Jakarta (pilar.id) – Meta kembali memperluas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di platform Facebook dengan meluncurkan fitur baru bernama “Mode AI”. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi menggunakan bahasa sehari-hari dan memperoleh jawaban yang dirangkum dari berbagai konten yang beredar di ekosistem Meta, termasuk unggahan publik, diskusi komunitas, hingga video Reels.
Langkah tersebut menandai upaya terbaru perusahaan teknologi itu dalam mengintegrasikan AI ke berbagai layanan digitalnya. Kehadiran Mode AI juga menjadi bagian dari strategi Meta untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi AI generatif yang semakin ketat.
Cara Kerja Mode AI dan Hubungannya dengan Platform Forum
Mode AI dirancang agar pengguna dapat mengajukan pertanyaan layaknya berbicara dengan asisten virtual. Sistem kemudian menyajikan jawaban berdasarkan topik, tren, dan percakapan yang sedang banyak dibahas oleh pengguna Facebook.
Peluncuran fitur ini terjadi tidak lama setelah Meta memperkenalkan platform bernama Forum pada Mei 2026. Platform tersebut mengusung konsep forum diskusi yang menyerupai Reddit dan dilengkapi fitur “Ask” berbasis AI.
Melalui fitur Ask, pengguna dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban yang dirangkum dari berbagai percakapan yang berlangsung di Grup Facebook. Dengan pendekatan serupa, Mode AI memanfaatkan kumpulan data yang berasal dari aktivitas komunitas untuk menyajikan respons yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan pengguna.
Namun, pendekatan tersebut juga memunculkan sejumlah perhatian terkait validitas informasi yang ditampilkan. Berbeda dengan mesin pencari yang mengutamakan sumber resmi atau terverifikasi, jawaban AI Meta banyak bergantung pada konten yang dibuat oleh pengguna umum.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko penyebaran informasi yang tidak akurat, sudah usang, atau tidak lagi relevan dengan perkembangan terkini apabila tidak disertai mekanisme verifikasi yang kuat.
Meta Perluas Ekosistem AI di Facebook
Selain menghadirkan Mode AI, Meta juga memperkenalkan sejumlah fitur kreatif berbasis AI untuk pengguna Facebook. Salah satunya adalah alat pengeditan video baru yang memungkinkan pengguna membuat kolase, menambahkan efek transisi, serta menciptakan montase video dengan lebih mudah.
Perusahaan juga menghadirkan preset foto berbasis AI yang dapat mengubah tampilan visual dalam foto, mulai dari gaya rambut, pakaian, hingga aksesori secara otomatis.
Peluncuran tersebut melanjutkan serangkaian inovasi AI yang telah diperkenalkan Meta sepanjang 2026. Pada Februari lalu, perusahaan meluncurkan fitur gambar profil animasi yang mampu mengubah foto statis menjadi tampilan yang lebih hidup. Kemudian pada Maret, Meta menambahkan kemampuan AI di Facebook Marketplace untuk membantu penjual merespons pesan calon pembeli secara otomatis.
Belum lama ini, Meta juga memperkenalkan asisten AI khusus kreator yang memberikan rekomendasi personal guna membantu proses produksi konten menjadi lebih efisien dan efektif.
Strategi Meta Jadikan AI sebagai Motor Pertumbuhan Baru
Penambahan berbagai fitur berbasis AI menunjukkan bahwa Meta semakin serius menjadikan kecerdasan buatan sebagai bagian utama dari pengembangan produknya. Tidak hanya untuk meningkatkan interaksi pengguna, teknologi ini juga dipandang sebagai peluang baru dalam mendukung model bisnis perusahaan.
Dengan mengintegrasikan AI ke pencarian informasi, pembuatan konten, hingga aktivitas jual beli di platformnya, Meta berupaya menjadikan Facebook lebih relevan di tengah perubahan perilaku pengguna digital.
Di sisi lain, tantangan terkait akurasi informasi, transparansi sumber data, dan potensi penyebaran misinformasi akan menjadi faktor penting yang menentukan tingkat kepercayaan pengguna terhadap layanan AI yang terus dikembangkan perusahaan tersebut. (ret/hdl)










