Jakarta (pilar.id) — Malam ini bisa menjadi momen bersejarah bagi Chelsea FC saat mereka menghadapi Real Betis di final UEFA Conference League. Gelandang Kiernan Dewsbury-Hall mengungkapkan keyakinannya bahwa The Blues telah menghadapi setiap tantangan turnamen ini dengan penuh determinasi — dan kini hanya satu langkah terakhir yang harus dituntaskan.
Jika mampu meraih kemenangan, Chelsea akan menjadi klub pertama yang memenangkan semua trofi utama Eropa, melengkapi koleksi Liga Champions, Liga Europa, dan kini berpotensi Conference League.
Perjalanan Hampir Sempurna
Chelsea telah menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang turnamen. Dari total 12 laga di babak utama, mereka hanya sekali gagal meraih kemenangan—itu pun pada leg kedua perempat final melawan Legia Warsaw, yang tidak mempengaruhi hasil agregat berkat kemenangan 3-0 pada leg pertama.
“Kami telah menjalani setiap pertandingan dengan rasa hormat terhadap lawan dan melakukan pekerjaan kami dengan baik. Sekarang tinggal satu tugas terakhir,” ujar Dewsbury-Hall.
Kesempatan Ukir Sejarah Baru
Meski Conference League dianggap sebagai kasta ketiga kompetisi antarklub Eropa, Dewsbury-Hall menegaskan bahwa setiap trofi memiliki nilai dan perjuangan tersendiri.
“Banyak yang bilang ini bukan trofi Eropa paling besar, tapi trofi tetaplah trofi. Tidak mudah memenangkannya karena semua tim berjuang keras,” katanya.
“Ini momen besar dan jenis laga seperti inilah yang ingin dimainkan oleh setiap pesepakbola,” imbuhnya.
Pemain berusia 26 tahun ini juga mengingat kembali pengalamannya bersama Leicester City saat gagal lolos ke final tiga tahun lalu. Kini, ia punya kesempatan menebus kegagalan itu dan mengukir namanya di sejarah klub.
Kontribusi Krusial di Musim Debut
Musim 2024/25 menjadi debut yang istimewa bagi Dewsbury-Hall bersama Chelsea. Ia tercatat menjadi satu-satunya pemain yang tampil di seluruh pertandingan Conference League, sejak laga kualifikasi melawan Servette pada Agustus lalu.
Dari 30 penampilannya musim ini, 14 di antaranya berasal dari kompetisi Eropa ini. Dengan empat gol, ia hanya kalah dari Christopher Nkunku dalam hal jumlah gol di turnamen tersebut bagi Chelsea.
“Saya senang bisa mendapatkan banyak menit bermain dan memberikan kontribusi. Jika ada kesempatan di final, saya akan lakukan yang terbaik — siapa tahu bisa cetak gol kelima malam ini,” ucapnya penuh harap.
Laga Penentu di Polandia
Final UEFA Conference League malam ini akan digelar di Polandia, mempertemukan Chelsea dengan Real Betis. Kedua tim dipastikan tampil penuh motivasi, namun Chelsea punya peluang lebih besar untuk mengukir sejarah baru sebagai klub pertama yang menyapu bersih seluruh gelar antarklub UEFA. (wid/ted)










