Aceh Jaya (pilar.id) – Durian Traveler Indonesia, menggelar festival dan lomba durian di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Pada festival dan lomba tersebut, Durian Bantal asal Gunong Kuali Gampong Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya berasil keluar menjadi juara pertama.
Festival dan lomba durian tersebut, berlangsugn di pinggir Pantai Pasie Luah Kecamatan Krueng Sabe Kabupaten Aceh Jaya. Ada tiga varietas yang berhasil keluar sebagai juara pada kompetisi tersebut.
Menurut Panitia dari tim Durian Traveler Indonesia, Alif di Calang, Senin (18/7/2022), ketiga varietas tersebut adalah durian bantal asal Gunong Kuali Gampong Lhok Timon Kecamatan Setia Bakti juara satu, Durian Jaloe Asal Desa Mon Mata Kecamatan Krueng Sabee juara dua dan Durian Kebeu asal Desa Alue Pande Kecamatan Panga mendapatkan juara tiga.
“Ada 60 peserta dengan 60 varian durian lokal yang ikut andil bagian pada ajang festival yang digelar oleh Durian Traveler Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan kegiatan yang digelar di Kabupaten Aceh Jaya tersebut juga bagian mempromosikan wisata kabupaten setempat yang tidak hanya memiliki keindahan alamnya, tapi juga menyimpan komoditas unggulan lezat yakni durian yang layak untuk dicoba saat bertandang ke daerah itu.
Alif menambahkan untuk penilaian yang dilakukan terdiri dari rasa,tekstur warna, aroma, ketebalan, warna daging dan postur sehingga tiga durian tersebut mendapatkan juara.
Sebelumnya, traveler Indonesia menggelar festival dan lomba durian di Aceh Jaya yang berlangsung sejak Sabtu 16 Juli 2022 dan Finalnya pada Senin (18/7/2022).
Ia mengatakan salah satu yang membuat tertarik adakan Festival di Aceh Jaya adalah sejak dua tahun terakhir sudah melakukan pendalaman materi terhadap durian di dua Kabupaten yaitu Aceh Jaya dan Aceh besar sehingga menemukan banyak hal terkait durian asli Aceh Jaya dan Aceh Besar.
“Ada durian buahnya besar seperti salah satu durian dari Thailand tapi punya karakter dan rasanya lokal,” Kata Ketua Panitia Acara Festival durian, Alif.
Alif juga mengatakan juga melihat petani durian di Aceh Jaya dan Aceh Besar sudah serius dalam budidaya durian, tidak lagi hanya dengan cara tradisional. (fat)

