Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar
  • Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes
  • Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP
  • Anatomi Sovereign Default: Lima Indikator Utama dan Dampak Runtuhnya Trias Politika pada Kebangkrutan Negara
  • Perkuat Budaya Layanan, BNI Adopsi Program CX100 Danantara demi Pengalaman Nasabah Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Bisnis»Bitcoin Mendekati 90 Ribu Dollar AS, Pasar Menanti Uji Kritis di Level Berikutnya

Bitcoin Mendekati 90 Ribu Dollar AS, Pasar Menanti Uji Kritis di Level Berikutnya

Bisnis Retno Wulandari22 Januari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi bitcoin (foto: Thought Catalog, unsplash)
Ilustrasi bitcoin (foto: Thought Catalog, unsplash)

Summary Point

  • Bitcoin menguat mendekati US$90.000 setelah tensi AS–Eropa mereda.
  • Akumulasi whale di bawah US$90.000 menjadi penopang utama harga.
  • Level US$92.000–93.000 menjadi resistensi teknikal krusial.
  • Arus keluar ETF Bitcoin dan faktor makro masih membatasi penguatan.
  • Pasar menanti konfirmasi lanjutan terkait arah suku bunga The Fed.

Jakarta (pilar.id) –  Harga Bitcoin kembali menguat dalam 24 jam terakhir seiring membaiknya sentimen risiko global. Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland menjadi salah satu faktor yang mendorong pemulihan pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Pada perdagangan Kamis (22/1), Bitcoin tercatat naik sekitar 0,55% ke level US$89.806 atau setara Rp1,5 miliar. Penguatan ini terjadi setelah Bitcoin sempat terkoreksi lebih dari 6% secara mingguan, sekaligus menandai rebound teknikal dari area di bawah US$90.000.

Sejumlah katalis mendukung pergerakan positif tersebut. Selain meredanya tekanan geopolitik global, aksi akumulasi oleh investor bermodal besar atau whale saat harga turun menjadi faktor penting yang menopang harga. Di sisi lain, Bitcoin juga dinilai mampu bertahan di area support teknikal kunci, sehingga memicu minat beli lanjutan.

Data on-chain menunjukkan dompet dengan kepemilikan minimal 1.000 BTC justru menambah aset saat harga melemah, berlawanan dengan perilaku investor ritel yang cenderung melakukan aksi jual. Pola ini kerap menjadi sinyal awal terbentuknya fase pemulihan, karena tekanan jual ritel diserap oleh pelaku pasar besar.

Baca Juga  Transaksi Kripto Indonesia Meroket 4 Kali Lipat, Capai Rp 650 Triliun Lebih di 2024

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai akumulasi whale mencerminkan kepercayaan terhadap prospek jangka menengah Bitcoin. Namun, ia mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi karena tekanan makro dan arus dana institusional belum sepenuhnya stabil.

Dari sisi sentimen global, meredanya tensi AS–Eropa turut memperbaiki risk appetite investor. Penundaan ancaman tarif serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan tidak adanya opsi militer dinilai membantu menenangkan pasar. Indeks Fear & Greed kripto pun naik tipis ke level 34, meski masih berada di zona fear.

Ujian Teknis di Area US$92.000

Secara teknikal, Bitcoin dinilai berhasil mempertahankan support penting berbasis Fibonacci retracement. Meski demikian, indikator momentum masih menunjukkan kecenderungan bearish dalam jangka pendek.

Bitcoin kini menghadapi area resistensi krusial di kisaran US$92.000–93.000, yang berdekatan dengan rata-rata pergerakan tujuh hari (7-day SMA). Level ini menjadi penentu apakah Bitcoin mampu membalikkan tren turun jangka pendek atau justru kembali terkoreksi.

Tekanan terhadap harga juga datang dari arus keluar ETF Bitcoin spot yang tercatat mencapai sekitar US$707 juta pada 21 Januari. Selain itu, hambatan teknikal jangka panjang masih terlihat di area 200-day SMA di kisaran US$105.000, yang relatif jauh dari harga saat ini.

Posisi Bitcoin saat ini juga masih sekitar 18% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Oktober 2025 di level US$109.309. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap risiko global yang belum sepenuhnya mereda.

Baca Juga  Geopolitik Memanas, Bitcoin Terkoreksi ke 66 Ribu USD: Analis Sebut Sentimen Pasar Masih Rapuh

Ke depan, pelaku pasar akan memantau keberlanjutan akumulasi whale serta potensi arus keluar Bitcoin dari bursa sebagai indikasi pengetatan suplai. Dari sisi makro, perhatian juga tertuju pada arah kebijakan moneter AS, terutama setelah data tenaga kerja terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.

Situasi tersebut membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bergeser ke sekitar Juni 2026, meskipun pasar masih memperkirakan adanya dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bitcoin The Fed

Berita Lainnya

bitcoin

Bitcoin Anjlok ke US$62.000, Konflik Timur Tengah Picu Likuidasi Kripto Rp9,4 Triliun

19 Juni 2026
Elon Musk (foto: istimewa)

SpaceX Cetak IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Simpan 18.712 Bitcoin Senilai Rp21 Triliun

16 Juni 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Harga Bitcoin

Bitcoin Melejit Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Awal Reli Baru atau Sekadar Euforia Pasar?

10 April 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Geopolitik Memanas, Bitcoin Terkoreksi ke 66 Ribu USD: Analis Sebut Sentimen Pasar Masih Rapuh

2 April 2026
Ilustrasi emas (foto: Jingming Pan, unsplash)

Harga Emas Dunia Melonjak ke Rekor Baru, Didorong Pelemahan Dolar AS dan Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

10 Februari 2026
Harga Bitcoin

Bitcoin Terjun di Bawah 72 Ribu Dollar AS, Krisis Kepercayaan Guncang Pasar Kripto Global

5 Februari 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Amjith S, unsplash)

Bitcoin Tembus 96 Ribu Dollar AS, Sentimen Inflasi AS dan Regulasi Dorong Optimisme Pasar Kripto

16 Januari 2026
Harga Bitcoin

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Lima Bulan, Pasar Kripto Kehilangan $840 Miliar

5 November 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Berita Lainnya
POP MART melebarkan sayap ke Indonesia Timur dengan membuka gerai baru di TSM Makassar, lengkap dengan instalasi balon CRYBABY raksasa di Pantai Losari.

Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar

2 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.