Yogyakarta (pilar.id) – Beberapa tahun ke belakang, terutama ketika pandemi Covid-19, produk-produk fornitur jadi salah satu yang cukup banyak diminati. Hal ini sejalan dengan banyaknya tren melakukan renovasi atau menata ulang kamar dan ruang-ruang yang ada di rumah.
Salah satunya dengan cara mengganti furnitur agar tampak minialis atau lebih kekinian. Di tengah semakin mudahnya produk furnitur dari luar negeri masuk ke Indonesia. Ternyata furnitur lokal bahkan hasil produk dari UMKM pun cukup banyak mendapatkan perhatian dari para pembeli.
Hal ini disampaikanoleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Uwitan asal Yogyakarta, Aji Akbar Titimangsa. Ia adalah salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang furnitur dari bahan-bahan kayu.
Menariknya sedari awal fokus untuk mengembangkan UMKM itu di 2015, Aji benar- benar memanfaatkan kanal digital untuk memasarkan produk- produk tersebut.
“Kami hadir untuk menumbuhkan rasa percaya diri para perajin lokal itu, bahwa produk mereka itu bagus dan ada pasarnya di dalam negeri. Karena sejauh ini kalau industri ‘kraft’ ketika ditanyai pembelinya untuk ekspor atau lokal, pemikiran yang tercipta di para perajinnya itu untuk para pembeli ekspor di bagus- bagusin tapi yang lokal biasa aja. Ini yang mau kita ubah,” kata Aji dalam sesi diskusi bersama media di Experience Center Uwitan Jogja, Rabu (15/6/2022).
Awalnya Uwitan Jogja berjualan melalui media sosial, namun akhirnya mereka memutuskan untuk merambah pasar yang lebih luas dengan membuat situs web hingga bergabung ke ekosistem e-commerce termasuk Tokopedia.
Aji mengaku dirinya merasa sangat terbantu dengan banyak fitur yang dihadirkan oleh Tokopedia terutama untuk mempromosikan barang-barangnya di beberapa kampanye belanja seperti “Waktu Indonesia Belanja”.
Menurutnya, setiap mengikuti kampanye tersebut penjualannya baik yang melalui harga promosi maupun harga normal terpantau terus meningkat di bandingkan hari biasanya.
Melalui kanal daring itu pun Uwitan tumbuh semakin besar dan kini terus mengembangkan lebih banyak inovasi untuk menjaga kepercayaan pembelinya.
Adapun kini Uwitan sudah menjangkau sebanyak 50 perajin kriya mebel lokal yang tersebar di Tegal, Cirebon, Yogyakarta, Pemalang, dan Surabaya.
Dengan mengedepankan bahan lokal seperti pinus, rotan, serta mahoni yang telah tersertifikasi “Indonesian Legal Wood”, Uwitan berencana untuk hadir sebagai salah satu pilihan furnitur buatan anak bangsa dan menjadikannya primadona di negeri sendiri.
Ke depannya Uwitan Jogja akan mengeksplorasi desain dan motif yang akan memprioritaskan kearifan lokal dan kini tengah dalam tahapan pengembangan. (fat)

