Jakarta (pilar.id) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menghadiri acara santunan anak yatim, pembagian sembako, dan buka bersama di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (22/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama.
“Yang terpenting adalah kita tidak boleh kehilangan empati untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ujar Pramono.
Dukungan Pendidikan Melalui KJP dan KJMU
Dalam acara tersebut, Gubernur Pramono juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar rajin belajar demi masa depan yang lebih baik.
Ia mengingatkan bahwa program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Alhamdulillah, KJP sudah diterima oleh 707.622 siswa. Jika kalian terus belajar dengan giat, ke depan ada KJMU yang akan menanggung biaya kuliah dan membuka kesempatan pendidikan lebih tinggi,” tambahnya.
Apresiasi untuk Yayasan Ponpes Minhajurrosyidin
Gubernur Pramono juga menyampaikan apresiasinya kepada Ponpes Minhajurrosyidin yang telah menggelar kegiatan sosial ini.
“Atas nama Pemprov DKI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini memperkuat keimanan dan menanamkan semangat berbagi dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga semangat dan harapan bagi generasi muda, yang menjadi pilar pembangunan Jakarta di masa depan.
Acara santunan dan buka bersama ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta, antara lain Hendra Hidayat, Plt. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Aceng Zaini, Plt. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual, dan Iin Mutmainah, Plt. Wali Kota Jakarta Timur.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing tinggi. (mad/hdl)








