Jakarta (pilar.id) – Film Killers of the Flower Moon (2023) bercerita tentang peristiwa pembunuhan massal Osage Indian yang terjadi di Oklahoma pada tahun 1920-an. Film ini diangkat dari novel karya David Grann dengan judul yang sama.
Film ini diawali dengan kedatangan keluarga Osage ke Oklahoma pada akhir abad ke-19. Mereka diundang oleh pemerintah federal untuk mengembangkan lahan pertanian di wilayah tersebut. Namun, mereka justru menemukan minyak bumi di tanah mereka. Hal ini membuat mereka menjadi kaya raya dan diincar oleh orang-orang luar.
Pada tahun 1920-an, terjadi serangkaian pembunuhan terhadap Osage Indian. Polisi awalnya kesulitan untuk memecahkan kasus ini. Namun, akhirnya mereka menemukan bukti bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh orang-orang luar yang ingin menguasai tanah Osage.
Film ini dibintangi oleh Leonardo DiCaprio sebagai Tom White, seorang agen FBI yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Dia bekerja sama dengan Ernest Burkhart (Robert De Niro), seorang Osage Indian yang menjadi informannya.
Film Killers of the Flower Moon (2023) disutradarai oleh Martin Scorsese. Film ini ditayangkan di Festival Film Cannes 2022 dan mendapat sambutan positif dari kritikus.
Sinopsis Killers of the Flower Moon
Osage Indian adalah suku Amerika Asli yang berasal dari Great Plains di Amerika Serikat. Suku ini berbicara bahasa Osage, yang termasuk dalam rumpun bahasa Dhegiha.
Osage Indian diperkirakan telah tinggal di wilayah Great Plains selama lebih dari 2.000 tahun. Mereka adalah suku yang nomaden dan hidup dengan berburu, mengumpulkan, dan bertani.
Pada abad ke-19, Osage Indian dipaksa untuk pindah ke Oklahoma oleh pemerintah federal Amerika Serikat. Di Oklahoma, Osage Indian menemukan minyak bumi di tanah mereka. Hal ini membuat mereka menjadi kaya raya, tetapi juga menjadi target pembunuhan oleh orang-orang luar yang ingin menguasai tanah mereka.
Pada tahun 1920-an, terjadi serangkaian pembunuhan terhadap Osage Indian. Polisi awalnya kesulitan untuk memecahkan kasus ini, tetapi akhirnya mereka menemukan bukti bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh orang-orang luar yang ingin menguasai tanah Osage.
Peristiwa pembunuhan massal Osage Indian ini dikenal sebagai The Reign of Terror. Kasus ini menjadi perhatian nasional dan akhirnya mendorong pemerintah federal untuk membentuk Biro Investigasi Federal (FBI).
Beberapa fakta tentang Osage Indian
- Saat ini, Osage Indian memiliki populasi sekitar 20 ribu orang. Mereka tinggal di Oklahoma dan Missouri.
- Osage Indian adalah suku yang sangat patrilineal. Kekayaan dan kekuasaan diturunkan dari ayah ke anak laki-laki.
- Osage Indian memiliki sistem kepercayaan yang kompleks yang didasarkan pada kepercayaan animisme.
- Osage Indian terkenal dengan pakaian tradisional mereka yang berwarna cerah.
- Osage Indian adalah suku yang kaya akan budaya dan sejarah. Mereka telah mengalami banyak tantangan dalam sejarah, termasuk pembunuhan seperti yang disampaikan dalam film Killers of the Flower Moon.
Sejarah mencatat, Osage Indian menjadi kaya raya setelah menemukan minyak bumi di tanah mereka. Hal ini membuat mereka menjadi target pembunuhan oleh orang-orang luar yang ingin menguasai tanah mereka.
Rasisme juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap pembunuhan tersebut. Orang-orang luar sering kali memandang orang Indian sebagai orang yang inferior dan tidak layak memiliki kekayaan. Hal ini membuat mereka lebih mudah untuk membenarkan pembunuhan terhadap Osage Indian.
Namun, rasisme tidak menjadi faktor utama dalam pembunuhan tersebut. Jika tidak ada minyak bumi, kemungkinan besar pembunuhan tersebut tidak akan terjadi.
Akurasi buku dan film
Menurut para kritikus dan sejarawan, David Grann sangat akurat dalam menjelaskan tragedi Osage Indian dalam bukunya, Killers of the Flower Moon. Grann melakukan penelitian yang ekstensif untuk bukunya, dan dia menggunakan berbagai sumber, termasuk catatan pemerintah, artikel berita, dan wawancara dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut.
Grann menggambarkan dengan tepat latar belakang sejarah dan budaya Osage Indian. Ia juga menjelaskan dengan tepat bagaimana penemuan minyak bumi di tanah Osage mengubah kehidupan suku tersebut. Di bagian lain, Grann menggambarkan dengan tepat bagaimana pembunuhan Osage Indian terjadi, dan mampu mengidentifikasi dengan tepat orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Grann juga mendapat pujian dari anggota suku Osage. Mereka mengatakan bahwa bukunya memberikan gambaran yang akurat tentang tragedi yang mereka alami.
Meskipun demikian, ada beberapa kritik terhadap buku Grann. Beberapa orang berpendapat bahwa Grann terlalu fokus pada aspek kriminal dari kasus tersebut dan tidak cukup fokus pada dampak tragedi tersebut terhadap suku Osage.
Secara keseluruhan, buku Killers of the Flower Moon dianggap sebagai karya jurnalisme yang akurat dan penting. Buku ini memberikan gambaran yang mendalam tentang tragedi Osage Indian dan dampak yang ditimbulkannya.
Sementara film Killers of the Flower Moon, dinilai juga cukup akurat dalam menjelaskan tragedi Osage Indian. Film ini mengikuti plot buku David Grann dengan cukup setia, dan memberikan gambaran yang mendalam tentang peristiwa tersebut.
Sama seperti bukunya, film ini juga mendapat pujian dari anggota suku Osage. Mereka mengatakan bahwa film ini memberikan gambaran yang akurat tentang tragedi yang mereka alami.
Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan antara film dan buku. Misalnya, film ini lebih fokus pada aspek kriminal dari kasus tersebut, sedangkan bukunya juga membahas dampak tragedi tersebut terhadap suku Osage. Selain itu, film ini mengubah beberapa detail kecil, seperti nama karakter dan lokasi kejadian.
Secara keseluruhan, film Killers of the Flower Moon adalah representasi yang akurat dan penting tentang tragedi Osage Indian. Film ini memberikan gambaran yang mendalam tentang peristiwa tersebut dan dampak yang ditimbulkannya.
Lily Gladstone dan Leonardo DiCaprio
Dalam poster film Killers of the Flower Moon ada foto Leonardo DiCaprio berpelukan dengan Lily Gladstone. DiCaprio berperan sebagai Tom White, seorang agen FBI yang menyelidiki kasus pembunuhan Osage Indian. Sementara Gladstone berperan sebagai Mollie Burkhart, seorang Osage Indian yang menjadi informan White.
Dalam film ini DiCaprio dan Lily Gladstone ditampilkan sebagai sepasang kekasih yang complicated. Tom White dan Mollie Burkhart ditampilkan menjalin hubungan romantis, meskipun hubungan mereka penuh dengan tantangan.
White adalah seorang agen FBI yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan Osage Indian. Burkhart adalah seorang Osage Indian yang menjadi informan White. Mereka bertemu ketika White menyelidiki pembunuhan keluarga Burkhart.
Pada awalnya, White dan Burkhart curiga satu sama lain. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai jatuh cinta. Hubungan mereka diuji oleh berbagai tantangan, termasuk rasisme, prasangka, dan bahaya yang terkait dengan penyelidikan White.
Meskipun hubungan mereka penuh dengan tantangan, White dan Burkhart tetap saling mencintai hingga akhir. Hubungan mereka adalah salah satu elemen penting dalam film Killers of the Flower Moon.
Sebuah sumber menyebutkan, Lily Gladstone adalah orang Indian keturunan Piegan Blackfeet, Nez Perce, dan Eropa. Dia dibesarkan di reservasi Blackfeet Nation di Montana.
Gladstone adalah seorang aktris dan aktivis yang telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran tentang budaya dan sejarah orang Indian. Dia telah muncul dalam beberapa film dan acara televisi, termasuk Killers of the Flower Moon (2023), The Revenant (2015), dan The Dawnland (2018).
Acting Gladstone dalam film ini sangat kuat. Dia mampu menggambarkan karakter Mollie Burkhart dengan cara yang kompleks dan menyentuh. Gladstone berhasil menunjukkan kekuatan dan tekad Mollie, serta kerentanan dan ketakutannya. Dia juga mampu menunjukkan hubungan Mollie dengan Tom White dengan cara yang realistis dan emosional.
Acting Gladstone telah mendapat pujian dari para kritikus dan penonton. Dia telah dinominasikan untuk beberapa penghargaan, termasuk Independent Spirit Award untuk Aktris Terbaik.
Sementara Leonardo DiCaprio, seperti biasa, berhasil memberikan penampilan yang mengesankan sebagai Ernest Burkhart dalam film Killers of the Flower Moon. Dia mampu menggambarkan karakternya dengan cara yang kompleks dan menarik.
DiCaprio berhasil menunjukkan sisi baik dan buruk dari Ernest Burkhart. Dia adalah seorang pria yang tampan dan karismatik, tetapi dia juga seorang pria yang ambisius dan kejam. DiCaprio juga berhasil menunjukkan hubungan Ernest Burkhart dengan Mollie Kyle. Dia adalah seorang suami yang mencintai dan perhatian, tetapi dia juga seorang suami yang posesif dan mengendalikan.
Peran DiCaprio dalam film ini sangat penting. Dia adalah karakter utama dalam cerita, dan dia adalah orang yang membantu untuk memecahkan misteri pembunuhan Osage Indian.
Secara keseluruhan, penampilan DiCaprio dalam Killers of the Flower Moon berpeluang untuk jadi salah satu yang terbaik dalam karirnya. Dia memberikan penampilan yang mengesankan sebagai Ernest Burkhart, dan dia membantu untuk membuat film ini menjadi sebuah karya yang tak terlupakan.
Mengenal DiCaprio dulu dan kini memang berbeda. Dia telah berkembang menjadi aktor yang jauh lebih baik. Di awal karirnya, DiCaprio sering memainkan peran remaja yang tampan dan naif. Dia berhasil dalam peran-peran ini, tetapi dia tidak menunjukkan banyak kedalaman atau kompleksitas.
Sejak Gangs of New York (2002), DiCaprio telah mengambil peran yang lebih menantang. Dia telah memainkan karakter-karakter yang lebih kompleks dan menarik, dan dia telah menunjukkan kemampuannya untuk menyampaikan emosi yang lebih luas. Juga saat bermain di The Aviator (2004), Blood Diamond (2006), The Wolf of Wall Street (2013) dan Once Upon a Time in Hollywood (2019).
Durasi yang panjang
Film Killers of the Flower Moon (2023) memiliki durasi yang sangat panjang, yaitu 3 jam 28 menit. Durasi ini lebih lama dari rata-rata film Hollywood yang berdurasi sekitar 2 jam.
Martin Scorsese menjelaskan bahwa dia ingin membuat film yang akurat dan komprehensif tentang tragedi Osage Indian. Dia ingin menceritakan kisah lengkap tentang kasus tersebut, termasuk latar belakang sejarah dan budaya Osage Indian, serta dampak tragedi tersebut terhadap suku tersebut.
Scorsese juga ingin memberikan gambaran yang realistis tentang kehidupan orang Indian di Oklahoma pada awal abad ke-20. Dia ingin menunjukkan bagaimana mereka menghadapi rasisme, diskriminasi, dan kekerasan.
Durasi yang panjang memungkinkan Scorsese untuk menceritakan kisahnya dengan cara yang detail dan mendalam. Dia tidak ingin kehilangan banyak adegan yang penting untuk memahami tragedi tersebut.
Film Killers of the Flower Moon (2023) telah mendapat pujian dari para kritikus dan penonton atas durasi panjangnya. Banyak orang yang mengatakan bahwa durasi tersebut diperlukan untuk menceritakan kisah yang kompleks dan penting. (hdl)










