Lamongan (pilar.id) – Seberapa sering kasus pencurian di rumah yang ditinggal penghubinya mudik? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak masyarakat yang hendak merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Pasalnya, rumah yang kosong dan sepi menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pembobolan dan perampokan.
Berdasarkan beberapa berita yang dilansir dari media online, kasus pencurian di rumah yang ditinggal mudik cukup sering terjadi di berbagai daerah, terutama di perkotaan. Kerugian yang dialami oleh korban pun bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh masyarakat sebelum meninggalkan rumahnya.
Rumah dalam Keadaan Terkunci
Sebelum berangkat mudik, pastikan bahwa semua pintu, jendela, dan teralis dalam keadaan terkunci dengan baik. Setelah mengunci semuanya, jangan lupa untuk menyimpan kunci utama dalam dompet atau tas yang gampang diingat. Jangan menyimpan kunci di lokasi yang bisa dijangkau orang dari luar pagar atau pintu utama rumah.
Cek Kondisi Listrik dan Gas
Ya, sebelum berangkat, kita harus memastikan kondisi listrik, gas, dan air agar tidak terjadi kebocoran atau kebakaran. Matikan semua peralatan yang menggunakan gas, seperti kompor, oven, dan water heater. Cari dan periksa seluruh pipa gas, regulator gas, dan selang gas. Periksa apakah ada tanda-tanda kebocoran gas, seperti bau gas yang kuat, suara desisan gas yang keluar, atau kotoran yang menempel pada pipa gas.
Bila perlu gunakan sabun cair untuk memeriksa kebocoran gas pada selang dan regulator gas. Oleskan sabun cair pada bagian pipa gas yang dicurigai bocor, dan perhatikan apakah ada gelembung-gelembung sabun yang terbentuk. Jika ada gelembung-gelembung sabun, itu menandakan adanya kebocoran gas.
Titipkan Rumah pada Tetangga yang bisa Dipercaya
Itu sebabnya kita harus berbaik-baik dengan tetangga. Sebelum berangkat mudik, pamitlah pada tetangga yang tidak mudik lalu menitipkan rumah kepada tetangga terdekat atau pihak pengamanan setempat agar bisa mengawasi dan melaporkan jika ada hal mencurigakan.
Jangan Tinggalkan Barang Berharga di Rumah
Langkah ini tentu bisa dilakukan jauh sebelum jadwal mudik. Simpan barang berharga Anda di tempat yang aman dan tidak mudah ditemukan. Bila perlu gunakan jasa penyimpanan barang berharga seperti safe box yang dapat ditemukan di sejumlah bank atau perusahaan jasa keamanan dan perlindungan.
Persiapan Fisik dan Mental
Sebelum berangkat mudik, pastikan Anda sudah mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Perjalanan jauh yang panjang dapat melelahkan dan menyebabkan stres, jadi pastikan Anda istirahat yang cukup dan berolahraga untuk menjaga kesehatan dan kondisi fisik Anda.
Periksa Kendaraan Anda
Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi baik dan siap untuk menempuh perjalanan jauh. Periksa rem, ban, oli, air radiator, dan komponen penting lainnya agar kendaraan Anda tidak mengalami masalah di jalan.
Siapkan Dokumen dan Surat-Surat Penting
Pastikan Anda telah menyiapkan semua dokumen dan surat-surat penting, seperti KTP, SIM, STNK, dan surat-surat kendaraan lainnya, serta tiket transportasi jika diperlukan.
Cek Lalu Lintas dan Kondisi Jalan
Sebelum berangkat, pastikan Anda telah memeriksa lalu lintas dan kondisi jalan. Jika mungkin, hindari perjalanan di malam hari atau saat kondisi cuaca buruk.
Patuhi Protokol Kesehatan
Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyebaran virus dan menjaga kesehatan Anda dan orang lain di sekitar Anda.
Selain itu, ada baiknya jika kita menghindari barang bawaan yang berlebihan, memberi tahu keluarga dan teman tentang rencana perjalanan mudik, termasuk rute dan waktu kedatangan, dan yang tak kalah penting, pastikan Anda memiliki asuransi perjalanan. (usm/hdl)









