Wolverhampton (www.pilar.id/) — Wolverhampton Wanderers tengah menghadapi situasi pelik terkait masa depan penyerang muda mereka, Fabio Silva. Pemain berusia 23 tahun itu telah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya dan semua pihak tampaknya sepakat bahwa perpisahan menjadi opsi terbaik.
Diboyong dengan mahar £35 juta dari FC Porto pada tahun 2020, Silva belum sekali pun tampil dalam laga pramusim Wolves musim panas ini, meskipun masih ikut berlatih bersama tim utama. Ia bahkan hanya menyaksikan dari tribun saat Wolves kalah 1-3 dari RC Lens pada pertandingan uji coba, Rabu lalu.
Manajemen Wolves diyakini ingin segera melepas Silva. Namun, nilai jual yang mereka tetapkan, yaitu setidaknya £20 juta, dianggap terlalu tinggi mengingat kondisi kontraknya yang segera habis dan minim kontribusi dalam beberapa musim terakhir. Meski performanya cukup menjanjikan saat dipinjamkan ke Las Palmas musim lalu, harga tersebut tetap dianggap tidak realistis.
AS Roma Tawarkan Skema Pinjaman
Menurut laporan dari Corriere dello Sport, klub Serie A AS Roma masih menunjukkan minat terhadap Fabio Silva. Roma disebut ingin mendatangkannya melalui skema pinjaman selama satu musim, dengan kewajiban pembelian permanen di akhir masa peminjaman.
Namun, skema itu hanya bisa terjadi apabila Silva bersedia menandatangani perpanjangan kontrak selama 12 bulan dengan Wolves—langkah yang cukup rumit mengingat sang pemain kemungkinan besar tidak memiliki masa depan di Molineux.
Pelatih anyar Roma, Gian Piero Gasperini, disebut sebagai pengagum gaya bermain Silva dan menilai sang striker mampu berperan fleksibel dalam berbagai posisi lini depan. Hal ini bisa menjadi faktor penarik bagi Silva untuk mempertimbangkan tawaran tersebut.
Risiko Kehilangan Gratis
Silva sendiri sebenarnya dapat bernegosiasi dengan klub luar Inggris mulai Januari 2026 jika tak kunjung memperpanjang kontraknya. Hal ini membuat Wolves berisiko kehilangan sang pemain secara gratis di akhir musim.
Oleh karena itu, satu-satunya langkah realistis bagi Wolves adalah menurunkan tuntutan harga jual mereka demi mencegah kerugian lebih besar di masa depan, mengingat Silva pernah menjadi pembelian termahal dalam sejarah klub.
Walau demikian, Wolves juga tidak berada dalam kondisi finansial yang mendesak. Klub asal Midlands itu telah meraup sekitar £100 juta dari penjualan dan peminjaman pemain serta berhasil memangkas beban gaji secara signifikan. Dengan demikian, menjual Silva bukanlah keharusan mutlak untuk neraca keuangan musim 2025/2026. (mad/hdl)









