Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ekonomi Sulit Bukan Alasan Rumah Kehilangan Kehangatan, Jaga Mental Keluarga di Tengah Krisis Finansial
  • Ekonomi Sulit, Ini Strategi Manajemen Keuangan Rumah Tangga agar Tetap Bertahan dan Tidak Boncos
  • Meta Kian Agresif Kembangkan AI, Facebook Kini Punya Fitur Pencarian Berbasis Percakapan Pengguna
  • Penyebab Berat Badan Naik Tak Hanya Karena Makan Banyak, Ini Faktor yang Sering Diabaikan
  • Evolusi Mie Sedaap: Dari Pelopor Inovasi Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas Generasi Muda Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Penyebab Berat Badan Naik Tak Hanya Karena Makan Banyak, Ini Faktor yang Sering Diabaikan

Penyebab Berat Badan Naik Tak Hanya Karena Makan Banyak, Ini Faktor yang Sering Diabaikan

Kesehatan Retno Wulandari17 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi olahraga
Ilustrasi olahraga (foto: generatif AI)

Jakarta (pilar.id) – Kenaikan berat badan sering kali dianggap sebagai akibat dari kebiasaan makan berlebihan. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa proses bertambahnya berat badan jauh lebih kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan.

Mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi hormon dalam tubuh dapat memengaruhi bagaimana tubuh menyimpan dan membakar energi. Karena itu, memahami penyebab utama kenaikan berat badan menjadi langkah penting sebelum menentukan strategi untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Ketidakseimbangan Kalori Menjadi Faktor Utama

Secara umum, berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang digunakan untuk beraktivitas maupun menjalankan fungsi organ.

Kondisi yang dikenal sebagai surplus kalori ini membuat tubuh menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak. Semakin lama kondisi tersebut terjadi, semakin besar kemungkinan terjadi peningkatan berat badan secara signifikan.

Meski demikian, surplus kalori bukan satu-satunya penyebab. Jenis makanan yang dikonsumsi juga berperan besar dalam menentukan bagaimana tubuh merespons asupan energi tersebut.

Pola Makan Modern Memicu Kenaikan Berat Badan

Meningkatnya konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, dan makanan cepat saji menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap lonjakan kasus kelebihan berat badan.

Minuman manis, camilan kemasan, dan makanan rendah serat cenderung membuat seseorang cepat lapar kembali setelah makan. Akibatnya, asupan kalori harian menjadi lebih tinggi tanpa disadari.

Sebaliknya, makanan yang kaya protein dan serat seperti ikan, ayam, telur, tahu, tempe, sayuran, serta buah-buahan dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Pola makan semacam ini juga membantu mengendalikan keinginan untuk ngemil berlebihan.

Baca Juga  Kebijakan Ihwal Omicron Hari Ini Menentukan Penanganan Covid-19 di Tahun Depan

Kurang Bergerak, Kurang Tidur, dan Stres Berpengaruh Besar

Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik menjadi tantangan kesehatan modern. Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya duduk di depan komputer, berkendara, atau beristirahat tanpa aktivitas yang cukup.

Kondisi tersebut menyebabkan pembakaran energi menurun dan massa otot berkurang jika tidak diimbangi latihan fisik. Padahal, otot berperan penting dalam menjaga laju metabolisme tubuh.

Selain itu, kurang tidur dan stres kronis juga dapat memicu kenaikan berat badan. Saat seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar dan menurunkan hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang.

Sementara itu, stres berkepanjangan meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mendorong peningkatan nafsu makan sekaligus memperbesar kecenderungan tubuh menyimpan lemak, terutama di area perut.

Faktor Hormon dan Usia Tak Boleh Diabaikan

Pada sebagian orang, kenaikan berat badan dapat dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu. Gangguan hormon seperti hipotiroidisme maupun Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) diketahui dapat memengaruhi metabolisme dan pengelolaan energi dalam tubuh.

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan tertentu juga dapat menimbulkan efek samping berupa peningkatan berat badan, baik melalui peningkatan nafsu makan maupun retensi cairan.

Faktor usia juga berperan penting. Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung berkurang dan metabolisme tubuh melambat. Akibatnya, kebutuhan kalori menjadi lebih rendah dibandingkan saat usia muda. Jika pola makan tidak disesuaikan, berat badan lebih mudah meningkat.

Baca Juga  Muhaimin Setuju Usulan Ma'ruf Amin: Menteri yang Ikut Pilpres Harus Mundur!

Cara Menjaga Berat Badan Ideal Secara Berkelanjutan

Menjaga berat badan ideal tidak harus dilakukan dengan diet ekstrem. Pendekatan yang lebih efektif adalah membangun kebiasaan sehat yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Langkah pertama adalah memperbanyak konsumsi protein dan serat serta membatasi makanan dan minuman tinggi gula. Pemilihan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, kentang, atau nasi merah juga dapat membantu menjaga kestabilan energi.

Aktivitas fisik secara rutin minimal 150 menit per minggu menjadi bagian penting dalam pengelolaan berat badan. Selain olahraga kardio, latihan kekuatan untuk menjaga massa otot juga sangat dianjurkan.

Di sisi lain, tidur selama tujuh hingga delapan jam per malam serta pengelolaan stres yang baik dapat membantu menjaga keseimbangan hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan penyimpanan lemak.

Metode sederhana yang dapat diterapkan adalah konsep piring makan sehat, yaitu setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring berisi sumber protein, dan seperempat lainnya berisi karbohidrat.

Pada akhirnya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten terbukti lebih efektif dibandingkan perubahan drastis yang sulit dipertahankan. Memahami penyebab kenaikan berat badan dan menerapkan gaya hidup sehat secara bertahap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
berat badan Gaya Hidup Sehat headline hormon Kesehatan kesehatan tubuh metabolisme nutrisi obesitas Olahraga Pola Makan Sehat

Berita Lainnya

Ilustrasi sebuah keluarga (foto: istimewa)

Ekonomi Sulit Bukan Alasan Rumah Kehilangan Kehangatan, Jaga Mental Keluarga di Tengah Krisis Finansial

17 Juni 2026
Elon Musk (foto: istimewa)

SpaceX Cetak IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Simpan 18.712 Bitcoin Senilai Rp21 Triliun

16 Juni 2026
Bank Mandiri (foto: Nico Wijaya, unsplash)

Bank Mandiri Jadi yang Pertama Terhubung Langsung ke CIPS China, Perkuat Transaksi Global

15 Juni 2026
Bank Indonesia

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$439,8 Miliar pada April 2026, Struktur Tetap Sehat

15 Juni 2026
Lightscape Perth 2026 kembali hadir di Kings Park dengan lebih dari 20 instalasi cahaya imersif yang memikat wisatawan dan keluarga.

Lightscape Perth 2026 Hadir Lebih Spektakuler, Sulap Kings Park Jadi Negeri Cahaya Musim Dingin

14 Juni 2026
CIMB Niaga menggelar Tour de Bank bagi 250 siswa SD di Tangerang Selatan untuk mendukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026.

CIMB Niaga Edukasi 250 Siswa Lewat Tour de Bank, Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026

14 Juni 2026
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi

Pemprov DKI Pastikan CCTV Bundaran HI Berfungsi Normal, Gangguan Terjadi di Platform Pihak Ketiga

13 Juni 2026
Ilustrasi pelaku UMKM di Indonesia

PP 20/2026 Ubah Skema Pajak UMKM, CV, Firma, dan PT Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5 Persen

13 Juni 2026
Garuda di Dadaku (2026)

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Saat Piala Dunia 2026, Bukti Kekuatan Karya Anak Bangsa Mendunia

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi olahraga

Penyebab Berat Badan Naik Tak Hanya Karena Makan Banyak, Ini Faktor yang Sering Diabaikan

17 Juni 2026
Elon Musk (foto: istimewa)

SpaceX Cetak IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Simpan 18.712 Bitcoin Senilai Rp21 Triliun

16 Juni 2026
Bank Mandiri (foto: Nico Wijaya, unsplash)

Bank Mandiri Jadi yang Pertama Terhubung Langsung ke CIPS China, Perkuat Transaksi Global

15 Juni 2026
Bank Indonesia

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$439,8 Miliar pada April 2026, Struktur Tetap Sehat

15 Juni 2026
Lightscape Perth 2026 kembali hadir di Kings Park dengan lebih dari 20 instalasi cahaya imersif yang memikat wisatawan dan keluarga.

Lightscape Perth 2026 Hadir Lebih Spektakuler, Sulap Kings Park Jadi Negeri Cahaya Musim Dingin

14 Juni 2026
Berita Lainnya
Ilustrasi sebuah keluarga (foto: istimewa)

Ekonomi Sulit Bukan Alasan Rumah Kehilangan Kehangatan, Jaga Mental Keluarga di Tengah Krisis Finansial

17 Juni 2026
sepasang suami istri kekasih kesehatan mental

Ekonomi Sulit, Ini Strategi Manajemen Keuangan Rumah Tangga agar Tetap Bertahan dan Tidak Boncos

17 Juni 2026
Ilustrasi Platform Meta (foto: Muhammad Asyfaul, unsplash)

Meta Kian Agresif Kembangkan AI, Facebook Kini Punya Fitur Pencarian Berbasis Percakapan Pengguna

17 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.