Batu (pilar.id) – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) meresmikan program Desa Mandiri Pandanrejo di Kota Batu melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini diharapkan mampu meningkatkan pasokan bahan makanan, khususnya sayuran, bagi kapal-kapal penumpang PELNI yang setiap hari mengangkut ribuan orang.
Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Batu Nurochman bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, didampingi Direktur Utama PELNI Services Sukendra dan Vice President Treasury dan TJSL PELNI Fauziah Ferryna. Hadir pula Wakil Wali Kota Batu Heli Suyatno, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, PELNI menggandeng Pusat Studi Pembangunan Desa Universitas Brawijaya untuk mendampingi pengembangan kawasan pertanian ini.
Pasok Sayuran untuk Ribuan Penumpang Kapal
Anik Hidayati menegaskan kebutuhan bahan baku pangan di kapal penumpang PELNI sangat besar.
“Desa Pandanrejo menjadi salah satu pemasok utama sayuran untuk PELNI Services. Melalui program ini, kami mendukung peningkatan kualitas, kuantitas, pengemasan, keamanan pangan, serta jaminan mutu makanan untuk memenuhi kebutuhan operasional kami,” ujar Anik.
Program Desa Mandiri meliputi pelatihan pembibitan sayuran, pembuatan pupuk dan pestisida organik, sistem irigasi, penerapan teknologi pertanian modern, serta manajemen pascapanen.
Dengan hasil panen yang langsung diserap PELNI Services, petani Pandanrejo mendapatkan jaminan harga beli stabil sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat.
Lahan 44 Hektar dengan Komoditas Unggulan
Desa Pandanrejo memiliki potensi strategis sebagai sentra pertanian. PELNI bekerja sama dengan petani setempat mengelola 44 hektar lahan dengan beragam komoditas unggulan seperti cabai, kacang panjang, tomat, jagung manis, hingga kubis.
Pasokan hasil pertanian tersebut akan disalurkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk memenuhi kebutuhan logistik kapal penumpang PELNI.
Seluruh program TJSL PELNI mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan telah diadopsi Kementerian BUMN. Pilar TJSL PELNI tidak hanya berfokus pada aspek sosial, tetapi juga mencakup ekonomi, lingkungan, dan tata kelola hukum.
Dengan hadirnya Desa Mandiri Pandanrejo, PELNI berharap dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat peran BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ret/hdl)







