Jakarta (pilar.id) – Mason Mount benar-benar jadi tumpuan kemenangan Chelsea di pertandingan Premier League Minggu (16/10/2022) malam tadi melawan Aston Villa. Bermain di Villa Park, Chelsea memang menguasai lebih banyak bola dengan presentase mencapai 60 persen.
Namun, mereka benar-benar kalah dalam urusan kualitas dan kuantitas peluang. Aston Villa yang tertinggal sejak menit enam di awal laga, akibat kesalahan umpan yang dilakukan Tyron Mings, bermain dengan agresif.
Mereka mengandalkan kecepatan para pemain untuk melakukan serangan balik cepat. Hasilnya, berkali-kali para pemain Aston Villa membombardir gawang Kepa Arrizabalaga. Bahkan, kiper asal Spanyol tersebut dipaksa melakukan tiga kali blok tendangan secara beruntun untuk menjaga gawangnya tetap nir bobol.
Secara statistik, Aston Villa berhasil melepaskan 18 tendangan dimana 7 diantaranya tepat mengarah ke kiper. Sedangkan Chelsea hanya melepaskan 8 tendangan dimana hanya 4 yang mengarah ke gawang. Namun, dua diantaranya berhasil menjadi gol.
Chelsea yang mencoba melakukan serangan sejak awal pertandingan, bermain cukup tenang dengan mengandalkan umpan-umpan pendek diantara para pemain. Di menit keenam, Chilwell yang membawa bola di sisi kiri lapangna berusaha menggiring bola ke dalam di depan kotak penalti.
Melihat pergerakan Mount yang masuk ke dalam kotak penalti, Chilwell berupaya melepaskan umpan terobosan. Sayang, upaya tersebut masih berhasil di blok pemain bertahan Aston Villa.
Bola pun melambung tinggi ke dalam kotak penalti. Tyron Mings, yang berdiri bebas berusaha menyundul bola menjauh dari perteahannya. Namun, arah bola justru mengarah ke belakang dan dekat ke Mason Mount.
Melihat bola liar tersebut, Mount segera berlari ke arah bola dan melepaskan sepakan first time. Emiliano Martinez yang mencoba melakukan blok gagal mencegah bola melaju deras ke pojok kiri bawah gawangnya.
Chelsea pun unggul 1-0 berkat gol yang jatuh dari langit tersebut. Di sisa babak pertama, Chelsea tetap berusaha menguasai pertandingan dan bermain dominan. Namun, berkali-kali mereka justru hampir kebobolan berkat serangan balik dari Aston Villa.
Di menit 21 misalnya, McGinn melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti di sisi kanan gawang. Tendangan keras tersebut berhasil ditepis oleh Kepa namun bola yang menuju tenga, kembali jatuh di kaki Danny Ings yang segera melepaskan sepakan keras.
Sepakan Ings tersebut sempat memantul tanah sebelum ditepis oleh tangan kanan Kepa. Bola kemudian membentur tiang gawang sebelah kanan dan memantul kembali ke pemain Aston Villa. Sekarang, untuk kali ketiga bola jatuh ke kaki Ramsey yang tendangan dari jarak dekatnya juga masih bisa ditepis oleh Kepa.
Bola kemudian memantul agak jauh ke luar kotak penalti. Namun, kembali jatuh ke kaki pemain Villa, Douglas Luiz. Sayang, sepakan kaki kirinya justru mengarah keluar di sisi kiri gawang Kepa.
Beruntung bagi Chelsea, dan sangat kurang beruntung bagi Aston Villa. Tujuh menit berselang di menit 27, Aston Villa kembali mendapatkan peluang besar untuk mencetak gol.
Mac Ginn yang masuk ke dalam kotak penalti dari sisi kanan, berhasil melepaskan tendangan. Namun, arahnya masih tepat ke pelukan Kepa. Menit 31, Aston Vill alagi-lagi menciptakan peluang.
Dan kemblai, Kepa jadi penyelamat. Umpan silang Leon Bailey dari sisi kanan berhasil menemukan Ings yang tepat berada di tengah kotak penalti. Ia pun berhasil melepaskan sundulan keras dari jarak satu meter di depan gawang. Namun, bola tersebut masih berhasil ditepis oleh Kepa yang berdiri tepat di depan Ings.
Gawang Chelsea, kembali selamat, dan mereka menutup babak pertama dengan skor 1-0. Di babak kedua, Chelsea masih tetap mendominasi dan Villa tetap mengandalkan serangan balik.
Namun, Chelsea berhasil menggandakan keunggulan di menit 65 berkat eksekusi tendangan bebas yang ciamik dari Mason Mount. Pemain timnas Inggris tersebut, melepaskan tendangan bebas keras dan tajam menuju pojok kiri gawang Martinez dan membuahkan kemenangan bagi Chelsea dengan skor 2-0.










