Banyumas (pilar.id) – Penjabat Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, aktif mengambil peran dalam perkuatan upaya percepatan penyelamatan ibu dan bayi di Kabupaten Banyumas tahun 2024.
Hal ini terungkap saat menerima tim Dinas Kesehatan Banyumas yang memberikan laporan dan arahan di Ruang Joko Kahiman, Komplek Pendopo Si Panji, Rabu (7/2/2024) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Widyana Grehastuti, menyampaikan data angka kematian ibu dan bayi di Banyumas yang masih tinggi, menempatkannya di peringkat ke-4 untuk kematian ibu dan ke-3 untuk kematian bayi.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 22.677 ibu hamil di Banyumas, dengan 6.213 di antaranya mengalami hamil resti (resiko tinggi), mencapai 27.39%. Dari jumlah tersebut, tercatat 19 kasus kematian ibu.
“Angka hamil resti tinggi disebabkan oleh berbagai faktor seperti preeklampsia, kekurangan energi kalori, anemia, hingga kehamilan pada usia di atas 35 tahun,” jelasnya.
Widyana menjelaskan bahwa dari 19 kasus kematian ibu, sebagian besar dapat dicegah, dengan penyakit bawaan seperti tumor otak dan hepatitis kronis menjadi penyebab utama. Meskipun demikian, ia optimis bahwa dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kasus kematian ibu dapat dikurangi pada tahun 2024.
Adapun untuk angka kematian bayi, tercatat 256 kasus, di mana berat badan lahir rendah menjadi penyebab utama sebanyak 98 kasus. Widyana menekankan perlunya pemantauan lotus terhadap berat badan bayi kecil.
Pj Bupati Hanung, dalam arahannya, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi di Banyumas. Ia menekankan perlunya strategi yang efektif untuk menurunkan angka kematian tersebut.
“Kita perlu strategi yang jelas. Saya ingin melihat penurunan kasus pada tahun 2024 sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Hanung.
Hanung menyarankan pembentukan tim khusus untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, dengan melakukan evaluasi secara mingguan yang akan ia awasi secara langsung.
“Pada tahun 2024, mari kita rumuskan strategi, identifikasi masalah, dan buat program dengan timeline yang jelas. Tentu, tetapkan target yang realistis yang harus dicapai,” tambahnya. (ret/hdl)










