Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Sejarah Panjang Golput, Dan Bagaimana Trennya di Pemilu 2024?

Sejarah Panjang Golput, Dan Bagaimana Trennya di Pemilu 2024?

Politik Herry Supriyatna26 Januari 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi pencoblosan pemilihan umum (Foto: Element5 Digital, pexels)

Jakarta (pilar.id) – Fenomena golput atau golongan putih, sering menyita perhatian dari masa ke masa saat Pemilu. Begitu halnya pada ajang Pemilu 2024 mendatang. Keberadaan golput pun di setiap gelaran Pemilu,  sangat sulit dihindari. Sebab, tidak ada dalam sejarah partisipasi pemilu yang mampu mencapai angka 100 persen.

Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho menjelaskan, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), angka golput menunjukkan tren yang meningkat. Tingkat golput awalnya hanya sebesar 8,60 persen pada 1955, lalu turun 5,2 persen menjadi 3,4 persen pada 1971. Kemudian, pada Pemilu 1977 hingga 1997, tingkat golput perlahan mengalami kenaikan.

Pada era reformasi, tingkat golput semakin memprihatinkan. Angkanya melambung hingga puncaknya pada Pileg 2009 yang mencapai 29,1 persen. Meningkatnya angka golput berarti partisipasi pemilih semakin menurun.

“Selain itu, ini juga mengindikasikan tingkat kepercayaan kepada proses demokrasi yang menurun,” kata Agung, Rabu (26/1/2022).

Kata dia, Indonesia terhitung sudah menjalani tiga kali pemilihan presiden di era reformasi, yaitu Pilpres 2004, 2009, dan 2014. Dari ketiga pemilihan tersebut, angka golputnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Pada 2004, proses pemilihan presiden dilakukan dua putaran, karena kelima pasangan belum ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen pada putaran pertama. Ternyata, angka golput meningkat. Pada putaran pertama Pilpres 2004, angka golputnya sebesar 21,8 persen dan menjadi 23,4 persen pada putaran kedua.

Baca Juga  Tentukan Arah Peta Politik Indonesia, Peneliti: Moeldoko yang Bisa Jadi 'Kuda Hitam' di Pilpres 2024

Lima tahun setelahnya, angka golput kembali meningkat hingga 4,9 persen menjadi 28,30 persen pada pilpres 2009. Pada 2014, secara nasional angka Golput rata-rata mencapai 30,8 persen. Provinsi dengan angka golput tertinggi adalah Kepulauan Riau mencapai 40 persen dari total pemilih terdaftar sebanyak 1,39 juta.

Sementara pada 2019 tingkat golput 23,30 persen. Turun 7 persen dari tahun 2014. Penurunan ini disebabkan ada persaingan yang ketat antar dua pasang kandidat capres dan cawapres, selain juga meningkatnya partisipasi kelompok minoritas non-muslim akibat gerakan 212.

“Gerakan ini gencar menyuarakan kepada kaum Muslim agar tidak memilih pemimpin non-Muslim dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, dan berada di balik upaya yang berhasil memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama, yang saat itu menjabat gubernur DKI Jakarta, atas dakwaan penistaan agama,” kata dia.

Lalu, meskipun Pemilu 2024 masih jauh, isu mengenai golput itu kembali mencuat. Beberapa kelompok bahkan mulai menyerukan golput dalam ajang pemilu serentak mendatang. Mereka meyakini bahwa tidak memilih salah satu kontenstan, juga merupakan sebuah pilihan. Sebab, mereka percaya, golput juga termasuk hak politik setiap warga negara.

Munculnya gejala golput itu disebabkan adanya kekecewaaan dan ketidakpuasan masyarakat pada pemerintah, sekaligus ketidakpercayaan mereka pada oposisi. Pemerintah dinilai tidak berhasil dalam menuntaskan berbagai isu selama masa pemerintahannya.

Adapun pihak oposisi juga dipandang tidak memiliki prospek kepemimpinan yang menjanjikan, juga tidak memiliki rekam jejak yang baik. Sebagai contoh, banyak yang menyebut, pemerintah telah gagal kala menangani pandemi covid-19. Mereka juga dinilai lamban saat mengambil kebijakan yang tepat dan terukur.

Baca Juga  Wakil Ketua Komisi II DPR RI: Tahapan Pemilu 2024 Dibahas Bulan Maret Tahun Ini

Kepercayaan publik juga tergerus sebab presiden tidak dapat memenuhi janjinya guna memperkuat KPK. Apa yang terjadi justru sebaliknya. Semakin hari lembaga antirasuah itu semakin melemah.

Jika kita melihat penyebab orang menjadi golput pada Pilpres 2024 nanti, maka dari beberapa tokoh yang digadang-gadang akan menjadi calon presiden, ada beberapa tokoh yang akan memengaruhi sikap golput dalam pilpres 2024, sehingga angka golput akan mengecil di pilpres 2024 nanti.

“Pilpres 2024 bisa menjadi pilpres pertama dalam sejarah yang angka golputnya paling rendah jika melihat faktor penyebab pemilih menjadi golput, apalagi berdasarkan survei untuk Pilpres 2024, publik mengharapkan bagi calon presiden yang berkriteria cerdas dan memiliki visioner lebih tinggi daripada yang merakyat dan tegas,” pungkasnya. (her/fat)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Demokrasi Golongan Putih Golput pemilu Pilpres

Berita Lainnya

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono saat menghadiri olahraga bersama prajurit TNI-Polri dan ASN di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun

Panglima TNI: Netralitas TNI-Polri dan ASN Memiliki Peran Besar untuk Suksesnya Pemilu 2024

21 Oktober 2023

Respon Ganjar Soal Penundaan Pemilu: Aneh Tidak Masuk Akal

6 Maret 2023

Jaga Kondusifitas di Tahun Politik

27 Januari 2023
Agus Harimurti Yudhoyono

Demokrat Gabung Koalisi, Dorong Nasdem dan PKS Bentuk Sekretariat Perubahan

26 Januari 2023

Polri Gencarkan Patroli Siber Cegah Penyebaran Hoaks Pemilu 2024

20 Januari 2023

Apa Tugas PPS? Apa Wewenang PPS? Kapan Pemilu 2024? Berikut Jawaban Lengkapnya

18 Januari 2023
ilustrasi pemilu 2024

Sudah Rilis, Jadwal dan Cek Hasil Seleksi Wawancara Tes PPS Pemilu 2024, Klik di Sini

18 Januari 2023

Link Download Materi Kisi-kisi tes Wawancara PPK PPS Pemilu 2024, Barisan Poin-poin Penting Ini Harus Dipelajari

17 Januari 2023
Ketum PBNU Gus Yahya

Gus Yahya: Capres Pemilu 2024 Jangan Mengatasnamakan NU

11 Januari 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.