Surabaya (pilar.id) – Deretan puluhan foto alternatif yang ditampilkan Unit Kegiatan Mahasiswa Communication Photography Club (CIPHOC) menghiasi Lobi Gedung F Lantai 1 di Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, pada perayaan Dies Natalis CIPHOC ke 30, pada Selasa (14/3/2023).
Dalam pameran Fotografi yang mengusung tema Kembali dan Berangan-angan “KENANGAN” ini menjadi rangkaian Dies Natalis CIPHOC ke-30 yang dilaksanakan dari tanggal 13-17 Maret 2023.
Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana, Zisti Shinta Maharrani, jika pameran fotografi alternatif tersebut bertujuan sebagai silahturami lintas generasi dari setiap angkatan di CIPHOC dan juga menunjukkan eksistensi khususnya fotografi alternatif.
“Fotografi alternatif merupakan salah satu teknik dalam membuat karya fotografi tanpa menggunakan kamera seperti pada umumnya. Di era sekarang, fotografi alternatif tetap ada di beberapa pegiat foto yang mempertahankan dan tetap eksis, itulah yang membuatnya unik,” jelasnya.
Tak hanya itu, fotografi alternatif juga menjadi indentitas dari UKM CIPHOC sejak berdirinya dan tetap eksis hingga saat ini, seperti scratching dengan mengunakan goresan dipermukaan roll film, ada objek-objek melalui penataan dengan photogram, dan bagaimana merespon sekitar kita untuk divisualkan pada kamera lubang jarum (KLJ).
Dalam pameran tersebut, memajang hasil fotografi dari 9 pameris yang merupakan Angkatan CIPHOC ke-26 sebanyak 30 karya, karya-karya yang di pajang meliputi KLJ Kamera Lubang Jarum) Photogram dan Scratching.
“Foto-foto yang di pamerkan mengekspresikan ide-ide kreatif dalam menghasilkan karya foto tanpa mengunakan kamera. Dalam menciptakan rasa, imajinasi, ekspektasi dan fantasi saat menuangkan karyanya,” ujarnya.
Selain itu, terdapat juga salah satu karya scratching dari pengkarya Charles Angi, yakini wajah dari Dr. Siti Marwiah, Rektor Universitas Dr. Soetomo, juga adik dari menteri Koordinasi bidang Politik, Hukum, Mahfud MD, dengan menampilkan goresan berbentuk wajah dan dengan warna-warni dari hasil pewarnaan sepidol di klise roll film.
” Dalam membuat karya tersebut, membutuhkan kejelian dan detail dalam menggambar pada media roll film, agar mirip dengan wajah aslinya,” terang Charles Angi Mahasiswa fakultas teknik informatika ini. (jel/hdl)


