Jakarta (pilar.id) – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendapat penilaian positif dari berbagai pihak. Keberhasilan tersebut dinilai tidak lepas dari peran optimal Kepolisian Republik Indonesia dalam mengelola lalu lintas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
Selama 13 hari masa operasi, Polri dinilai mampu menjaga kelancaran mobilitas jutaan pemudik di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Ia menekankan bahwa kehadiran personel di titik-titik strategis memberikan dampak langsung terhadap kelancaran arus mudik serta rasa aman masyarakat.
Menurut Edi, masyarakat merasakan peningkatan kualitas layanan, terutama dalam hal kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat yang setiap tahunnya menjadi fokus pengamanan nasional saat periode Lebaran.
Selain itu, berbagai respons positif dari masyarakat selama pelaksanaan operasi turut memperkuat citra institusi kepolisian. Tingginya tingkat kepuasan publik dinilai sebagai refleksi meningkatnya kepercayaan terhadap Polri dalam menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Capaian ini juga dinilai sebagai momentum penting bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam menghadapi momen dengan mobilitas tinggi seperti mudik Lebaran. Konsistensi dalam menjaga kinerja dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik ke depan.
Keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun ini sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (tin)









