Sorong (pilar.id) – Pemerintah memberikan apresiasi terhadap perkembangan Industri Migas di wilayah Papua dan Maluku karena berkontribusi dalam mendorong akselerasi program pembangunan dan memiliki dampak yang positif pada kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Stafsus Presiden Jokowi setelah menghadiri Forum Kapasitas Nasional di Sorong, Papua Barat Daya, pada tanggal 7-8 Juni 2023.
Menurut Stafsus Presiden Jokowi, perkembangan industri hulu migas di Papua dan Maluku telah dilaporkan kepadanya dan sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. Selain itu, hal ini juga seiring dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2020 yang mengamanatkan percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.
Billy, seorang yang mengikuti perkembangan industri hulu migas di wilayah Papua dan Maluku, mengatakan bahwa hilirisasi sektor migas memiliki dampak berganda pada sektor produksi migas, seperti perputaran uang di daerah dengan melibatkan vendor lokal dan UMKM, terutama di wilayah Papua.
Billy, yang berasal dari Kabupaten Yapen, berharap industri hulu migas dapat menjadi inkubator atau pendorong bagi talenta-talenta muda dalam membangkitkan ekonomi kreatif.
Selama ini, industri hulu migas di Papua dan Maluku telah memberikan peran yang cukup penting bagi pekerja lokal.
BP Tangguh, perusahaan migas di Papua, telah berkomitmen untuk merekrut 85 persen pekerja lokal. Tangguh Papuan Affair Manager BP Tangguh, Samuk, menyambut permintaan dari Stafsus Presiden Jokowi dan menyatakan bahwa BP Tangguh memberikan peluang dan dukungan kepada talenta-talenta baru dan anak-anak Papua.
Mereka berharap dapat saling mendukung dan menjadi inkubator yang membantu mereka dalam mengembangkan potensi bisnis.
Dalam hal ini, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko, menekankan bahwa SKK Migas dan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) memiliki komitmen untuk membina anak-anak muda Papua, baik dalam bidang pendidikan maupun melalui kerjasama dengan vendor lokal dan UMKM. Mereka mengakui bahwa industri migas bukanlah industri yang eksklusif, tetapi sangat peduli terhadap masyarakat dari berbagai lapisan.
Dengan adanya dukungan dan komitmen dari pemerintah, industri migas di Papua dan Maluku diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat. (hdl)










