Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Peringati Hari Lupus Sedunia, Mari Kenali Faktor dan Gejalanya

Peringati Hari Lupus Sedunia, Mari Kenali Faktor dan Gejalanya

Peristiwa Dwita Feby Febriyola10 Mei 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi - Obat-obatan Peringati Hari Lupus Sedunia (Foto: Anshu A, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Setiap tanggal 10 Mei, masyarakat di seluruh dunia memperingati Hari Lupus Sedunia. World Lupus Day. Hari Lupus Sedunia ini disimbolkan dengan warna ungu. Peringatan ini dilakukan dengan tujuan agar seluruh dunia memberikan perhatian akan dampak dari lupus.

Tahun ini, peringatannya berfokus pada perlunya peningkatan layanan kesehatan pasien, peningkatan penelitian tentang penyebab dan penyembuhan lupus, diagnosis dan pengobatan lupus lebih dini, dan data epidemiologi yang lebih baik tentang lupus secara global.

Dilansir dari Website Kemenkes RI, Lupus merupakan penyakit inflamasi autoimun kronik, dengan etiologi yang belum diketahui. Manifestasi klinis, perjalanan penyakit dan prognosis lupus sangat beragam.

Sistem kekebalan tubuh pada penyakit ini akan mengalami kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara substansi asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada Penyakit Lupus terjadi produksi antibodi yang berlebihan namun tidak menyerang kuman atau antigen tetapi menyerang sistim kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri.

Secara normal, sistem kekebalan manusia menghasilkan protein yang disebut antibodi yang melindungi tubuh dari virus maupun bakteri. Namun pada penderita lupus, antibodi ini malah menyerang tubuh dengan merusak sel-sel sehat sehingga membuat penderitanya kerap mengalami peradangan dan infeksi pada sistem jaringan tubuhnya.

Lupus tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada sebatas untuk meredakan keluhan, mencegah munculnya gejala, dan menghambat perkembangan penyakit. Metode pengobatannya bisa berupa pemberian obat-obatan, penerapan pola hidup sehat, dan pengelolaan stres dengan cara yang positif.

Baca Juga  Bola-balik ke RS, Isyana Sarasvati Dikabarkan Menderita Autoimun!

hari Lupus Sedunia pertama kali diperkenalkan di Kanada pada 2004. Saat itu hari Lupus diciptakan untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit yang saat itu belum banyak diketahui banyak orang. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global yang bisa menyerang siapapun. Kurang lebih sekitar lima juta orang berjuang melawan lupus.

Awalnya World Lupus Day diselenggarakan oleh komunitas lupus dari tiga belas negara. Mereka meminta pemerintah mereka untuk meningkatkan dana untuk penelitian, menyediakan layanan pasien yang lebih baik, meningkatkan data epidemiologi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Adapun faktor resiko penyakit lupus antara lain;

1. Hormon

Pada faktor hormon, lupus dapat menyerang di segala usia. Usia yang sering di diagnosa penyakit ini adalah pada usia 15 sampai 40 tahun. Lupus lebih sering menyerang pada wanita ketimbang pria.

2. Genetik

Pada faktor genetik, gangguan ini lebih rentan pada orang-orang dengan kulit berwarna, terutama pada ras Asia, Afrika, dan Hispanik. Dalam riwayat keluarga, seseorang yang memiliki kerabat tingkat pertama atau kedua dengan penyakit lupus memiliki risiko lebih tinggi.

3. Faktor Lingkungan

Jumlah peningkatan kasus dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh Orang yang merokok karena paparan tembakau yang lebih tinggi. Selain itu, Beberapa sumber mengatakan jika pancaran sinar matahari yang terkena tubuh kemungkinan dapat meningkatkan risiko dari lupus.

Gejala lupus sangat beragam dan bisa berbeda pada tiap penderitanya. Hal ini karena lupus bisa menyerang berbagai organ atau jaringan tubuh. Beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami lupus bisa dirasa ringan atau berat, terjadi tiba-tiba atau bertahap, dan berlangsung sementara atau permanen.

Baca Juga  Mengenal Lupus, Penyakit yang Diderita Isyana Sarasvati

Ada beberapa gejala yang sering muncul pada penderita lupus, yaitu;

1. Sering merasa kelelahan meski sudah cukup beristirahat

2. Muncul ruam dari batang hidung sampai kedua pipi (butterfly rash)

3. Muncul ruam di bagian tubuh lain, seperti tangan dan pergelangan tangan
Ruam kulit bertambah parah, nyeri, atau gatal, jika terpapar sinar matahari

4. Sendi terasa nyeri, kaku, atau bengkak

5. Demam secara tiba-tiba

6. Mulut dan mata terasa kering

7. Sesak napas

8. Nyeri dada

9. Sakit kepala

10. Linglung

11. Daya ingat menurun

12. Sariawan

13. Rambut rontok

14. Kejang

15. Pembengkakan pada pergelangan kaki akibat penumpukan cairan

16. Fenomena Raynaud, yaitu jari-jari tangan dan kaki memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau saat sedang stres.

Jika anda mengalami gejala diatas, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. (feb/fat)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Hari Lupus Sedunia Lupus

Berita Lainnya

Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.