Jakarta (pilar.id) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan pengarahan kepada personel purna tugas kontingen Latihan Bersama (Latma) Pertempuran Kota (Purkota) gelombang I yang baru saja menyelesaikan latihan bersama Angkatan Bersenjata Yordania dan Belarusia. Acara pengarahan berlangsung di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (8/9).
Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit atas dedikasi, disiplin, profesionalisme, dan loyalitas tinggi selama menjalani latihan.
Ia menekankan bahwa Latma Purkota merupakan upaya strategis TNI dalam meningkatkan kemampuan operasi militer di wilayah perkotaan sekaligus menguji kesiapan pasukan menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks.
“Tujuan Latma selain untuk meningkatkan kemampuan prajurit TNI, juga memperkuat kerja sama internasional dengan angkatan bersenjata negara lain, meningkatkan diplomasi militer Indonesia, serta menunjukkan eksistensi TNI dalam hubungan militer global. Latma Purkota Belarusia dan Yordania akan terus dilanjutkan sebagai wujud nyata diplomasi militer sekaligus langkah strategis peningkatan kemampuan prajurit TNI,” ujar Jenderal Agus.
Panglima TNI juga berpesan agar para prajurit memanfaatkan pengalaman dari latihan tersebut untuk kemajuan satuan dan organisasi TNI secara keseluruhan.
“Kalian akan menjadi kader pelatih, sehingga diharapkan mampu mentransfer ilmu dan kemampuan yang diperoleh kepada prajurit lain di satuan. Jadikan latihan ini sarana mengasah keterampilan, memperkuat soliditas, dan menjaga semangat juang,” tambahnya.
Latihan Purkota tahun ini melibatkan pasukan dari tiga matra TNI dengan skenario operasi gabungan di kawasan perkotaan. Latihan tersebut menguji interoperabilitas pasukan, pemanfaatan teknologi tempur modern, serta strategi penanggulangan ancaman dalam konteks peperangan urban.
Selain itu, latihan juga memberikan pengalaman berharga dan memperluas wawasan prajurit terhadap standar latihan internasional.
Dengan keberhasilan Latma Purkota bersama Yordania dan Belarusia, TNI menegaskan posisinya sebagai angkatan bersenjata profesional yang tidak hanya menjaga pertahanan nasional, tetapi juga aktif dalam membangun diplomasi militer global. (usm/hdl)










