Beijing (www.pilar.id/) – Turnamen sepak bola remaja paling bergengsi di Tiongkok, Baidui Cup, resmi memasuki edisi ke-42 pada 8 Agustus 2024. Meski sempat diguyur hujan, ribuan peserta tetap antusias bertanding di sejumlah lapangan yang tersebar di enam distrik Beijing.
Turnamen yang berlangsung hingga 17 Agustus ini kembali memicu demam sepak bola di “Kota Olimpiade Ganda” tersebut. Lebih dari 1.000 tim berpartisipasi tahun ini, jauh meningkat dibanding edisi perdana pada 1984 yang hanya diikuti 112 tim.
Legenda sepak bola Tiongkok, Yang Chen (51), hadir menyaksikan jalannya pertandingan. Ia mengaku teringat masa kecilnya saat ikut serta di dua edisi awal turnamen.
“Inilah tempat mimpi saya dimulai. Bermain bersama teman-teman, mengejar kemenangan, dan menikmati momen menyenangkan,” kenang Yang.
Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah pembinaan. Anak-anak berusia 9–12 tahun tampak bersemangat menampilkan kemampuan terbaiknya. Salah satunya, Li Jinglin (10), yang sudah lima kali ikut serta di Baidui Cup. Meski awalnya berposisi gelandang, ia kini menjadi penjaga gawang utama timnya.
“Saya ingin membela kemenangan tim. Turnamen ini selalu saya nantikan saat liburan musim panas,” ujarnya.
Selain tim lokal, Baidui Cup juga menarik minat peserta dari luar Beijing, bahkan mancanegara. Tim dari Rongjiang, Guizhou—daerah yang terkenal dengan liga desa Cun Chao—tampil mengejutkan dengan strategi disiplin dan kekuatan fisik yang solid. Pelatih Ma Zhiqiang mengaku bangga dengan performa anak asuhnya yang baru pertama kali tampil di ajang ini.
Tak hanya itu, kehadiran pemain muda internasional juga menambah semarak turnamen. Akademi sepak bola Jadel, yang didirikan mantan pemain profesional Walter Musanhu pada 2019, menurunkan 150 pemain dari Tiongkok, Zimbabwe, hingga Jepang. Bahkan, Christiano Konono (11) asal Zimbabwe turut berlaga bersama rekan-rekan setimnya di Beijing.
Musanhu menegaskan bahwa Baidui Cup adalah ajang penting bagi pengembangan bakat.
“Saya ingin anak-anak ini memiliki kenangan terbaik sepanjang hidup mereka dan mencapai lebih dari apa yang saya raih,” katanya.
Gao Jun, Sekretaris Asosiasi Sepak Bola Beijing, menyebut turnamen ini sudah menjadi tradisi tahunan yang tak tergantikan. Hampir semua pesepak bola elite asal Beijing, termasuk mantan pemain timnas Shao Jiayi dan Liu Ying, pernah menimba pengalaman dari ajang ini.
Shao Jiayi, yang kini menjadi pelatih Qingdao West Coast di Liga Super Tiongkok, menambahkan:
“Perjalanan lebih dari 40 tahun bukan hal mudah. Saya berharap semakin banyak pemain muda bisa muncul dari Baidui Cup untuk berkontribusi pada sepak bola Tiongkok.”
Dengan semangat generasi muda dan dukungan keluarga, Baidui Cup terus memperkuat posisinya sebagai turnamen sepak bola remaja paling bergengsi di Tiongkok sekaligus wadah lahirnya bintang-bintang masa depan. (mad/hdl)









