Jakarta (pilar.id) – Libur Iduladha 2025 membawa berkah bagi Perusahaan Umum DAMRI. Badan usaha milik negara di sektor transportasi darat ini mencatat lonjakan penumpang signifikan sebesar 176 persen selama periode liburan tanggal 4 hingga 9 Juni 2025.
Menurut data resmi per Selasa, 10 Juni 2025, total penumpang yang dilayani DAMRI selama masa libur tersebut mencapai 28.248 orang. Capaian ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan periode libur Iduladha tahun sebelumnya pada 15–17 Juni 2024.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Puncak arus mudik terjadi pada 5 Juni 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 6.772 orang, sementara arus balik tertinggi tercatat pada 9 Juni 2025 dengan 6.140 pelanggan.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran DAMRI yang terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Atikah Abdullah, Head of Corporate Communication DAMRI.
Rute Favorit Pelanggan
Beberapa rute mencatat permintaan tinggi selama periode libur, antara lain:
- Stasiun DAMRI Gambir – Stasiun DAMRI Tanjung Karang (PP): 3.514 penumpang
- Stasiun DAMRI Kemayoran – Stasiun DAMRI Malang: 2.283 penumpang
Data ini memperlihatkan bahwa rute antar-kota strategis tetap menjadi andalan pelanggan dalam memanfaatkan layanan DAMRI selama musim liburan.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Atikah mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pelanggan tidak lepas dari durasi libur yang lebih panjang, serta peningkatan kualitas pelayanan dan promosi menarik yang digelar DAMRI menjelang dan selama libur Iduladha.
“DAMRI sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini adalah bukti komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Komitmen Jangka Panjang
DAMRI berkomitmen untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan dan memperluas inovasi layanan. Tujuannya adalah menjadi transportasi publik andalan yang terpercaya, efisien, dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Kinerja positif ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat semakin menaruh kepercayaan pada moda transportasi darat nasional, terutama dalam masa-masa perjalanan intensif seperti musim libur keagamaan. (ret/ted)







