Surabaya (pilar.id) – Dalam memperindah penampilan wajah begitu banyak cara. Salah satunya dengan facial treatment E-Shape yang baru dilaunching di Jakarta pada Mei 2022, dan Kamis (6/10/2022) di Ambrosia Hall, Resto Nine, Surabaya.
Facial treatment dengan metode E-Shape merupakan facial filler yang diperkenalkan oleh Zuellig Pharma Therapeutics (ZPT) di Indonesia dan merupakan pengembangan dari metode facial treatment V-Shape
Seperti yang dijelaskan oleh Eka Meliasari Khu, selaku product manager ZPT, jika metode facial E-Shape berfokus pada penyempurnaan bentuk wajah yang proporsional dan simetris. Sehingga memberikan efek garis wajah yang lebih tegas dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Jadi berbeda dengan tren V Shape yang berfokus pada penirusan dagu saja. Tetapi E-Shape berfokus pada semua, baik di pipi, rahang dan dagu, sehingga membuat wajah kencang dan awet muda,” ujarnya.
Pada penjelasannya, Eka menyampaikan jika trend facial treatment ini sudah ada di Amerika, dengan pengerjaan yang begitu singkat, sekitar 30 menit tanpa iritasi dan efek samping, seperti suntik wajah lainnya.
Pada acara pengenalan facial treatment ini, Junivan Lindra selaku dokter yang memperkenalkan E-Shape di Surabaya ini, menyampaikan jika salah faktor penuaan di wajah terjadi, dikarenakan mulai menghilangnya lemak dibeberapa bagian wajah yang mengakibatkan seseorang akan terlihat tua seiring umurnya.
“Maka E-shape mengatasi hal itu, dengan mengisi ke kosongan karena hilangnya lemak, dengan menyuntikan cairan Hyaluronic Acid di 7 titik pada wajah perempuan dan 9 titik pada wajah laki-laki,” jelasnya.
Tak hanya itu, dalam melakukan E-Shape dokter Junivan menyampaikan, jika tak sembarang dokter kecantikan dapat melakukannya, karena membutuhkan teknik tertentu dan memahami benar matematika wajah. Sehingga tak memunculkan efek filler yang berlebihan.
“Butuh sertifikasi dari ZPT dan sertifikat itu hanya dikeluarkan oleh ZPT. Sejauh ini E Shape ada dibeberapa ibu kota, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Kalau di Surabaya, salah satunya ada di Clariskin,” jabarnya.
Meski begitu, dalam paparannya Junivan menyebut perubahan wajah akan bertahan dari 18 hingga 24 bulan, tergantung pasien dalam kegiatannya.
“Pantangannya, yaitu hindari pemakaian air hangat pada wajah, setrika wajah dan spa wajah. Namun tetap bisa beraktifitas di luar ruangan, tanpa efek samping bengkak dan terlihat natural tanpa perubahan yang mencolok,” paparnya.
Dalam acara tersebut juga, dihadiri oleh Diana Putri, selaku fashion Internasional dan pasien yang telah mencoba facial treatment E Shape ini.
“Pengerjaannya cepat, hasilnya memuaskan. Tidak berefek samping, habis treatment langsung bisa kerja, tanpa harus penyembuhan dulu dan hasilnya natural itu yang saya suka. tidak terlalu mencolok tapi membuat saya lebih cantik dan percaya diri,” pungkas fashion desainer yang desain busananya pernah dipakai Black Pink ini.
Harga untuk satu kali facial treatment E-Shape, Eka menyebut sekitar Rp 5 juta pertiap satu titik injeksi. (jel/hdl)

