Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Feature»Mimpi Anak-anak Sekolah Alam Ramadhani

Mimpi Anak-anak Sekolah Alam Ramadhani

Feature Titik Kartitiani13 Maret 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana membaca di teras Taman Baca Mahanani (foto: dok Sekolah Alam Ramadhani)

Kediri (pilar.id) – Menulislah, sebab menulis adalah bekerja untuk keabadian. Demikian kata Pramoedya Ananta Toer. Mengajari anak-anak usia dini menulis bukan hanya bekerja untuk keabadian namun juga belajar memulai impian.

Sebuah pesan WA masuk dari Sunarno, salah satu pengelola Sekolah Alam Ramadhani di 2010 sekaligus dosen IAIN Kediri. Pesan tersebut isinya bahwa saya diminta untuk mengajari anak-anak menulis. Sedehana saja, menulis tentang buku. Bukan membuat resensi melainkan menulis tentang buku.

“Kami mau mengajak anak-anak ke perpustakaan di Kota Kediri. Harapan saya, sepulang dari perpustakaan, mereka akan menulis tentang buku,” katanya. Menulis tentang buku. Hal sederhana dengan tujuan untuk berkenalan dengan buku dengan cara tak hanya membaca, tapi juga menuliskannya.

Mengajari anak-anak kelas 4 dan 5 SD untuk membaca, apalagi menulis adalah tantangan tersendiri ketika godaan gawai lebih memikat. Pak Narno, demikian ia disapa, masih optimis bahwa buku adalah jalan anak-anak untuk mengenal dunia.

Belajar menuliskan tentang buku (foto: dok Sekolah Alam Ramadhani)

Sejak dini, anak-anak ini membiasakan diri dengan buku. Termasuk berbagi cara menulis seperti yang akan saya lakukan pada Februari silam.

Menulis yang Tak Pernah Dikisahkan

Sekolah ini penuh pepohonan. Kegiatan belajar mengajar tak melulu di kelas. Lebih banyak dilakukan di saung-saung bambu. Pun tak ada bel masuk tanda sekolah dimulai. Sekolah dimulai ketika anak-anak sudah berkumpul. Tak ada paksanaan, namun justru anak-anak ini tepat waktu.

Ada sebuah perpustakaan kecil di komplek sekolah alam ini. Taman Baca Mahanani, demikian namanya. Taman baca yang diakrabi anak-anak ini.

Bahkan salah satu anak yang memegang kuncinya. Sayang, si pemegang kunci ini kadang terlupa sehingga ketika anak-anak sudah berkumpul menunggu, si pemegang kunci juga ikut menunggu.

Sementara menunggu, anak-anak itu membuka buku yang ada di meja teras. Buku-buku National Geographic Indonesia edisi lama yang tampak sudah lecek karena sering dibuka. Ada juga buku cerita putri-putrian hingga komik.

Dari cara mereka memperlakukan buku, tampak mereka sudah sangat akrab dengan buku. Beberapa malah saling berebut karena ingin membaca kelanjutan halaman yang kemarin belum selesai dibaca.

“Oh, lupa, ternyata saya yang pegang kunci,” katanya malu-malu sambil berlari ke arah pintu perpustakaan. Ketika pintu terbuka, anak-anak itu masuk lalu mereka mulai menata ruangan untuk acara. Ada yang menyapu, ada pula yang membersihkan meja. Semua dikerjakan bersama-sama.

Materi yang saya berikan cukup sederhana yaitu tentang buku. Mulai dari buku yang mereka suka, buku-buku yang berkesan, melihat judul dan penulis, mengelompokkan jenis-jenis buku, hingga mengulas isinya.

Kemampuan anak sangat berbeda. Ada yang memang suka buku sehingga tak sulit untuk menuliskan buku-buku yang pernah mereka baca.

Ada yang tidak ingat tentang buku-buku yang pernah mereka baca sehingga untuk memancing kemampuan menulis, saya minta anak itu untuk menulis tentang perjalanan. Baik perjalanan yang pernah mereka jalankan, atau perjalanan yang ingin mereka lakukan.

Dari pancingan sederhana ini, ternyata lahirlah ide-ide yang memikat sekaligus mengharukan. Mereka menuliskan mimpi-mimpi mereka melalui pelatihan ini. Mimpi-mimpi yang tak terduga.

Misalnya, ada seorang peserta laki-laki yang menuliskan pengalaman paling membahagiakan ketika ia bersama keluarganya piknik ke pantai bersama keluarganya. Baginya, pertama kali melihat laut. Ketika saya tanya lebih detail, keluarganya itu siapa saja, ia hanya menjawab Sahhala.

“Sebenarnya, piknik yang dimaksud adalah piknik anak-anak Asrama Santri Dhu’afa Sahhala. Mereka beberapa ada yang anak kurang mampu, ada pula yang anak yatim. Mereka sudah menjadi keluarga di sini,” kata Pak Narno.

Berbagi bacaan dan antusias terhadap buku (foto: Titik Kartitiani, pilar.id)

Soal mimpi perjalanan, ada yang menuliskan keinginannya bisa pergi ke Jakarta. Melihat Monas dan kebun binatang Ragunan. Dari keinginan itu, ia tak ingin berhenti menulis dari yang tadinya mengaku tak bisa menulis. Kemudian buku tulisnya dipenuhi cita-cita perjalanannya.

Sementara ada anak lain yang memang sudah familiar dengan buku. Nabila misalnya, menuliskan resensi tentang buku dongeng yang ia baca. Meringkas kisah yang ia baca lalu memberi komentar dengan tulisan yang lumayan terstruktur.

Ada hal-hal yang membahagiakan ketika beberapa anak memang sudah kenal buku dari keluarganya. Fajar misalnya. Ia mengatakan, ketika ia menangis maka ayahnya membacakan komik. Dari sanalah ia kenal buku dan suka membaca. Buku yang paling ia suka adalah buku-buku tentang antariksa.

“Melihat planet-planet yang jauh, saya jadi membayangkan betapa luasnya alam semesta,” kata Fajar ketika ditanya sebab ketertarikannya pada antariksa.

Melihat hasil tulisan tersebut, Pak Narno pun tak menduganya. Ia berencana, akan mengajak anak-anak untuk ke toko buku agar mereka memilih yang ia suka. Suatu hari nanti (tik/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Sekolah Alam Ramadhani
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.