Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Lingkungan»Cuaca Ekstrem: Fenomena, Hubungan dengan Perubahan Iklim, dan Upaya Kita

Cuaca Ekstrem: Fenomena, Hubungan dengan Perubahan Iklim, dan Upaya Kita

Lingkungan Retno Wulandari21 April 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi penghijauan
Ilustrasi penghijauan

Surabaya (pilar.id) – Ini hal mendasar, tapi tak semua orang bisa menjawabnya. Apa itu Cuaca Ekstrem? Cuaca ekstrem adalah kejadian fenomena alam yang tidak normal dan tidak lazim yang ditandai dengan beberapa kondisi. Misal, curah hujan yang sangat tinggi atau sangat rendah.

Di beberapa catatan juga disebutkan, cuaca ekstrem ditandai dengan arah dan kecepatan angin yang kencang, suhu udara yang sangat panas atau dingin, kelembapan udara yang sangat tinggi atau rendah, yang pada akhirnya berdampak pada hal-hal seperti jarak pandang pendek, kekeringan atau banjir, dan masih banyak lagi.

Tentu saja, kondisi ini dapat mengakibatkan kerugian, terutama terhadap keselamatan jiwa dan harta. Karena bencana alam, baik dalam bentuk banjir, tanah longsor, badai, angin puting beliung, gelombang panas, bahkan kekeringan berkepanjangan, jelas merugikan kita semua.

Cuaca ekstrem sangat berhubungan dengan isu perubahan iklim, karena perubahan iklim sejatinya memperparah frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem. Hal ini disebabkan oleh banyak hal. Di antaranya adalah peningkatan gas rumah kaca, hingga perubahan pola cuaca yang berakibat pada suhu ekstrem, pola curah hujan yang berubah, dan peningkatan level laut.

Dampak Cuaca Ekstrem

Di banyak literasi dan artikel berita disebutkan bahwa cuaca ekstrem bisa berakibat pada banyak hal. Seperti kerusakan infrastruktur dan rumah, kehilangan panen atau gagal panen, gangguan kesehatan, kematian, krisis air, banjir dan kekeringan, hingga kebakaran hutan.

Baca Juga  BMKG Bersama Kemenhub Berupaya Kendalikan Cuaca Ekstrem

Untuk itu, isu cuaca ekstrem bahkan perubahan iklim bisa diminimalisir dengan banyak cara, agar dampaknya bisa diredam.

Sebagai individu, kita bisa mulai menghemat energi dan air, mengurangi penggunaan plastik dan sampah, menggunakan transportasi ramah lingkungan, beralih ke makanan nabati, mendukung kebijakan yang ramah lingkungan, atau mulai serius mempermak pekarangan rumah dengan tanaman dan pohon.

Ingat, menanam pohon adalah salah satu cara terbaik untuk meminimalisir dampak perubahan iklim. Pohon menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan melepaskan oksigen, membantu mengurangi efek rumah kaca.

Kriteria pohon untuk upaya ini adalah yang cepat tumbuh. Semakin cepat pohon tumbuh, semakin banyak CO2 yang dapat diserapnya.

Kita juga bisa berhitung agar pohon atau tanaman yang berumur panjang. Pohon yang berumur panjang akan terus menyerap CO2 selama bertahun-tahun.

Untuk jenis pohon atau tanaman yang efektif, kita bisa pilih kelompok berdaun lebar. Seperti mahoni, beringin, dan ketapang mampu menyerap banyak CO2.

Lalu pohon leguminosa seperti sengon, lamtoro, dan akasia memiliki simbiosis dengan bakteri yang membantu mereka mengikat nitrogen dari udara, sehingga meningkatkan kesuburan tanah.

Alternatif lain adalah pohon bambu dan buah-buahan seperti mangga, durian, dan jambu selain menghasilkan buah, juga dapat membantu menyerap CO2.

Sementara hal-hal yang bisa dilakukan secara kolektif atau bersama-sama di antaranya meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat, melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk mitigasi dan adaptasi, bahkan memperkuat kerjasama internasional untuk penanggulangan perubahan iklim.

Baca Juga  Perbedaan Prediksi Cuaca BRIN dan BMKG, Wakil Ketua DPR RI: Semangatnya Sama

Tindakan individu sejatinya sangat penting dan dapat membuat perbedaan. Tetapi untuk perubahan signifikan, kita perlu melangkah bersama untuk mengatasi perubahan iklim dan cuaca ekstrem. (ret/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

cuaca ekstrem Perubahan Iklim

Berita Lainnya

Ilustrasi hujan (foto: Valeriia Miller, pexels)

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 18–19 Januari 2026, Bengkulu hingga Jakarta Berpotensi Hujan Lebat

18 Januari 2026
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani

BMKG: Peningkatan Hujan Ancam Aceh-Sumut-Sumbar, OMC Digencarkan untuk Kurangi Risiko Bencana

11 Desember 2025
Gen Z trun ke jalan, menyuarakan keresahan dan tuntutan atas tanggung jawab pemerintah terhadap krisis iklim (foto: Dok Climate Rangers)

Gen Z Desak Pemerintah Ambil Tanggung Jawab Nyata Atasi Krisis Iklim

29 Oktober 2025
Wajib dibawa, karena sedia payung sebelum hujan (foto: Tore F, unsplash)

Info Potensi Cuaca Ekstrem 15–17 Juli 2025, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

15 Juli 2025
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

Musim Kemarau 2025 Mundur, BMKG: Curah Hujan Tinggi Hambat Peralihan Cuaca

21 Juni 2025
Jemaah haji di Makkah (foto: Ibrahim Uz, unsplash)

Waspada Heat Stroke di Puncak Haji, Ini Tips Lindungi Diri Saat Beribadah di Tengah Cuaca Ekstrem

1 Juni 2025
Ilustrasi hujan deras (foto: Thgusstavo Santana, pexels)

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

12 Mei 2025
Ilustrasi hujan (foto: Valeriia Miller, pexels)

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 17 Mei 2025, Ini Wilayah Terdampak

11 Mei 2025
BMKG sebut bibit siklon tropis 96S di Laut Timor berpotensi jadi siklon. Waspadai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di Indonesia timur.

BMKG: Bibit Siklon Tropis 96S di Laut Timor Berpotensi Menguat, Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

13 April 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.