Jakarta (pilar.id) – Setiap tanggal 10 Mei, masyarakat di seluruh dunia memperingati Hari Lupus Sedunia. World Lupus Day. Hari Lupus Sedunia ini disimbolkan dengan warna ungu. Peringatan ini dilakukan dengan tujuan agar seluruh dunia memberikan perhatian akan dampak dari lupus.
Tahun ini, peringatannya berfokus pada perlunya peningkatan layanan kesehatan pasien, peningkatan penelitian tentang penyebab dan penyembuhan lupus, diagnosis dan pengobatan lupus lebih dini, dan data epidemiologi yang lebih baik tentang lupus secara global.
Dilansir dari Website Kemenkes RI, Lupus merupakan penyakit inflamasi autoimun kronik, dengan etiologi yang belum diketahui. Manifestasi klinis, perjalanan penyakit dan prognosis lupus sangat beragam.
Sistem kekebalan tubuh pada penyakit ini akan mengalami kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara substansi asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada Penyakit Lupus terjadi produksi antibodi yang berlebihan namun tidak menyerang kuman atau antigen tetapi menyerang sistim kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri.
Secara normal, sistem kekebalan manusia menghasilkan protein yang disebut antibodi yang melindungi tubuh dari virus maupun bakteri. Namun pada penderita lupus, antibodi ini malah menyerang tubuh dengan merusak sel-sel sehat sehingga membuat penderitanya kerap mengalami peradangan dan infeksi pada sistem jaringan tubuhnya.
Lupus tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada sebatas untuk meredakan keluhan, mencegah munculnya gejala, dan menghambat perkembangan penyakit. Metode pengobatannya bisa berupa pemberian obat-obatan, penerapan pola hidup sehat, dan pengelolaan stres dengan cara yang positif.
hari Lupus Sedunia pertama kali diperkenalkan di Kanada pada 2004. Saat itu hari Lupus diciptakan untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit yang saat itu belum banyak diketahui banyak orang. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global yang bisa menyerang siapapun. Kurang lebih sekitar lima juta orang berjuang melawan lupus.
Awalnya World Lupus Day diselenggarakan oleh komunitas lupus dari tiga belas negara. Mereka meminta pemerintah mereka untuk meningkatkan dana untuk penelitian, menyediakan layanan pasien yang lebih baik, meningkatkan data epidemiologi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat.
Adapun faktor resiko penyakit lupus antara lain;
1. Hormon
Pada faktor hormon, lupus dapat menyerang di segala usia. Usia yang sering di diagnosa penyakit ini adalah pada usia 15 sampai 40 tahun. Lupus lebih sering menyerang pada wanita ketimbang pria.
2. Genetik
Pada faktor genetik, gangguan ini lebih rentan pada orang-orang dengan kulit berwarna, terutama pada ras Asia, Afrika, dan Hispanik. Dalam riwayat keluarga, seseorang yang memiliki kerabat tingkat pertama atau kedua dengan penyakit lupus memiliki risiko lebih tinggi.
3. Faktor Lingkungan
Jumlah peningkatan kasus dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh Orang yang merokok karena paparan tembakau yang lebih tinggi. Selain itu, Beberapa sumber mengatakan jika pancaran sinar matahari yang terkena tubuh kemungkinan dapat meningkatkan risiko dari lupus.
Gejala lupus sangat beragam dan bisa berbeda pada tiap penderitanya. Hal ini karena lupus bisa menyerang berbagai organ atau jaringan tubuh. Beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami lupus bisa dirasa ringan atau berat, terjadi tiba-tiba atau bertahap, dan berlangsung sementara atau permanen.
Ada beberapa gejala yang sering muncul pada penderita lupus, yaitu;
1. Sering merasa kelelahan meski sudah cukup beristirahat
2. Muncul ruam dari batang hidung sampai kedua pipi (butterfly rash)
3. Muncul ruam di bagian tubuh lain, seperti tangan dan pergelangan tangan
Ruam kulit bertambah parah, nyeri, atau gatal, jika terpapar sinar matahari
4. Sendi terasa nyeri, kaku, atau bengkak
5. Demam secara tiba-tiba
6. Mulut dan mata terasa kering
7. Sesak napas
8. Nyeri dada
9. Sakit kepala
10. Linglung
11. Daya ingat menurun
12. Sariawan
13. Rambut rontok
14. Kejang
15. Pembengkakan pada pergelangan kaki akibat penumpukan cairan
16. Fenomena Raynaud, yaitu jari-jari tangan dan kaki memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau saat sedang stres.
Jika anda mengalami gejala diatas, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. (feb/fat)

