Mamuju (pilar.id) – Peluang ekonomi bernilai ekonomi istimewa, sarang burung walet dari Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dipasarkan ke Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.
“Mengawali 2022 ini sarang burung walet senilai Rp1 miliar milik masyarakat dipasarkan ke Salatiga,” kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju, Agus Karyono di Mamuju, Sabtu (12/2/2022).
Agus menjelaskan, sarang burung walet merupakan komoditas unggulan pertanian Sulbar dari subsektor peternakan selama dua tahun terakhir.
Maklum, dari catatan pilar.id, sarang burung walet memiliki banyak manfaat. Seperti sumber mineral yang penting untuk tubuh, meningkatkan imun, mengandung antioksidan yang tinggi dan mencegah kanker, bahkan dipercaya mampu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.
Yang jelas, kata Agus, Karantina Pertanian Mamuju pada 2020 telah menyertifikasi sarang burung walet sebanyak 1.336 kilogram untuk dipasarkan dan dikirim ke daerah lain. Kemudian pada 2022 meningkat menjadi 2.662 kilogram.
Ia berharap, pada 2022 frekuensi pengiriman dan jumlah produksi sarang burung walet di Sulbar terus mengalami peningkatan. “Sarang burung walet di Sulbar merupakan salah satu komoditas pertanian yang berpotensi ekspor dan peternak yang mengembangkannya dapat meraih keuntungan besar,” katanya.
Agus juga menyampaikan jika saat ini pemerintah daerah di Sulbar telah melakukan bimbingan teknis agar sarang burung walet di Sulbar dapat terus dikembangkan para peternak.
“Dalam melakukan pengiriman sarang burung walet dari Sulbar, Karantina Pertanian Mamuju selalu memeriksa agar dalam kondisi bersih dan rapi serta utuh agar kualitasnya tetap terjamin,” katanya. (hdl/antara)



