Gresik (pilar.id) – Sukses dalam berbisnis memerlukan perencanaan matang dan mental yang kuat. Ini dibuktikan oleh Mukhamadun, seorang AgenBRILink berusia 51 tahun dari Gresik, Jawa Timur.
Sebelum menjadi AgenBRILink, Mukhamadun bekerja sebagai sopir truk dan di toko mebel selama 15 tahun. Merasa pekerjaannya stagnan dan ingin memenuhi tanggung jawab keluarga, ia membuka konter handphone dan aksesoris. Tawaran dari Mantri BRI untuk menjadi AgenBRILink Unit Domas pun datang, dan Mukhamadun menerima dengan antusias.
Beroperasi di Jalan Gading Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Mukhamadun awalnya awam tentang tugas AgenBRILink.
Namun, dia yakin bahwa menjadi AgenBRILink adalah pilihan terbaiknya. Inovasinya dalam menarik pelanggan membuahkan hasil, salah satunya dengan memberikan produk minuman gratis setiap lima kali transaksi.
Program lain yang menarik adalah memberikan satu kertas struk seharga Rp500 yang bisa ditukarkan dengan uang atau produk lain.
Mukhamadun melayani berbagai transaksi seperti transfer antar bank, tarik tunai, pembayaran tagihan, dan banyak lagi. Berkat inovasi dan programnya, ia mampu mempertahankan kesetiaan pelanggan dan terus berkembang. Bahkan, dia mendapatkan pinjaman modal dari KUR BRI.
Setiap bulan, Mukhamadun mencatat sekitar 10.000 transaksi, dengan pendapatan yang cukup signifikan untuk ditabung. Ia juga menjadi Mitra Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) pada 2022, membantu ratusan nasabah dengan pinjaman berkisar Rp1-3 juta. Mukhamadun bertekad memberantas praktik rentenir di kampungnya, menawarkan pinjaman aman tanpa agunan dari BRI.
Berkat kegigihannya, Mukhamadun dan keluarganya merasakan banyak manfaat, termasuk bisa berangkat umroh dan membangun rumah serta toko. Anak-anaknya pun diharapkan akan melanjutkan bisnis AgenBRILink ini di masa depan.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa AgenBRILink diharapkan membangun ekosistem ekonomi mikro dan mengedukasi masyarakat tentang layanan perbankan. Agen Mitra UMi fokus menyalurkan pinjaman ultra mikro untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan modal usaha dan menghindari praktik rentenir. (adi)










