Retno Wulandari26 Januari 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
(foto : Hendro D. Laksono)

Surabaya (pilar.id) – Surabaya kini tengah mendapat penobatan sebagai kota termacet di Indonesia. Hal itu tidak lepas dari status kota Surabaya sebagai metropolis.

Dimana mayoritas aktivitas kerja masyarakat Surabaya dan sekitarnya berpusat di Kota Pahlawan tersebut.

Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum selaku Ahli Ilmu Sejarah Perkotaan menyebut, bahwa sesungguhnya Surabaya telah menjadi metropolis sejak dahulu.

“Tepatnya yakni ketika awal abad ke-20. Surabaya sudah menjadi pusat kegiatan masyarakat daerah sekitarnya pada waktu itu,” tuturnya.

Kendati demikian, kemacetan Kota Surabaya pada waktu itu tidak seperti sekarang. “Dahulu masyarakat jarang menggunakan angkutan pribadi,” imbuh Prof. Purnawan.

Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum. Dosen Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga

Angkutan-angkutan umum masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat pada masa itu sehingga tidak terlalu banyak kendaraan di jalanan.

Berbeda dengan masa kini, Prof. Purnawan mengamati bahwa masyarakat banyak yang lebih memilih angkutan pribadi. Pilihan tersebut berdasarkan pada berbagai macam alasan.

“Akhirnya jumlah angkutan pribadi menjadi semakin banyak dan menumpuk di jalanan. Itu yang kemudian menyebabkan kemacetan Surabaya seperti sekarang ini. Berbeda dengan dahulu yang tidak semua orang memiliki kendaraan pribadi, hanya para penjajah,” ungkap Prof. Purnawan.

Solusi Kemacetan

Guna mengatasi kemacetan yang semakin parah, Prof. Purnawan menyebut perlunya pembatasan pembelian angkutan atau kendaraan pribadi. Dengan begitu maka jumlah kendaraan di jalanan akan lebih sedikit dan kemacetan lebih mudah terurai.

Baca Juga  UNAIR Gelar PDB Expo 2024 untuk Kolaborasi dan Inovasi Mahasiswa

“Pemerintah perlu membatasi penjualan kendaraan pribadi. Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan angkutan umum ke seluruh wilayah Surabaya secara merata. Lebih lanjut, jalan-jalan utama di Surabaya harus diperlebar guna mengurai kemacetan,” terang Prof. Purnawan.

Apabila solusi tersebut tidak segera diterapkan, bukan tidak mungkin bahwa kemacetan Surabaya akan semakin meningkat. Kemajuan zaman dan kota akan membuat aktivitas masyarakat bertambah.

“Jika tidak berimbang dengan pembatasan kendaraan di jalanan, ya akan semakin macet,” ujar Prof. Purnawan.

Meskipun macet, akan tetapi menurut Prof. Purnawan bahwa tidak serta-merta Surabaya bisa dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia. Perlu ada peninjauan ulang terkait aspek-aspek kemacetan di Surabaya.

“Tidak semua wilayah di Surabaya ini macet. Selain itu biasanya kemacetan hanya terjadi pada jam-jam tertentu. Misalnya pagi ketika jam berangkat kerja dan sore hari ketika masyarakat banyak yang pulang kerja,” pungkas Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair) ini. (ade/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Kota Surabaya Purnawan Basundoro Universitas Airlangga

Berita Lainnya

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo gelar pelatihan BLS di KBRI Rabat, bekali diaspora Indonesia dengan keterampilan darurat medis penting.

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo Latih BLS Diaspora Indonesia di Maroko, Perkuat Respons Darurat Global

27 April 2026
FK UNAIR dan IDGNH Belanda sepakat menjalin kolaborasi internasional untuk riset, pertukaran ahli, dan peningkatan layanan medis.

Sinergi Lintas Benua: FK UNAIR dan IDGNH Belanda Jalin Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan

23 April 2026
Mahasiswa UNAIR ciptakan Biofilter Farmtech, karpet kandang anti bau yang ubah limbah jadi kompos, juara 1 Business Plan nasional UPB.

Mahasiswa Universitas Airlangga Ciptakan Karpet Kandang Anti Bau, Raih Juara 1 Nasional Business Plan

22 April 2026
Guru Besar Sosiologi Gender Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Emy Susanti

Makna Hari Kartini 2026: Guru Besar UNAIR Tekankan Otonomi Perempuan dan Soroti Beban Ganda

21 April 2026
Wira Dharma Alrasyid

Lebaran Tanpa Mudik, Mahasiswa UNAIR Asal Aceh Pilih Bertahan di Surabaya dan Temukan Makna Baru

21 Maret 2026
Guru Besar Departemen Komunikasi, Prof Dra Rachmah Ida M Com PhD

Pemerintah Batasi Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Konten Digital

13 Maret 2026
Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE, MSc

Pakar UNAIR: Zakat Berperan Strategis Kurangi Ketimpangan Sosial di Indonesia

6 Maret 2026
Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Program Studi Gizi FKM Universitas Airlangga

Pola Tidur Sehat Saat Puasa, Kunci Tekan Risiko Gangguan Metabolik di Bulan Ramadan

28 Februari 2026
Salsyabila Putri Pratama

Inspirasi Salsyabila Putri: Kembangkan JIVVA Sportswear, Brand Lokal yang Bidik Tren Gaya Hidup Sehat

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.