Pontianak (pilar.id) – Sebaran titik panas menurut data yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak di 14 Kabupaten Kota yang ada di Kalimantan Barat mencapai 346 titik.
Kepala Seksi Data dan Informasi Kelas I BMKG Pontianak, Sutikno menerangkan jika jumlah titik panas per 20 Juli 2022 sore mencapai 346 titik.
“Sementara sebelumnya jumlah titik panas di Kalbar mencapai 289 titik. Mengalami kenaikan,” ungkapnya kepada pilar.id, Kamis (21/7/2022).
Iapun memprakirakan dari hari kemarin, Rabu 20 Juli 2022 masih berpotensi mudah terbakar hingga terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.
“Kemarin memang masih berpotensi muncul banyak titik panas. Diprakirakan mulai hari ini, tanggal 21 Juli 2022 akan mulai turun hujan di sebagian besar wilayah Kalbar,” jelasnya.
Diprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi di wilayah Kalbar periode tanggal 21 – 26 Juli 2022.
“Sehingga diprakirakan mulai tanggal 21 Juli 2022 wilayah Kalbar akan aman dari potensi terjadinya Karhutla,” terangnya.
Ia menambahkan pada periode tanggal 21 – 26 Juli 2022 perlu mewaspadai dampak akibat cuaca ekstrem.
“Seperti terjadinya genangan, banjir ataupun tanah longsor,” tutupnya. (din)









