Jakarta (pilar.id) – Thai Lion Air resmi membuka rute penerbangan langsung dari Surabaya ke Bangkok mulai 30 Mei 2025. Rute ini akan menghubungkan Bandar Udara Internasional Juanda (SUB) dengan Bandar Udara Internasional Don Mueang (DMK), memberikan akses yang lebih cepat dan nyaman ke ibu kota Thailand.
Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Group, menyampaikan bahwa pembukaan rute ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya, terutama bagi pelaku perjalanan bisnis maupun wisatawan.
“Penerbangan langsung Surabaya–Bangkok akan memperkuat konektivitas antarnegara dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, hingga pendidikan antara Indonesia dan Thailand,” ujar Danang.
Thai Lion Air akan mengoperasikan pesawat generasi modern Boeing 737-800NG atau Boeing 737-900ER yang terkenal dengan kenyamanan dan keandalannya. Selain itu, dengan waktu yang sama antara Surabaya (WIB) dan Bangkok (Indochina Time), penumpang tidak perlu menyesuaikan zona waktu saat bepergian.
Pemesanan tiket dan check-in kini semakin mudah berkat aplikasi BookCabin. Bagi anggota CabinClub, tersedia berbagai penawaran menarik seperti promo eksklusif, prioritas layanan, hingga benefit tambahan lainnya.
Rute ini dinilai sangat strategis, khususnya untuk pelaku bisnis yang ingin memperluas jaringan kemitraan serta mempercepat mobilitas antara Indonesia dan Thailand. Dengan penerbangan langsung, perjalanan menjadi lebih efisien dan hemat waktu, mendukung peningkatan produktivitas.
Sementara itu, bagi wisatawan, rute ini mempermudah eksplorasi ke berbagai destinasi unggulan di Thailand seperti Bangkok, Chiang Mai, Phuket, hingga Krabi tanpa harus transit. Sebaliknya, wisatawan dari Thailand dan negara lain juga semakin mudah mengakses Surabaya dan destinasi wisata di Jawa Timur serta kawasan timur Indonesia.
Danang menambahkan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari kontribusi Thai Lion Air dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand, tidak hanya di sektor pariwisata dan perdagangan, tetapi juga dalam kerja sama ekonomi kreatif, pendidikan, dan budaya.
“Dengan konektivitas udara yang semakin terbuka, komunikasi dan kolaborasi antarnegara akan berjalan lebih lancar. Ini adalah fondasi penting dalam pembangunan kawasan Asia Tenggara yang lebih terintegrasi,” tutupnya. (ret/hdl)









