Jakarta (pilar.id) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, order atau permintaan barang di sektor manufaktur turun hingga 70 persen. Hal ini semakin menguatkan bahwa resesi ekonomi global kian nyata.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Anton J Supit mengatakan, industri atau pabrik sepatu yang paling terdampak saat ini. Permintaannya turun hingga 70 persen.
“Secara global kita sudah diberitahu oleh buyer kita, khusus pabrik sepatu ada yang turun sampai 70 persen ordernya. Ada yang enggak sampai 70 persen juga. Tetapi rata-rata turun 50 persen,” kata Anton di Jakarta, Selasa (6/12/2022).
Ia memprediksi, situasi tidak mengenakan ini akan bertahan hingga akhir tahun depan. Namun ia berharap, situasi ini hanya sampai pertengahan 2023.
Oleh sebab itu, ia menegaskan pemerintah dan semua pihak jangan meremehkan prediksi ihwal resesi ekonomi global tahun depan.
“Jadi kita jangan merasa kita ini aman, jangan terlalu juga yakin dengan pujian dari lembaga asing bahwa kita hebat, karena tahun 1998 membuktikan,” ujar dia.
“Memang intervensi dari pemerintah musti cepat. Jangan hanya melihat kue secara umum bahwa secara makro ekonomi kelihatan pertumbuhan kita baik. Tapi tetal harus waspada,” lanjutnya.
Karena ia khawatir, jika penurunan permintaan di sektor manufaktur ini bertahan lama, maka keberlangsungan karyawan menjadi taruhan. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bukan mustahil terjadi.
“Saya (pengusaha) bukan enggak mau, tapi tidak mampu menahan memperkerjakan orang dengan separuh order,” ujar Anton. (her/din)


