Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat dan Jauh dari Krisis
  • Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar
  • Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes
  • Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP
  • Anatomi Sovereign Default: Lima Indikator Utama dan Dampak Runtuhnya Trias Politika pada Kebangkrutan Negara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Visual»Foto Pilihan»Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang

Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang

Foto Pilihan Herry Supriyatna22 April 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang
Museum Benteng Heritage Tangerang (foto: Herry Supriyatna, pilar.id)
Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang
Museum Benteng Heritage Tangerang (foto: Herry Supriyatna, pilar.id)
Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang
Museum Benteng Heritage Tangerang (foto: Herry Supriyatna, pilar.id)
Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang
Museum Benteng Heritage Tangerang (foto: Herry Supriyatna, pilar.id)
Museum Benteng Heritage, Penjaga Artefak Sejarah Tionghoa di Kota Tangerang
Museum Benteng Heritage Tangerang (foto: Herry Supriyatna, pilar.id)

Tangerang (pilar.id) – Ibadah puasa sudah memasuki pekan terakhir. Suasana mudik Lebaran sudah mulai terasa. Namun sebelum menunaikan mudik ke kampung halaman, tidak ada salahnya melakukan ngabuburit di Museum Benteng Heritage, Jalan Cilame, Kota Tangerang, Banten.

Museum yang menyajikan sejarah peradaban etnis Tionghoa di Kota Tangerang itu berdiri sejak 2011. Namun bangunan museum sudah ada sejak abad ke-17 atau 300 tahun yang lalu.

Bangunan dua lantai dengan pagar berwarna hitam itu dipenuhi ornamen khas budaya Negri Tirai Bambu. Mulai dari pintu masuk hingga lantai atas museum.

Pemandu Museum Benteng Heritage, Rofi Martin Siahaan menerangkan, dulunya museum ini merupakan rumah yang dijadikan markas organisasi perdagangan Tionghoa di Tangerang. Pada abad ke-19, kemudian rumah dibeli oleh satu keluarga bermarga Loa.

Selama turun temurun, sejak abad 19 hingga 2009, rumah ini dijadikan tempat tinggal oleh keluarga bermarga Loa. Rumah yang letaknya dekat dengan Kelenteng Boen Tek Bio itu kemudian dibeli oleh Udaya Halim. Setelah dibeli rumah langsung direstorasi selama kurang lebih dua tahun. Tepat pada 11 November 2011 Benteng Heritage Museum diresmikan.

“Unsur nama Benteng sendiri diadopsi kehidupan peranakan Tionghoa Tangerang atau disebut China Benteng,” kata Martin kepada pilar.id, Kamis (21/4/2022).

Begitu memasuki museum, pengunjung disambut oleh dua patung singa (cioh sai) yang terbuat dari batu. Kedua patung singa itu berada tepat di sisi kanan dan kiri pintu masuk.

Lobi sekaligus loket karcis terdapat sebagian koleksi museum. Salah satunya adalah barongsai naga (liong). Barongsai naga yang mejeng itu telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2010 atas rekor Naga Nusantara Pertama.

Baca Juga  Skema One Way Tol Trans Jawa Arah Jakarta Diperpanjang hingga 28 April 2023

Martin bilang, pengunjung masih diperbolehkan berswafoto di area lobi museum. Namun tidak ketika memasuki bagian dalam. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga seluruh artefak agar tidak rusak. Selain itu, dilarangnya foto-foto bertujuan agar pengunjung lebih fokus memperhatikan sejarah koleksi museum yang dipaparkan pemandu.

Sementara itu, area museum di lantai bawah dijadikan tempat khusus untuk acara-acara pertemuan atau rapat. Tak heran, berjejer enam set meja makan lengkap dengan dapur.

Satu-satunya barang yang menarik perhatian di lantai bawah adalah prasasti yang berumur kurang lebih 147 tahun. Prasasti itu merupakan donasi warga sekitar yang disebut dengan China Benteng. Di prasasti tersebut tertulis 81 nama-nama orang Tionghoa keturunan yang berpartisipasi membangun Kota Tangerang. Tepatnya 1873 sebelum Indonesia Merdeka.

Sementara masterpiece museum adalah relief yang berada di lantai dua. Letaknya di area terbuka dan di tengah-tengah bangunan. Ukiran yang diukir di batu itu menceritakan tentang Dinasti Warriors atau Dewa Kwang Kong yang menjadi bagian dari Legenda Sam Kok. Relief berbalut keramik berwarna merah dan hijau itu menceritakan bahwa Dewa Kwang Kong sedang mengantar istri saudaranya, Liu Bei ke suatu tempat.

Dewa Kwang Kong harus melalui lima gerbang. Di setiap gerbangnya terdapat tantangan yang dijaga oleh panglima utusan musuhnya, Cao Cao. Gerbang demi gerbang, Dewa Kwang Kong berhasil mengatasinya. Alhasil, keberhasilan Kwang Kong menjadikan dirinya sebagai panglima perang.

Relief yang menceritakan Dewa Kwang Kong sudah ada sejak bangunan museum didirikan. Relief beserta jendela, pintu dari kayu di setiap sisinya diakui 100 persen masih asli. Maka tak heran museum yang mengadopsi nama dari China Benteng itu memiliki sejarah yang tinggi.

Baca Juga  Kejujuran dan Kedisiplinan, Kunci Sukses Setiap Kehidupan Dunia dan Akhirat

Selain relief masterpiece yang membuat Benteng Heritage Museum memiliki nilai sejarah tinggi, masih banyak lagi artefak-artefak menarik lainnya. “Lebih dari seribu barang-barang bersejarah menghiasi museum. Kebanyakan barang yang dipajang merupakan koleksi pribadi Udaya Halim. Sisanya merupakan donasi dari semua orang dan peninggalan rumah,” jelas Martin.

Semua koleksi yang ada di dalam museum setiap harinya dibersihkan. Untuk artefak berbahan kayu menggunakan kain basah, sedangkan kaca menggunakan kain kering Sebisa mungkin debu yang menempel di barang-barang hilang. Sementara masterpiece museum menggunakan jasa pembersih dari luar. Tidak sembarangan orang bisa membersikannya. Itu pun tiga tahun sekali.

Sedangkan lantai museum, hanya di pel menggunakan air. Tanpa pembersih yang mengandung bahan kimia. Pemakaian pembersih lantai diklaim dapat merusak lantai berbahan kayu itu. Mengingat, lantai museum merupakan asli bawaan bangunan.

Bagi Anda yang tertarik ngabuburit di Museum Benteng Heritage, siap merogoh kocek Rp30.000 per orang. Bagi anak-anak di bawah 5 tahun, pihak pengelola tidak mengenakan biaya alias gratis. Selain itu, Anda yang hendak berkunjung ke Museum Benteng Heritage disarankan menggunakan transportasi roda dua atau kendaraan umum. Mengingat, lokasi museum berada di tengah pasar.

Namun sayang seribu sayang, yang membuat pelancong seringkali kecewa ketika berkunjung ke Museum Benteng Heritage adalah tidak diperkenankannya berfoto ria di hadapan koleksi museum atau di bagian dalam museum. Akan tetapi, setiap pengunjung yang datang ke Museum Benteng Heritage dijamin akan kaya ilmu dan pengetahuan, terutama soal awal mula kemunculan etnis Tionghoa di Kota Tangerang. (her/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Lebaran Museum Benteng Heritage Tangerang Ngabuburit peradaban etnis Tionghoa di Kota Tangerang Ramadhan

Berita Lainnya

Ilustrasi kebahagiaan Idulfitri

Hari Kedua Lebaran, Maksimalkan Momen Kebersamaan bareng Keluarga dan Kerabat Dekat

1 April 2025

Konsumsi Listrik di Jawa Timur Melonjak 30 Persen Pascalebaran

19 April 2024

Jelang Lebaran, Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Medan Siap Lakukan Pengawasan

27 Maret 2024
Ilustrasi studio foto untuk keluarga

Peluang Bisnis dengan Modal Minim Jelang Lebaran, Dicoba yuk!

26 Maret 2024

Bupati Cianjur Berikan Pelayanan dan Bantuan dalam Ngabuburit Manjur dan Tarawih Keliling

25 Maret 2024

Pertamina Patra Niaga Lakukan Pelayanan Avtur Lewat Jaringan Pipa Bawah Tanah di Bandara YIA

24 Maret 2024

Surabaya Kriya Gallery Siapkan Hampers Lebaran Berkualitas, Seperti Apa Sih?

20 Maret 2024

Tiket KA untuk Angkutan Lebaran 2024 Sudah Bisa Dibeli Mulai 15 Februari

14 Februari 2024
Susana di Gerbang Tol Cikampek Utama (foto: dok BKIP Kemenhub)

BPS: Jumlah Pergerakan Masyarakat selama Lebaran 2023 Capai 26,3 Juta

2 Mei 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Berita Lainnya
Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat dan Jauh dari Krisis

3 Juli 2026
POP MART melebarkan sayap ke Indonesia Timur dengan membuka gerai baru di TSM Makassar, lengkap dengan instalasi balon CRYBABY raksasa di Pantai Losari.

Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar

2 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.