Lombok Tengah (pilar.id) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengadakan kegiatan penghijauan dan pembersihan pantai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada Sabtu (10/2/2024).
Kolaborasi dengan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan sustainable tourism.
Kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, PDAM Lombok Tengah, Lembaga Konservasi Portir Indonesia, dan Duta Lingkungan Lombok Tengah. Sebanyak 100 pohon ditanam di area timur The Mandalika, terdiri dari Mahoni, Sawo Kecik, dan Waru.
Langkah penghijauan dan beach clean up ini merupakan bagian dari program Integrated Sustainable Tourism yang telah dimulai sejak Desember 2023 oleh ITDC. Tujuannya adalah mengurangi polusi udara, memperbaiki kualitas tanah, serta menciptakan habitat yang lebih baik bagi flora dan fauna.
Molin Duwanno, General Manager The Mandalika, menyatakan bahwa inisiatif ini diambil untuk menjadikan KEK Mandalika sebagai sustainable tourism di NTB. “Dengan mengintegrasikan konsep green tourism, kami mengajak stakeholders dan masyarakat sekitar untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ketua PWLT, Munakir, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen jurnalis di Lombok Tengah untuk mendukung pengembangan KEK Mandalika. “Setiap individu dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Dukungan ini tidak hanya lewat tulisan, tetapi juga melalui aksi seperti penanaman pohon dan pembersihan pantai,” katanya.
Maya Soeripto, Ketua Lembaga Konservasi Portir Indonesia, menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pertumbuhan tanaman tersebut di masa yang akan datang. “Keterlibatan dan komitmen berkelanjutan dari berbagai pihak penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di KEK Mandalika,” ungkapnya.
ITDC mengapresiasi inisiatif PWLT dan berterima kasih kepada semua pihak yang turut menjaga KEK Mandalika agar tetap bersih dan hijau. Molin menegaskan bahwa ITDC terbuka untuk seluruh stakeholders yang ingin berkontribusi dalam menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan secara ekologis dan sosial.
Dengan terus memperkuat kolaborasi, KEK Mandalika diharapkan dapat menjadi contoh bagi pariwisata yang sukses, berpijak pada prinsip-prinsip keberlanjutan dan keseimbangan dengan alam. (ret/hdl)










