Jakarta (pilar.id) – PT PLN (Persero) bergerak cepat memastikan ketersediaan pasokan listrik bagi warga terdampak bencana yang mulai menempati Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran aktivitas warga sejak hari pertama menempati hunian sementara.
PLN tidak hanya melakukan penyambungan listrik, tetapi juga menyiagakan puluhan personel khusus di lokasi Huntara. Sebanyak 60 petugas diterjunkan untuk memastikan sistem kelistrikan beroperasi dengan andal serta siap merespons kebutuhan listrik warga secara cepat dan tepat.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. Ia menilai langkah cepat PLN dan sinergi dengan berbagai pihak telah membuat Huntara layak huni dalam waktu singkat, terutama dengan tersedianya penerangan bagi masyarakat terdampak bencana.
Apresiasi juga datang dari Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas. Menurutnya, kehadiran listrik di setiap unit Huntara menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa percepatan penyambungan listrik dan penempatan personel siaga merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan mandat pemerintah melalui program Danantara. PLN memastikan sistem kelistrikan siap beroperasi sejak awal hunian ditempati warga.
Darmawan menjelaskan, secara paralel PLN mendukung penyediaan listrik di tiga provinsi lokasi Huntara dengan total sekitar 15.000 unit hunian. Khusus di Aceh Tamiang, PLN menyiapkan layanan listrik untuk 600 unit Huntara berikut fasilitas umum yang tersedia di kawasan tersebut.
Sementara itu, General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa infrastruktur kelistrikan di Huntara Aceh Tamiang dirancang fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan hunian. Saat ini, daya terpasang sementara mencapai 219 kilovolt ampere (kVA), dengan kapasitas maksimal yang disiapkan hingga 600 kVA.
Kapasitas tersebut didukung oleh dua unit transformator berdaya 250 kVA dan satu transformator 100 kVA. Selain itu, PLN juga telah membangun infrastruktur pendukung berupa 59 tiang listrik dan jaringan kabel sepanjang 3.628 meter di kawasan Huntara.
Sejalan dengan upaya tersebut, PLN terus mempercepat pembangunan dan penyambungan jaringan listrik untuk Huntara maupun Rumah Hunian Tetap (Huntap) di berbagai wilayah terdampak bencana. Langkah ini dilakukan agar setiap hunian yang telah siap dapat segera dimanfaatkan masyarakat dengan dukungan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. (ret/hdl)










