Jakarta (pilar.id) – Buya Hamka adalah salah satu aktifis muslim sekaligus tokoh Pahlawan Nasional Indonesia.
Selama 73 tahun masa hidupnya, Buya Hamka dikenal sebagai sosok yang multidisipliner, ia tokoh muslim yang multidimensi.
Buya Hamka dikenal sebagai sosok filsuf, sastrawan, wartawan, juga sosok pendidik yang tekun.
Karena itu pula, ketika kisah hidup Buya Hamka diadaptasi menjadi sebuah film, ruang yang dibutuhkan pun cukup luas.
Sehingga, Falcon Pictures memutuskan untuk memproduksi film biographical pictures (biopic) menjadi tiga volume sekaligus dengan total durasi mencapai tujuh jam.
“Dimana, perjalanannya sangat panjang. Tidak bisa kami padatkan menjadi satu atau dua (volume). Sepengalaman kami, film ini tidak datang dua kali dalam hidup kita. Jadi, sangatlah mulia dan kita bangga untuk bisa menceritakan seorang ulama besar,” terang Frederica, Produser film Buya Hamka saat konferensi pers dan peluncuran trailer Buya Hama di bioskop XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Sealtan, Kamis (23/3/2023).
Di dunia islam Indonesia, Buya Hamka pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama (MUI) pertama. Selain itu, Buya Hamka juga aktif di organisasi Muhammadiyah hingga akhir hanyatnya.
Karena film bipic ini mengangkat sosk yang sangat istimewa, deretan aktor dan aktris yang memerankan karakter-karakter di film ini pun cukup spesial.
Ada banyak dereta artis ternama Indonesia yang ambil bagian dalam pembuatan film biopic Buya Hamka ini.
Karakter Buya Hamka dipernakan oleh Vino G. Bastian. Sedangkan istrinya, Siti Raham diperankan oleh Laudya Chintya Bella.
Ayah Buya Hamka, Haji Abdul Karim Amrullah atau yang dikenal sebagai Haji Rasul diperankan oleh Bonny Damara. Ummi Safiyah, ibu dair Buya Hamka diperankan Desy Ratnasari.
Beberapa tokoh nasional lain yang juga ikut diceritakan di film Buya Hamka seperti H. Agus Salim, Tan Beng Kie, dan Gubernu Nakashima diperankan oleh Pritt Timothy, Richard Oh, dan Ferry Salim.
Reza Rahadian juga ikut andil dengan memerankan sosok HOS Tjokroaminoto, Anjasmara memerankan karakter Presiden Indonesia pertama, Soekarno, dan Marthino Lio memerankan karakter Amir.
Volume pertama dari film Buya Hamka akan bercerita masa muda Buya Hamka di Makassar ketika ia menjadi salah satu pengurus Muhammadiyah Makassar.
Ketika itu, Buya Hamka juga masih berprofesi sebagai jurnalis di Majalan Pedoman Masyarakat.
Dari Majalan Pedoman Masyarakat ini lah, Buya Hamka kemudian menjalin kedekatan dengan Jepang.
Buya Hamka bahkan sempat diminta mundur dari jabatannya di Muhammadiyah karena dinilai terlalu dekat dengan Jepang dan menjadi penjilat.
Bukan itu saja, di volume I ini, Buya Hamka juga dihadapkan pada maslah keluarga dimana ketika itu, salah satu anaknya, Hisyam meninggal dunia.
Kejadian yang sempat mengguncang Buya Hamka dan keluarga kecilnya di Makassar.
Di volume II, cerita berpindah ke Medan dan Jakarta. Di Medan, Buya Hamka mencoba menyatukan masyarakat dan militer yang kala itu sedang menghadapi Agresi Militer kedua dari Belanda.
Di volume II ini juga, akan bercerita tentang perjalanan Buya Hamka yang kembali melakukan perjalanan dari Medan ke Jakarta.
Dimana nantinya, Buya Hamka akan membangun Masjid Al-Azhar. Namun, di Jakarta pula lah, Buya Hamka kemudian masuk jeruji penjara.
Buya Hamka dimasukkan penjara oleh Presiden Soekarn karena dituduh telah terlibat pemberontakan.
Namun, jeruji penjara tidak membuat Hamka putus semangat. Di penjara itu lah justru Buya Hamka menyusun salah satu karya non-sastra terbesarnya, tafsir Al-Azhar.
Volume III dari film Buya Hamka membawa para penonton kembali ke masa-masa kecil Buya Hamka di tanah kelahirannya di Sungai Batang, Sumatera Barat.
Di volume terakhir ini, diceritakan bagaimana kedekatan Buya Hamka dengan buku dan karya-karya sastra sejak masih berusia muda.
Kisah tentang pencarian jati diri Buya Hamka yang sempat bertengkar dengan ayahnya dan kemudian memutuskan untuk berangkat ke Makkah juga menjadi bagian penting di volume ketiga ini.
Buya Hamka yang terus mengalami konflik di tanah kelahirannya dan bersilisih dengan sejumlah tokoh muslim di sana, kemudian memutuskan untuk berangkat ke Makkah untuk naik haji dan menimba ilmu.
Dimana, semua itu iai jalani dengan usahanya sendiri. Sepulang dari Makkah, Buya Hamka kemudian mulai melakukan syiar Islam bersama istrinya, Siti Raham.
Volume I dari film biopic Buya Hamka akan tayang pada 20 April 2023 mendatang. Sedangkan dua volume lainnya juga direncanakan untuk tayang pada tahun 2023.
Namun, untuk perilisan film Buya Hamka Volume II dan III masih belum ada kabar terkait kapan pastinya akan tayang di bioskop. (fat)









