Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Star Syndrome

Star Syndrome

Esai Hendro D. Laksono24 April 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Bima, remaja yang sedang viral gara-gara pernyataannya di media sosial
Ilustrasi Bima, remaja yang sedang viral gara-gara pernyataannya di media sosial

Bima yang malang. Setelah menuai kontroversi, baik caci maki atau dukungan terkait pernyataannya tentang Lampung, kini ia lebih banyak mendapat respon negatif gara-gara pernyataannya tentang Megawati dan Presiden Pertama RI, Ir Sukarno.

Di Twitter, sejumlah orang yang dulu mengaku mendukung dalam kasus Lampung, kini berbalik melawan. Mulai dari peringatan dengan bahasa yang santun, hingga peringatan bernada keras karena Bima dinilai tidak sensitif, minim referensi, bahkan dianggap gagal memahami etika dan penghormatan pada orang tua.

Lalu Ezki Suyanto, lewat akun twitternya @ezkisuyanto, membuat catatan, “Bocil ini sudah kena star syndrome. Kalau berkuasa akan fasis karena diksi yang dia pakai bukan yang dipakai aktivis demokrasi”.

“Dia bukan aktivis demokrasi,” tegas Ezki. Twit ini diretweet 217 kali, quotes 273 kali, like 1.577 kali, dan bookmark 128 kali.

Ya, ini pernyataan yang sangat menarik bagi saya. Istilah star syndrome, merujuk pada kondisi di mana seseorang, biasanya selebriti atau publik figur, mengalami peningkatan egosentrisme dan kepercayaan diri yang berlebihan karena popularitas dan kekayaan mereka.

Orang yang mengalami star syndrome cenderung merasa bahwa mereka di atas aturan dan norma sosial, dan mereka dapat merasa dikejar-kejar oleh penggemar dan media.

Kondisi ini dapat mempengaruhi perilaku mereka dan hubungan sosial mereka, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kecanduan narkoba, alkohol, atau perilaku merusak lainnya.

Tanggung jawab sosial juga melibatkan keberanian untuk berbicara dan bertindak dengan integritas dan memperjuangkan nilai-nilai yang kita percayai. Hal ini memastikan bahwa kita berkontribusi pada masyarakat yang lebih baik

Star syndrome juga bisa menimpa siapa saja, termasuk kita orang biasa saja yang tiba-tiba terkenal karena pernyataan atau foto yang viral di media sosial.

Ketika seseorang tiba-tiba mendapatkan popularitas yang besar, terutama jika itu tidak diharapkan atau diantisipasi, mereka dapat terjebak dalam perasaan egosentrisme dan kepercayaan diri yang berlebihan yang merupakan ciri dari star syndrome.

Ya, fenomena tiba-tiba terkenal dan mendapatkan banyak dukungan dapat membuat seseorang merasa terlalu percaya diri. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang berhati-hati dalam menyampaikan pernyataannya dan melanggar etika atau menyakiti perasaan orang lain.

Ketika seseorang merasa memiliki banyak pengikut atau dukungan, mereka mungkin merasa terlindungi atau kebal terhadap kritik atau konsekuensi dari tindakan mereka.

Sebagai orang yang sadar atau tidak telah masuk dalam ruang publik figur, ia harus bertanggung jawab atas pernyataan dan tindakan mereka.

Baca Juga  Segini Harta Kekayaan Arinal Djunaidi Gubernur Lampung, Bertebaran Tanah di Tangerang hingga Yogyakarta

Popularitas dan dukungan tidak membebaskan seseorang dari tanggung jawab sosial mereka. Jika seseorang membuat pernyataan yang kontroversial atau melanggar etika, mereka harus mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka dan meminta maaf jika diperlukan.

Tanggung jawab sosial sangat penting bagi seseorang yang memiliki popularitas dan dukungan publik. Hal ini karena ketika seseorang menjadi terkenal, mereka memiliki pengaruh dan dampak yang lebih besar pada masyarakat dan lingkungan sekitar mereka.

Oleh karena itu, mereka harus bertanggung jawab atas tindakan dan pernyataan mereka, serta mempertimbangkan implikasi sosial dari tindakan mereka.

Tanggung jawab sosial melibatkan pemahaman dan pengakuan bahwa kita sebagai individu memiliki kewajiban moral dan etis kepada masyarakat di sekitar kita. Hal ini meliputi tanggung jawab kita untuk meminimalkan dampak negatif dari tindakan kita dan meningkatkan dampak positif yang kita hasilkan.

Dalam konteks popularitas, seseorang yang menjadi terkenal memiliki pengaruh yang besar pada masyarakat, khususnya penggemar dan pengikut mereka. Oleh karena itu, mereka harus bertanggung jawab atas tindakan dan pernyataan mereka dan mempertimbangkan implikasi sosial dari tindakan mereka.

Tanggung jawab sosial juga melibatkan keberanian untuk berbicara dan bertindak dengan integritas dan memperjuangkan nilai-nilai yang kita percayai. Hal ini memastikan bahwa kita berkontribusi pada masyarakat yang lebih baik dan membantu menciptakan perubahan positif dalam lingkungan di sekitar kita.

Dalam sejarah dunia, termasuk di Indonesia, kasus star syndrome terjadi beberapa kali. Ada Marilyn Monroe, selebriti paling ikonik pada abad ke-20, yang mengalami tekanan dan kesedihan yang parah karena star syndrome yang dideritanya.

Hendro D. Laksono
Hendro D. Laksono, Redaktur Pelaksana Pilar.ID

Kondisi ini membuatnya menjadi tergantung pada narkoba dan alkohol, dan akhirnya meninggal karena overdosis pada usia 36 tahun.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan perilaku yang sehat, bahkan ketika kita berada di puncak popularitas.

Lalu Michael Jackson, King of Pop yang memiliki pengaruh besar pada musik dunia, namun ia juga mengalami star syndrome yang parah. Kondisi ini membuatnya terobsesi dengan operasi plastik dan penampilan.

Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara karier publik dan kehidupan pribadi, serta menjaga hubungan sosial yang sehat.

Lalu ada Raffi Ahmad, selebriti Indonesia yang sangat populer, namun ia juga pernah mengalami kasus star syndrome yang mengkhawatirkan.

Baca Juga  Viral Video Diduga Anggota DPRD Bojonegoro Mangku Perempuan Seksi Ramai di Media Sosial

Ia pernah ditangkap polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk, dan juga mengalami kontroversi terkait perilakunya di media sosial. Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga perilaku yang etis dan bertanggung jawab, serta menjadi contoh yang baik bagi penggemar dan masyarakat umum.

Lalu selebriti lain yang tergila-gila pada konten sehingga melakukan apa saja untuk menjaga popularitas sehingga tak lagi melihat apakah ini hal pantas atau tidak.

Kita dapat mempelajari bahwa star syndrome dapat memiliki konsekuensi yang serius pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan perilaku seseorang.

Apakah sesorang butuh kesiapan khusus saat berniat untuk terkenal? Nggak-lah! Secara teori, tidak ada kesiapan khusus yang dibutuhkan ketika seseorang ingin terkenal.

Namun, sebagai manusia, kita perlu mempersiapkan diri secara mental dan emosional untuk menghadapi popularitas yang tiba-tiba. Kita perlu memahami bahwa popularitas dapat memiliki konsekuensi yang serius pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan perilaku kita.

Oleh karena itu, sebelum kita berusaha untuk menjadi terkenal, penting bagi kita untuk mengevaluasi motivasi kita dan mempersiapkan diri dengan baik.

Misal dengan mempertimbangkan apa tujuan kita. Langkah awal ini perlu dilakukan agar kita menemukan formulasi awal, apa yang ingin kita capai dengan popularitas. Sukur-sukur itu memang sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan hidup kita.

Hal lain, mempersiapkan diri secara mental dan emosional untuk menghadapi popularitas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan keterampilan coping dan menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier publik.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan pemahaman pada tanggung jawab sosial yang melekat pada popularitas dan memastikan bahwa kita bertindak dengan etika dan bertanggung jawab.

Selebihnya, tentu saja, sebelum mencoba untuk menjadi terkenal, pastikan bahwa Anda memiliki keterampilan atau bakat yang cukup untuk mendukung karier publik Anda.

Terakhir, jangan membiarkan popularitas memengaruhi penghargaan diri Anda. Ingatlah bahwa popularitas bukanlah segalanya, dan penting bagi kita untuk tetap rendah hati dan bersyukur atas apa yang kita miliki.

Secara keseluruhan, seseorang tidak perlu persiapan khusus untuk menjadi terkenal, namun sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan diri secara mental dan emosional untuk menghadapi popularitas yang tiba-tiba.

Penting juga untuk mempertimbangkan motivasi kita dan memastikan bahwa kita bertindak dengan etika dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan kita sebagai publik figur. ***

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Bima Yudho Star Syndrome UU ITE viral di media sosial

Berita Lainnya

Tangkapan layar unggahan kasus kekerasan terhadap kucing akun instagram @faridaarz

Polres Blora Selidiki Dugaan Kekerasan terhadap Kucing di Lapangan Kridosono

4 Februari 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

Admin Medsos Wali Kota Surabaya Dinonaktifkan Sementara, Eri Cahyadi: Manusia Tempatnya Kekurangan

4 November 2025
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

Viral Main Domino bareng Aziz Wellang, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Minta Maaf

9 September 2025
Tangkapan layar pertikaian dosen dan mahasiswa Universitas Nias buang skripsi yang sempat viral

Viral Video Dosen Buang Skripsi Mahasiswa di Universitas Nias, Ini Klarifikasi Pihak Kampus

30 Agustus 2025
Pihak MAN 1 Padang melakukan klarifikasi video viral dugaan pelecehan Bendera Merah Putih. Katanya, insiden itu bagian dari ujian Pramuka, bukan penghinaan. (foto: Dok MAN 1 Padang)

MAN 1 Padang Klarifikasi Video Viral: Tidak Ada Unsur Pelecehan Bendera Merah Putih

17 Agustus 2025
Bendera merah putih (foto: jorono, pixabay)

Viral Video Bendera Merah Putih di MAN 1 Padang, Kemenag Sumbar Luruskan Fakta

17 Agustus 2025
Tangkapan layar Rama Sahid, kiri, saat mengisahkan pengalaman pahit sekaligus menjelaskan duduk masalah kasus yang dihadapi, dan perwakilan manajemen Hotel Indonesia Pekalongan saat menyampaikan klarifikasi

Viral Pengusiran Tamu, Hotel Indonesia Syariah Pekalongan Resmi Minta Maaf

16 Agustus 2025
Tangkapan layar halaman depan Lynk.id

Viral Peluang Cuan Lynk.id di Media Sosial, Masuk Akal tapi Tetap Butuh Kerja Ekstra

4 Februari 2025
Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya saat menjelaskan kronologi penganiayaan

Viral Mahasiswa Aniaya Kekasihnya di Madura, Hanya Gara-gara tak Jawab WhatsApp

25 September 2024
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.