Padang (pilar.id) — Harapan Semen Padang FC untuk menjauh dari zona degradasi semakin menipis setelah tertinggal 0-1 dari Persik Kediri di babak pertama laga pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/25 yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (18/5) sore.
Gol semata wayang pada babak pertama dicetak oleh gelandang Persik, Ze Valente, melalui tendangan jarak jauh di menit ke-12 yang gagal diantisipasi kiper Semen Padang. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Persik Tampil Efisien Meski Pincang
Meski datang ke Padang tanpa empat pilar utamanya—Hugo Samir, Francisco “Kiko” Carneiro, Ezra Walian, dan Vava Mario Yagalo—Persik tetap menunjukkan performa solid. Pelatih Divaldo Alves yang memiliki sejarah manis bersama klub asal Sumatera Barat itu mengaku tak gentar bermain di kandang Semen Padang.
“Ini seperti pulang ke rumah. Tapi kami tetap fokus cari poin,” ujar Divaldo yang pernah menangani Minangkabau FC pada 2010-2011.
Persik juga menerima dua kartu kuning di babak pertama. Brendon Lucas (5’) dan Ahmad Nuri Fasya (33’) diganjar wasit karena pelanggaran keras.
Semen Padang Tertekan, Nasib di Liga 1 Dipertaruhkan
Kekalahan sementara ini menjadi alarm bahaya bagi Semen Padang yang saat ini menempati peringkat ke-15 klasemen sementara dengan 32 poin dari 32 laga. Mereka hanya unggul satu angka dari PSS Sleman dan PS Barito Putera yang sudah menyelesaikan 33 pertandingan.
Dengan kemenangan PSS Sleman atas Persija Jakarta sehari sebelumnya, situasi makin sulit. Kemenangan menjadi harga mati jika Semen Padang ingin bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Tambahan tiga poin akan membuat mereka aman dengan total 35 poin—tidak akan bisa dikejar oleh PSS dan Barito.
Pemain Semen Padang, Ricky Ariansyah, menyadari pentingnya laga ini. “Kami akan berjuang untuk tiga poin dan bertahan di Liga 1,” ujarnya sebelum laga.
Pertandingan ini belum usai dan masih menyisakan 45 menit krusial. Semen Padang harus menemukan kembali semangat juangnya untuk membalikkan keadaan demi menghindari degradasi. Sebaliknya, Persik bisa bermain lepas karena sudah aman dari zona merah. Babak kedua akan menjadi penentu nasib “Kabau Sirah” di Liga 1. (usm/hdl)










