Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar
  • Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes
  • Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP
  • Anatomi Sovereign Default: Lima Indikator Utama dan Dampak Runtuhnya Trias Politika pada Kebangkrutan Negara
  • Perkuat Budaya Layanan, BNI Adopsi Program CX100 Danantara demi Pengalaman Nasabah Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Feature»Street Children Foundation : Anak Jalanan Juga Butuh Pendidikan

Street Children Foundation : Anak Jalanan Juga Butuh Pendidikan

Feature Jelita Sondang Samosir29 Desember 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Hasil batik celup anak-anak jalanan yang tergabung di Komunitas SCF (foto : dok pribadi)

Sidoarjo (pilar.id) – Ada yang berbeda di salah satu sisi taman alun-alun Sidoarjo yang biasanya menjadi tempat menghabiskan sore hari atau sekedar berjalan-jalan. Setiap Minggu sore, akan ada kegiatan dari komunitas Save Children Foundation (SCF).

Komunitas ini berdiri ketika beberapa mahasiswa menyadari bahwa di kota mereka, cukup banyak anak jalanan yang pendidikannya kurang beruntung. Atas kesadaran itulah mereka mula-mula mencari dan mengajak anak-anak jalanan untuk ikut kegiatan yang mereka adakan di alun-alum Sidoarjo, tak lama terbentuklah komunitas SCF Sidoarjo pada bulan Mei 2015. Semula memang sulit, hal itu dinyatakan oleh Reza selaku ketua SCF Sidoarjo.

“Dulu relawan hanya berjumlah 8 orang dan mengajar di tempat seadanya, tanpa tikar sebagai alas, tanpa papan sebagai media pembelajaran, bahkan satu kertas hvs harus dibagi menjadi banyak bagian dan 4 pensil digunakan bergilir”, kenang ketua SCF itu.

Hal yang membuat komunitas ini dapat bertahan sampai saat ini, karena mereka memiliki tujuan untuk menghilangkan pandangan buruk masyarakat terhadap para anak jalanan yang seharusnya di beri perhatian lebih namun masyarkat sering menilai anak jalanan sebelah mata, seperti tidak beretika, tidak berpendidikan dan penilaian buruk lainnya.

Reza mengatakan terdapat beberapa program selain pembelajaran di Minggu sore. Kegiatan di minggu sore setiap pertemuannya berbeda, tergantung dari inisiatif anggota pengurus, terkadang ngaji, mewarnai, membatik, melukis dan pelajaran dasar lainnya

Baca Juga  Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Dari Everton hingga Arsenal vs Newcastle United

“Biasanya kita mengadakan Sunday Morning, Sunday morning itu kita membuat suatu hasil karya atau jual baju bekas, nanti hasil penjualannya kita gunakan untuk SCF sendiri,”jelasnya

Tak hanya Sunday Morning dan pertemuan setiap minggu sore di Monumen Jayandaru, namun juga ada kegiatan kejar paket yang khusus untuk anak-anak yang belum lulus, atau pendidikannya putus di tengah jalan.

“Kegiatan ini lebih memfokuskan mempelajari pelajaran yang mengarah ke UNAS dan kami juga bekerjasama dengan badan yang menyediakan ujian paket,” paparnya.

Selain itu, kesulitan yang harus dihadapi ketika anak didik tiba-tiba menghilang dengan beralasan untuk tidak ikut kelas kejar paket yang semula ditekuni dengan semangat. Lebih lanjut, Reza bercerita saat mengajarpun, anak-anak tidak bisa diam, dari keluar dari kelompok belajarnya dan berlarian saat dikasih materi pembelajaran.

“Ada juga orang tua yang tidak mengijinkan anaknya untuk ikut kegiatan tersebut, karena mereka hanya ingin anaknya berfokus untuk mencari uang saja, tanpa memikirkan pendidikan anaknya. Tetapi ada juga orang tua yang mengantar dan menunggu anaknya,” jelasnya.

Adanya komunitas ini, Reza berharap anak-anak jalanan juga memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan, walau tak secara formal.

“Setidaknya mereka punya pengetahuan dasar dan keterampilan. Dalam SCF bukan hanya anak didiknya yang harus bersosial terhadap teman-temannya, namun kakak-kakak relawan juga harus mampu menciptakan ruang sosial juga,” tutup Reza. (jel)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
anak jalanan headline Save Children Foundation

Berita Lainnya

Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Bank Mandiri

Laba Bank Mandiri Tembus Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit dan Aset Tumbuh Dua Digit

26 Juni 2026
Hi-Tech Mall bakal meluncur dengan wajah baru. Kali ini sebagai pusat industri kreatif, UMKM, komunitas, dan anak muda.

Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya Soft Launching 5 Juli 2026, Disulap Jadi Pusat Industri Kreatif

24 Juni 2026
Pemprov DKI Jakarta meraih Anugerah Daerah Terbaik 2026 setelah berhasil menuntaskan 98 persen laporan warga melalui sistem CRM.

Pemprov DKI Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola Responsif 2026, Tuntaskan 98 Persen Aduan Warga

24 Juni 2026
Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia

AirAsia Beri Diskon Tiket hingga 20 Persen untuk Rute Internasional, Berlaku hingga Maret 2027

23 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Berita Lainnya
POP MART melebarkan sayap ke Indonesia Timur dengan membuka gerai baru di TSM Makassar, lengkap dengan instalasi balon CRYBABY raksasa di Pantai Losari.

Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar

2 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.