Surabaya (pilar.id) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, ungkap mafia bola liga 3 Jatim. Pengungkapan ini terjadi setelah ada laporan dari Samiadji Makin Rahmat, selaku Ketua Komite Disiplin (KOMDIS) Asosiasi Provisinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.
Ia melaporkan tersangka Bambang Suryo (BS) beserta yang lain diduga melakukan tindak pidana dengan pengaturan skor pada pertandingan Liga 3 PSSI Jatim antara Tim Sepakbola Gresik Putra FC vs NZR Sumbersari pada tanggal 11 November 2021 lalu dan pada pertandingan Gresik putra FC vs PERSEMA Malang pada 15 November 2021 lalu.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, menyampaikan, bahwa Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap mafia bola Liga 3 dan mengamankan 4 orang dan 1 masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).
Sementara itu Kombes Pol Totok Suharyanto, Dirreskrimum Polda Jatim menjelaskan, bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 dan 15 November 2021, saksi yang sudah diperiksa sebanyak 13 orang.
“Tersangka menghubungi dan bertemu bendahara team sepak bola Gresik Putra FC, Eka Wulandari, Hendra Putra Satrya (Center Back) dan Andy Cahya Kurniawan (Stopper) agar bersedia mengalah pada saat melawan team sepak bola NZR Sumbersari pada 11 November 2021 dan saat bertanding melawan PERSEMA Malang di tanggal 15 November 2021 dengan dijanjikan imbalan uang per-orang Rp.20.000.000,” kata Dirreskrimum Kombes Pol Totok Suharyanto, Rabu (16/3/2022).
Dari pengungkapan ini ada 4 orang yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, namun 1 tersangka masih DPO. Kelima orang tersangka yakni, BS, DYP, FA, IAH dan HP (DPO), masing – masing tersangka mempunyai peran berbeda.
Tersangka Bambang Suryo (BS), yang berusia 52 tahun, merupakan warga Perumahan Bumi Perkasa blok EE No.21 Desa Ngijo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang.
Sedangkan pasal yang ditetapkan, yaitu Pasal 2 UU No.11 Tahun 1980 Tentang Tindak Pidana Suap, Pasal 55 KUHP Ayat ( 1 ). Ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 15 juta rupiah.
Sementara itu, Ketua umum AS Prov PSSI Jatim Ahmad Riyadh, mengungkapkan, untuk posko pengaduan pasca terungkapnya mafia bola. Di PSSI sudah ada tempat untuk pengaduan dan Komdis sudah disampaikan untuk setiap pertandingan, terutama di Jawa Timur.
“Dan juga sudah ada tim yang memantau di televisi serta memasang orang di setiap club untuk mengantisipasi. Di tiga laga terakhir berjalan aman tentram. Karena dengan seperti ini nanti akan menjadi efek jerah,” ucap Ketua umum AS Prov PSSI Jatim Ahmad Riyadh.
Mengenai pernyataan tersangka BS yang menyeret nama-nama lain, Ahmad Riyadh sangat menunggu untuk dibuka. Dikarenakan baginya, kalau hanya memberantas di ujungnya sangat rugi dan harus diungkap sampai ke akar akarnya.
“Dulu kan ada yang sudah ditangkap oleh Polda Metro. Kita kepingin yang di Jatim juga diungkap dan membangun sepak bola yang bersih,” harap Ahmad Riyadh. (jel/hdl)




