Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Ketimpangan Gender di Jawa Tengah Mengecil, BPS Catat Peningkatan Kesetaraan

Ketimpangan Gender di Jawa Tengah Mengecil, BPS Catat Peningkatan Kesetaraan

Peristiwa Hendro D. Laksono2 Agustus 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kepala BPS Jateng, Dadang Hardiwan
Kepala BPS Jateng, Dadang Hardiwan

Semarang (pilar.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah melaporkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di provinsi ini semakin mengecil. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan, bahkan melampaui provinsi-provinsi lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten.

Kepala BPS Jateng, Dadang Hardiwan, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers daring yang diadakan pada Selasa (1/8/2023). Menurutnya, IKG di Jawa Tengah telah secara konsisten menurun sejak tahun 2018. Hal ini mencerminkan pengecilan kesenjangan peran gender dan peningkatan kesetaraan.

Data dari BPS Jateng menunjukkan bahwa IKG Jawa Tengah tahun 2022 mencapai 0,371, mengalami penurunan sebesar 0,006 poin dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 0,377. Penurunan ini disebabkan oleh perbaikan pada dimensi kesehatan reproduksi dan pasar tenaga kerja.

Dadang Hardiwan menjelaskan, “Penurunan IKG Jawa Tengah mengindikasikan bahwa ketidaksetaraan gender semakin mengecil, terutama dalam dimensi kesehatan reproduksi dan pasar tenaga kerja.”

Perbaikan pada dimensi kesehatan reproduksi terlihat dari penurunan indikator persentase perempuan yang menikah pada usia 15-49 tahun saat melahirkan anak pertama di bawah usia 20 tahun (MHPK20). Persentase ini turun dari 26,7 persen pada tahun 2021 menjadi 26,4 persen pada tahun 2022.

Peningkatan pada dimensi pemberdayaan perempuan tercermin dalam peningkatan persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang memiliki pendidikan setara atau lebih tinggi dari SMA. Persentase ini meningkat lebih tinggi daripada laki-laki, yaitu dari 26,82 persen pada tahun 2021 menjadi 28,79 persen pada tahun 2022 untuk perempuan, dan dari 32,26 persen menjadi 34,14 persen pada tahun 2022 untuk laki-laki.

Baca Juga  Masuki Kuartal Tiga 2022, Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen

Selain itu, proporsi keterwakilan perempuan di parlemen juga mengalami peningkatan, mencapai 20 persen pada tahun 2022 dibandingkan dengan 18,33 persen pada tahun 2021.

Dadang Hardiwan menambahkan, “Selama lima tahun terakhir sejak 2018 hingga 2022, IKG Jawa Tengah secara konsisten mengalami penurunan. Ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender semakin mengecil dan kesetaraan semakin membaik.”

Dalam dimensi pasar tenaga kerja, IKG diwakili oleh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Tercatat bahwa selama periode 2018-2022, TPAK baik untuk laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan. TPAK laki-laki meningkat dari 81,59 persen pada tahun 2018 menjadi 83,74 persen pada tahun 2022, sedangkan TPAK perempuan meningkat dari 56,43 persen pada tahun 2018 menjadi 58,31 persen pada tahun 2022.

Dalam perbandingan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga dalam Indeks Ketimpangan Gender. IKG terendah tercatat di DIY dengan nilai 0,240, sementara DKI Jakarta memiliki IKG sebesar 0,320. Sementara itu, IKG Jawa Timur adalah 0,440, Banten adalah 0,478, dan Jawa Barat adalah 0,490.

Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Salatiga memiliki IKG terendah dengan nilai 0,133, sementara IKG tertinggi tercatat di Kabupaten Wonosobo dengan nilai 0,503.

Dadang Hardiwan menyimpulkan, “Jawa Tengah berada pada posisi ketiga dalam Indeks Ketimpangan Gender di Pulau Jawa, setelah DIY dan DKI Jakarta. Namun, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain, kesetaraan gender di Jawa Tengah lebih baik daripada Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten”. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
BPS Jawa Tengah Indeks Ketimpangan Gender

Berita Lainnya

Masuki Kuartal Tiga 2022, Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen

7 November 2022

Lebih Tinggi dari Capaian Nasional, Kuartal II-2022 Ekonomi Jateng Tumbuh 5,66 Persen

5 Agustus 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.