Orlando (pilar.id) – Fluminense FC melanjutkan dongeng mereka di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 dengan kemenangan 2-1 atas raksasa Asia, Al Hilal Saudi Club, dalam laga perempat final yang digelar Sabtu (5/7) dini hari WIB di Camping World Stadium, Orlando.
Matheus Martinelli membuka keunggulan Fluminense di babak pertama, sebelum Al Hilal menyamakan skor melalui Marcos Leonardo. Namun, pemain pengganti Hércules mencetak gol kemenangan yang membawa wakil Brasil itu ke semifinal turnamen bergengsi ini.
Jalannya Pertandingan: Efisiensi vs Dominasi
Secara statistik, Al Hilal sebenarnya lebih dominan:
- Penguasaan bola: 58%
- Tembakan: 15 (Fluminense hanya 10)
- Tendangan sudut: 12 (bandingkan dengan Fluminense yang hanya 4)
Namun, Fluminense menunjukkan efisiensi dalam penyelesaian akhir dan soliditas di lini belakang yang dipimpin sang veteran, Thiago Silva.
Kiper Fábio juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial di menit-menit akhir, termasuk dari Musab Al Juwayr pada masa tambahan waktu.
Determinasi yang Tak Terbantahkan
Martinelli mencetak gol indah menit ke-40 setelah memanfaatkan kesalahan João Cancelo. Sayangnya, ia akan absen di semifinal karena akumulasi kartu kuning.
Di babak kedua, Marcos Leonardo memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk menyamakan kedudukan. Namun, Hércules, yang kembali menjadi super-sub seperti saat lawan Inter Milan, mencetak gol kemenangan pada menit ke-70 usai umpan sundulan Samuel Xavier.
Pada media, Thiago Silva (Kapten Fluminense) mengatakan, “Jika Anda bertanya pada saya dua bulan lalu, apakah kami akan sampai semifinal, saya tak yakin. Tapi kami percaya pada kerja keras kami.”
Sementara Simone Inzaghi, pelatih Al Hilal, punya cara sendiri untuk menjaga emosi timnya. Dia bilang, “Anak-anak bermain dengan hati mereka malam ini. Kami kecewa, tapi juga bangga.”.
Pertandingan ini juga diawali dengan mengheningkan cipta mengenang kepergian tragis bintang Liverpool, Diogo Jota, dan adiknya André Silva, yang meninggal dalam kecelakaan mobil sehari sebelumnya.
Fluminense, Dulu Diremehkan Kini Berbahaya
Fluminense datang sebagai tim non-unggulan, namun kini berhasil mengalahkan dua tim besar: Inter Milan dan Al Hilal. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, pengalaman, dan organisasi pertahanan dapat menandingi penguasaan bola dan teknik individu lawan.
Dengan semangat kolektif dan mentalitas pantang menyerah, Fluminense kini menatap semifinal dengan penuh percaya diri. Lawan mereka berikutnya adalah pemenang antara Palmeiras vs Chelsea — dua raksasa yang pasti tidak akan meremehkan sang underdog lagi. (wid/hdl)










