Jakarta (pilar.id) – Olympique Lyonnais (OL) dipastikan tetap berkompetisi di Ligue 1 Prancis musim 2025/26, setelah komisi banding DNCG (Direction Nationale du Contrôle de Gestion) mengabulkan permohonan banding atas sanksi degradasi administratif yang sebelumnya dijatuhkan kepada klub tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Lyon mengucapkan terima kasih kepada komisi banding atas keputusan tersebut. “Terima kasih kepada komisi banding karena telah mengakui ambisi manajemen baru klub untuk menjalankan pengelolaan yang serius ke depannya,” tulis pihak klub, seperti dikutip Kamis (10/7) siang.
Dengan keputusan ini, sanksi degradasi ke Ligue 2 yang sebelumnya ditetapkan pada 24 Juni resmi dibatalkan. Sebagai gantinya, Lyon kini berada di bawah pengawasan ketat terkait anggaran gaji dan biaya transfer, berdasarkan struktur keuangan yang mereka ajukan untuk musim depan.
Delegasi Lyon, termasuk Presiden Michele Kang dan Direktur Jenderal Michael Gerlinger, hadir langsung dalam sidang komisi banding yang berlangsung lebih dari dua setengah jam di markas Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Paris.
Masalah Finansial dan Restrukturisasi
Lyon sebelumnya menghadapi tekanan besar dari DNCG akibat akumulasi utang yang mencapai €234 juta atau sekitar Rp4,4 triliun. Meskipun telah menjual sejumlah pemain untuk mengurangi beban finansial, sanksi tetap dijatuhkan, memicu keputusan klub untuk segera mengajukan banding.
Menurut pernyataan resmi, Lyon menyebut keputusan awal DNCG sebagai tindakan yang tidak masuk akal. “Kami telah memenuhi semua tuntutan DNCG dengan investasi ekuitas melebihi batas yang diminta. Posisi kas kami juga telah meningkat signifikan, termasuk melalui penjualan Crystal Palace,” ujar pihak klub.
Pemilik OL, John Textor, sebelumnya juga menyatakan keyakinannya bahwa posisi keuangan klub telah tertangani. “Tidak ada kemungkinan kami akan terdegradasi,” ujarnya pada November 2024 lalu.
Penjualan Pemain Kunci
Untuk memperbaiki keuangan klub, Lyon melakukan penjualan besar-besaran. Pemain seperti Said Benrahma, Antony Lopes, dan Maxence Caqueret dilepas pada bursa transfer Januari 2025. Terbaru, Lyon juga menjual bintang muda Rayan Cherki ke Manchester City dengan nilai transfer mencapai €39 juta atau sekitar Rp737 miliar.
Keputusan komisi banding ini menjadi angin segar bagi Lyon yang tengah membangun kembali fondasi manajemen dan skuadnya. Dengan status Ligue 1 yang dipertahankan, klub kini bisa fokus menyusun kekuatan demi bersaing di kompetisi domestik dan Eropa musim depan.
Lyon juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan reformasi manajerial dan menjaga stabilitas keuangan guna memenuhi ekspektasi otoritas sepak bola Prancis. (mad/hdl)

