Sevilla (pilar.id) – Barcelona mendapat suntikan kepercayaan diri jelang lawatan ke markas Real Betis di La Cartuja pada akhir pekan ini. Pelatih Hansi Flick memastikan Frenkie de Jong dan Fermin Lopez kembali tersedia setelah keduanya absen dalam dua kemenangan terakhir atas Alaves dan Atletico Madrid.
Lopez sebelumnya harus menepi karena cedera otot dan diprediksi baru kembali pekan depan. Namun proses pemulihannya berjalan lebih cepat dari perkiraan sehingga ia siap masuk skuad.
De Jong juga kembali bugar setelah absen pertama kali karena urusan pribadi dan kemudian dilanda flu menjelang laga kedua. Flick menyebut bahwa gelandang asal Belanda itu telah mengikuti seluruh sesi latihan sehingga dapat dimainkan.
Flick Apresiasi Peningkatan Lamine Yamal
Seiring dengan pulihnya sejumlah pemain, Flick juga menyoroti perkembangan Lamine Yamal. Ia menilai pemain muda tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam aspek bertahan dan intensitas menekan. Yamal disebut tampil menonjol ketika menghadapi Atletico Madrid dan menunjukkan level latihan yang mengesankan menjelang laga melawan Betis.
Menurut Flick, gaya bermain Yamal yang tidak mudah tumbang ketika dilanggar dan keberanian untuk terus melewati lawan menjadi aset berharga bagi Barcelona. Ia menilai pemain muda Spanyol itu memiliki naluri kompetitif kuat dan kemampuan berkembang yang konsisten.
Flick juga menyinggung perlunya perlindungan lebih terhadap para pemain bertipe penyerang satu lawan satu. Ia menilai karakter permainan seperti Yamal dan sejumlah pemain kreatif lain di La Liga membutuhkan perhatian lebih dari perangkat pertandingan agar tetap bisa menampilkan kemampuan terbaik.
Kebangkitan Usai Kekalahan dari Chelsea
Barcelona masih berada dalam fase pemulihan performa setelah kekalahan menyakitkan dari Chelsea pekan lalu. Flick menegaskan peningkatan tim sudah terlihat jelas, baik saat pertandingan maupun dalam sesi latihan terakhir. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Barcelona dapat tampil lebih solid ketika bermain dengan organisasi yang rapi, kompak, dan disiplin dalam mengisi ruang.
Salah satu faktor yang turut dianggap berpengaruh adalah kembalinya Raphinha. Pemain asal Brasil itu disebut kembali menjadi motor dinamika permainan, baik dalam pressing tanpa bola maupun kreativitas ketika menguasai bola. Flick menilai kehadiran Raphinha memberikan intensitas yang membuat struktur permainan Barcelona lebih hidup. (wid/hdl)










