Batu (pilar.id) – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh kalangan pesantren untuk melakukan modernisasi di bidang pendidikan. Karena menurutnya, pondok pesantren merupakan salah satu lembaga yang didalamnya dilakukan proses pendidikan dan transfer ilmu.
“Semakin berkembangnya dunia pendidikan, saya juga mengajak agar para ulama, para kyai dan seluruh yang ada di lingkungan Pondok Pesantren dapat terus melakukan modernisasi bidang pendidikan di dunia pesantren,” ajak Emil yang kini menjabat sebagai Plt. Gubernur Jatim itu.
Dalam sambutan pada Haul Akbar KH Abdurrochim Bin Achmad Syadizily ke 8 di Ponpes Ar Riyadi Riyadlul Jannah, Pandem-Junrejo, Batu, Kamis (7/7/2022) malam, mantan Bupati Trenggalek ini menjelaskan, modernisasi pendidikan perlu dilakukan bukan tanpa alasan. Melainkan agar para santri dan lulusan pondok pesantren mampu menghadapi tantangan zaman saat harus bersaing di masyarakat.
“Sehingga para santri dan para alumni dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
Tak hanya itu, Emil Dardak juga mengatakan perlunya membekali para santri dengan ilmu kewirausahaan sebagai bekal menjalani kehidupan setelah lulus dari pesantren. Ia juga menyampaikan bahwa selain ilmu agama dan ilmu pengetahuan, kewirausahaan akan sangat berharga diajarkan kepada para santri
Pasalnya, dengan bekal kewirausahaan maka santri akan dapat memiliki sudut pandang bahwa bekerja tidak hanya dengan menjadi Guru, PNS, atau pekerja kantoran. Bahwa dengan menjadi wirausaha mereka dapat bekerja, berpenghasilan dan bisa membantu orang lain dengan memberikan pekerjaan.
“Sehingga mereka dapat dapat mengembangkan jiwa wirausaha dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mendukung hal tersebut. Terbukti bahwa Pemprov Jatim sangat konsen terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan program One Pesantren One Produk (OPOP). Salah satunya adalah Meresmikan Grab OPOP Mart beberapa waktu yang lalu.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendukung dan mengembangkan program OPOP (One Pesantren One Produk) yang telah berjalan,”jelasnya.
Melalui OPOP dan bekal kewirausahaan bagi santri ia berharap akan banyak santri yang menjadi pengusaha dan mendorong pemberdayaan kemandirian umat.
“Diharapkan dengan adanya program ini dapat mencetak jiwa-jiwa entrepreneur bagi para santri,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Emil Dardak mengajak semua masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan segera menuntaskan vaksinasi baik pertama, kedua ataupun booster. Pasalnya penyebaran Covid-19 belum selesai karena masih dimungkinkan munculnya varian-varian baru.
“Mari kita tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan vaksinasi bagi yang belum, serta menerima vaksinasi booster lanjutan,”ajaknya.
“Dan mari sama-sama berusaha dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berlalu,” pungkasnya.
Hadir Rois Suriyah PBNU Kh. Miftahul Akhyar dan sejumlah ulama dari Jawa Timur diantaranya KH. Hasan Mutawakil dari PP Genggong Probolinggo, KH. Abdul Kholiq Hasan dari PP Tambak beras Jombang, Gus Hafizdul Hakim Nur dari PP Nurul Qodim Paiton Probolinggo, Syech Sami Al-kauhuli dari Nongkojajar Pasuruan, dan Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dari PP Suni Salafi, Kraton Pasuruan. (jel/hdl)








